Teknologi & Komunikasi
Pemberdayaan UMKM di Wilayah 3T, Telkom Indonesia Latih 70 Mahasiswa Jadi Agen Digital melalui Program “Rural Youth AI Facilitator”
MEDIABUMN.COM, Jakarta – Telkom Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus mendorong pemerataan literasi digital di wilayah 3T melalui program bertajuk “Rural Youth AI Facilitator: Akselerasi Transformasi Digital Inklusif di Wilayah 3T Papua Barat Daya.” Program ini menjadi langkah nyata Telkom dalam memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pendampingan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Berdasarkan data Pemerintah Kota Sorong tahun 2023, terdapat lebih dari 6.823 UMKM yang terus diberdayakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, data Perindakop Kabupaten Sorong tahun 2025 menunjukkan bahwa dari sekitar 6.000 pelaku UMKM, baru sekitar 150 pelaku usaha yang memperoleh pelatihan digitalisasi. Kondisi tersebut menunjukkan masih lebarnya kesenjangan literasi digital, khususnya di wilayah 3T yang membutuhkan pendekatan lebih kontekstual dan berkelanjutan.
Menjawab tantangan tersebut, Telkom Indonesia menyelenggarakan pelatihan AI bagi 70 mahasiswa lokal yang dilaksanakan di UNIMUDA Sorong pada 21–23 April 2026 dan Universitas Papua (UNIPA) Waisai pada 28–30 April 2026. Melalui program ini, mahasiswa dipersiapkan menjadi agen digital yang mampu membantu masyarakat dan pelaku UMKM memanfaatkan teknologi AI untuk menyelesaikan berbagai tantangan usaha secara praktis dan relevan.
Program ini mengusung pendekatan Train the Trainer, yaitu penguatan kapasitas mahasiswa secara intensif agar setelah pelatihan mereka dapat terjun langsung ke desa-desa untuk melakukan pendampingan kepada pelaku usaha. Pendampingan dilakukan secara personal (1-on-1 mentoring), mulai dari membantu pembuatan aset digital, penguatan pemasaran, hingga pemanfaatan AI untuk efisiensi bisnis dan pengelolaan usaha.
Pendekatan ini dipilih karena teknologi AI masih sering dianggap rumit dan sulit diakses oleh masyarakat. Karena itu, Telkom menghadirkan pemuda lokal sebagai jembatan pengetahuan agar proses transfer teknologi dapat berlangsung lebih sederhana, dekat, dan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Ke depan, para agen digital ini diharapkan dapat berkolaborasi dengan tiga kelompok strategis di Papua Barat Daya. Pertama, mendampingi kelompok usaha “Mama-Mama Papua” dalam pengembangan produk olahan, pemasaran, serta pencatatan keuangan usaha. Kedua, mendukung pemuda penggerak desa untuk memperkuat promosi dan pemasaran digital. Ketiga, bersinergi bersama pengurus BUMDes dalam penguatan tata kelola kelembagaan dan perluasan kemitraan Business-to-Business (B2B).
“Sebagai perusahaan digital, Telkom Indonesia ingin memastikan bahwa inovasi teknologi tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di garda terdepan ekonomi. Melalui program Rural Youth AI Facilitator, Telkom berupaya menghadirkan pendampingan yang relevan agar masyarakat dan pelaku usaha di Papua dapat semakin mahir memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian usaha. Dengan semangat Bersama Jadi Bisa, kami percaya pemerataan literasi digital dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Hery Susanto, Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia.
Program ini merupakan bagian dari komitmen TJSL Telkom Indonesia dalam membangun ekosistem UMKM yang modern, inklusif, dan berdaya saing di wilayah Timur Indonesia. Melalui optimalisasi talenta muda lokal sebagai penggerak perubahan, Telkom turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Melalui kolaborasi lintas generasi dan pemanfaatan teknologi yang inklusif, Telkom Indonesia berharap program ini dapat menjadi investasi sosial jangka panjang untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat Papua yang berkelanjutan. []


