Connect with us

Ekonomi Review

Prediksi IHSG Hari Ini 19 Oktober 2026: Rawan Longsor Lagi Usai Pengumuman MSCI?

Berita BUMN Terbaru

Published

on

Prediksi IHSG Hari Ini

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Meski demikian, peluang pemulihan tetap terbuka seiring langkah otoritas memperkuat tata kelola pasar modal.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (16/10/2026) dengan penurunan 11,57% menuju level 5.185,11. Tekanan jual bahkan memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt.

Sentimen negatif muncul setelah MSCI mengumumkan konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Namun, MSCI belum menetapkan keputusan akhir. Lembaga penyedia indeks global tersebut menjadwalkan keputusan paling lambat akhir Juni 2027.

Prediksi IHSG Hari Ini: Investor Cermati Level Support

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG masih berisiko mengalami koreksi pada perdagangan Senin.

Ia menempatkan level support pada 5.092 dan resistance pada 5.295.

Selain perkembangan MSCI, investor juga mencermati nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi China. Perbaikan indikator ekonomi China berpotensi mendukung prospek komoditas Indonesia.

Sementara itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguji level psikologis 5.000 apabila tekanan jual berlanjut.

Jika indeks menembus level tersebut, area 4.700–4.800 menjadi perhatian berikutnya.

Reformasi Pasar Modal Buka Peluang Pemulihan

Di tengah ketidakpastian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmen mempercepat reformasi pasar modal nasional.

Langkah tersebut mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham, penguatan pengawasan, dan perbaikan ketentuan saham publik atau free float.

Reformasi ini menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan investor domestik maupun internasional.

Investor juga menantikan arah kebijakan Bank Indonesia serta perkembangan indikator likuiditas dan kredit nasional sepanjang pekan ini.

Pengamat pasar menilai perubahan status MSCI tidak otomatis menyebabkan seluruh investor asing meninggalkan bursa Indonesia.

Investor aktif masih memiliki peluang mempertahankan portofolio apabila fundamental perusahaan tetap kuat dan valuasi saham menawarkan prospek menarik.

Dengan demikian, kehati-hatian tetap menjadi strategi utama menghadapi volatilitas pasar.

Penguatan tata kelola, transparansi, dan konsistensi kebijakan berpotensi menjadi katalis penting untuk membangun kembali kepercayaan investor.

Pasar kini menantikan respons positif otoritas serta perkembangan reformasi yang mampu menopang stabilitas IHSG dalam jangka panjang. []

Continue Reading