Ekonomi Review
Ancaman Indonesia Hadapi Kekurangan Talenta Terampil di Era Ekonomi Digital
MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bank Indonesia menilai kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing ekonomi nasional. Perubahan teknologi dan agenda keberlanjutan membuat kebutuhan talenta terus berkembang.
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan transformasi digital membutuhkan dukungan SDM yang kompeten. Hal serupa berlaku pada proses transisi energi dan pengembangan ekonomi hijau.
Menurut Destry, modal dan teknologi saja tidak cukup untuk menghadapi perubahan ekonomi. Indonesia juga membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri masa depan.
“Pengembangan talenta yang siap menghadapi masa depan bukan hanya agenda pendidikan. Ini adalah agenda daya saing,” ujar Destry dalam ISF 2026 di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.
Perubahan ekonomi global juga melahirkan kebutuhan profesi baru. Industri membutuhkan ahli risiko iklim, spesialis data, insinyur, dan tenaga ahli kecerdasan buatan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena Indonesia berpotensi menghadapi kekurangan tenaga kerja terampil. Kementerian Komunikasi dan Digital memproyeksikan kekurangan tersebut mencapai 3 juta orang.
Pada saat yang sama, Indonesia membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital hingga 2030. Kesenjangan tersebut dapat menjadi tantangan bagi pertumbuhan ekonomi jika tidak segera mendapat solusi.
Ancaman Indonesia dan Tantangan Bonus Demografi
Indonesia memiliki modal demografi yang besar. Sekitar 69 persen penduduk berada dalam kelompok usia produktif.
Namun, jumlah penduduk produktif belum otomatis menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang optimal. Pemerintah perlu memastikan tenaga kerja memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Destry mendorong pemerintah, regulator, lembaga pendidikan, dan sektor bisnis memperkuat kolaborasi. Sinergi tersebut penting untuk mengubah bonus demografi menjadi bonus kompetensi.
Bank Indonesia juga memperkuat Pusat Inovasi Digital Indonesia atau PIDI. BI turut menghadirkan Digital Talent Expo dalam rangkaian FEKDI x IFSE 2026.
Program tersebut mempertemukan talenta muda dengan kebutuhan industri keuangan dan teknologi. Langkah ini dapat mempersempit kesenjangan antara dunia pendidikan dan pasar kerja.
Destry menilai talenta, modal, dan inovasi teknologi harus berjalan bersama. Kombinasi ketiganya dapat mendorong ekonomi Indonesia menjadi lebih inklusif dan tangguh.
Kualitas SDM juga menentukan keberhasilan transisi menuju ekonomi berkelanjutan. Tenaga kerja perlu memahami teknologi sekaligus mampu merespons tantangan lingkungan.
Karena itu, Ancaman Indonesia tidak hanya berasal dari perubahan teknologi. Kesenjangan keterampilan juga dapat menghambat kemampuan Indonesia menangkap peluang ekonomi baru.
Penguatan kompetensi menjadi investasi jangka panjang. Indonesia perlu membangun talenta yang mampu beradaptasi dengan perubahan industri.
Dengan strategi tersebut, bonus demografi dapat menjadi kekuatan ekonomi. Indonesia juga memiliki peluang lebih besar untuk menjaga daya saing di tengah perubahan ekonomi global. []


