Connect with us

DESTINASI

Grand Hotel De Djokja: Kembalikan DNA Heritage dengan Wajah yang Makin Elegan

Berita BUMN Terbaru

Published

on

Grand Hotel De Djokja

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Yogyakarta selalu memiliki cara istimewa untuk memadukan sejarah, budaya, dan modernitas. Di tengah denyut kawasan Malioboro yang menjadi ikon wisata nasional, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang telah menjadi saksi perjalanan bangsa selama lebih dari satu abad, yakni Grand Hotel De Djokja.

Kini, hotel legendaris tersebut hadir dengan wajah baru. Tidak sekadar melakukan rebranding, Grand Hotel De Djokja berhasil mengembalikan identitas historis yang telah melekat sejak pertama kali berdiri pada tahun 1911. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi hotel sebagai salah satu properti heritage paling ikonik di Indonesia.

Dalam wawancara khusus bersama MEDIABUMN.COM, General Manager Grand Hotel De Djokja, Andreas Kahl, menjelaskan bahwa brand Grand Hotel De Djokja adalah nama asli sejak berdirinya hotel pada tahun 1911.

Transformasi yang dilakukan, lanjut Andreas, tidak hanya berfokus pada pembaruan fasilitas, tetapi juga menghidupkan kembali nilai sejarah yang menjadi DNA hotel tersebut.

Grand Hotel De Djokja

Andreas Kahl – General Manager Grand Hotel De Djokja.

“Grand Hotel De Djokja bukan hanya tempat menginap. Hotel ini merupakan bagian dari sejarah Yogyakarta dan perjalanan bangsa Indonesia. Kami ingin menghadirkan pengalaman menginap yang menghubungkan tamu dengan warisan sejarah tersebut melalui sentuhan hospitality modern,” ujar pria asal Jerman tersebut.

Di bawah payung InJourney sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), imbuh Andreas, Grand Hotel De Djokja masuk ke TIER properti yang mengusung konsep heritage collection.

Grand Hotel De Djokja memiliki visi untuk merawat dan melestarikan sejarah dari bangunan, sehingga Grand Hotel De Djokja juga bisa mengedukasi para tamu dengan sejarah perjalanan panjang dari berdirinya hotel ini

“Jadi Grand Hotel De Djokja masuk ke dalam kategori properti heritage yang diperbarui dan modernisasi lagi, di mana yang tadinya dikenal sebagai hotel MICE namun saat ini manajemen memfokuskan diri pada segmen tamu yang lebih beragam,” terang Andreas.

DNA HERITAGE

Perjalanan Grand Hotel De Djokja dimulai pada tahun 1911. Saat itu, hotel ini dikenal sebagai salah satu properti paling prestisius di Yogyakarta. Lokasinya yang berada tepat di kawasan Malioboro menjadikan hotel tersebut sebagai pusat aktivitas sosial, bisnis, dan pemerintahan pada masanya.

Seiring perjalanan sejarah Indonesia, hotel ini mengalami berbagai perubahan nama. Pada masa pendudukan Jepang, hotel sempat dikenal sebagai Hotel Asahi. Setelah Indonesia merdeka, nama hotel berubah menjadi Hotel Merdeka, kemudian Hotel Garuda, Natour Garuda, Inna Garuda, Grand Inna Malioboro, hingga akhirnya kembali menggunakan nama historisnya, Grand Hotel De Djokja pada tahun 2026.

Pengembalian nama tersebut menjadi bagian dari strategi besar InJourney Hospitality dalam memperkuat portofolio Heritage Collection. Tujuannya bukan hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata berbasis budaya yang autentik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Jejak sejarah Grand Hotel De Djokja bahkan memiliki keterkaitan erat dengan perjuangan bangsa. Salah satu ruang bersejarah yang kini menjadi perhatian adalah suite yang pernah digunakan oleh Jenderal Besar Sudirman pada tahun 1946. Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan bahkan memberikan perhatian khusus terhadap revitalisasi ruang bersejarah tersebut sebagai bagian dari pelestarian warisan nasional.

Menurut Andreas, keberadaan nilai sejarah tersebut menjadi pembeda utama dibandingkan hotel-hotel lain di Yogyakarta.

“Kami ingin setiap tamu tidak hanya menikmati kenyamanan hotel, tetapi juga merasakan atmosfer sejarah yang hidup di setiap sudut bangunan.”

Tidak mengherankan jika Grand Hotel De Djokja kini menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang menginginkan pengalaman menginap berbeda. Hotel ini menawarkan perpaduan antara kemewahan modern dan nuansa heritage yang autentik.

Selain menjadi tujuan wisatawan, hotel ini juga semakin diminati oleh kalangan korporasi, instansi pemerintah, komunitas, hingga penyelenggara event nasional maupun internasional.

BERAGAM FASILITAS LENGKAP

Selain dikenal sebagai hotel heritage, Grand Hotel De Djokja juga berkembang menjadi salah satu destinasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) terkemuka di Yogyakarta.

Menurut Andreas, segmen MICE menjadi salah satu fokus utama pengembangan bisnis hotel ke depan.

“Kami melihat pertumbuhan kebutuhan MICE di Yogyakarta sangat besar. Karena itu Grand Hotel De Djokja terus memperkuat fasilitas dan layanan untuk memenuhi kebutuhan meeting, convention, exhibition, gathering hingga wedding berskala besar,” jelas Andreas.

Keunggulan utama hotel ini terletak pada lokasinya yang berada tepat di pusat Malioboro. Akses menuju bandara, stasiun, pusat pemerintahan, kampus, serta berbagai destinasi wisata dapat dijangkau dengan mudah.

Grand Hotel De DjokjaUntuk kebutuhan korporasi dan event organizer, Grand Hotel De Djokja menyediakan ballroom representatif yang mampu mengakomodasi berbagai jenis acara, antara lain konvensi nasional, seminar dan konferensi, rapat kerja perusahaan, peluncuran produk, gala dinner, awarding night, pernikahan, pameran dan expo.

Selain ballroom utama, tersedia pula berbagai meeting room dengan kapasitas yang fleksibel. Ruangan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan rapat kecil hingga forum bisnis dengan jumlah peserta yang lebih besar.

Fasilitas MICE yang lengkap membuat hotel ini menjadi pilihan banyak kementerian, BUMN, perusahaan swasta nasional, hingga organisasi internasional yang menggelar kegiatan di Yogyakarta.

Tidak hanya itu, Grand Hotel De Djokja juga menghadirkan layanan wedding yang semakin diminati masyarakat.

Konsep ballroom heritage berpadu dengan pelayanan profesional untuk menciptakan pengalaman pernikahan yang elegan dan berkesan.

Andreas menjelaskan bahwa banyak pasangan memilih Grand Hotel De Djokja karena lokasi strategis, nuansa sejarah yang unik, serta kualitas layanan yang sudah teruji selama puluhan tahun.

Selain fasilitas MICE, hotel juga menawarkan berbagai fasilitas pendukung lainnya, antara lain yaitu kamar dan suite premium, restoran dengan menu lokal dan internasional, lounge dan area bersantai, kolam renang, fitness center, area parkir luas, layanan concierge, akses internet berkecepatan tinggi dan business center.

Setiap fasilitas dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi wisatawan maupun tamu korporasi.

Keberadaan fasilitas yang lengkap membuat Grand Hotel De Djokja mampu melayani berbagai segmen pasar secara bersamaan. Mulai dari wisata keluarga, perjalanan bisnis, kegiatan pemerintahan, hingga event berskala nasional.

Bagi Grand Hotel De Djokja, transformasi bukan sekadar memperbarui bangunan atau mengganti identitas merek. Transformasi merupakan upaya menghadirkan kembali warisan sejarah Indonesia dalam kemasan yang relevan dengan kebutuhan masa kini.

Melalui penguatan DNA heritage, peningkatan fasilitas MICE, serta layanan hospitality berstandar tinggi, Grand Hotel De Djokja semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon perhotelan nasional.

Grand Hotel De DjokjaDi tengah persaingan industri hospitality yang semakin ketat, Grand Hotel De Djokja membuktikan bahwa sejarah bukan hanya cerita masa lalu. Sejarah dapat menjadi kekuatan masa depan yang mampu menciptakan pengalaman menginap yang berkelas, autentik, dan tak terlupakan.

Grand Hotel De Djokja, imbuh Andreas, akan terus mengembangkan layanan terbaik sambil menjaga nilai-nilai sejarah yang telah diwariskan selama lebih dari satu abad.

Dengan wajah baru yang semakin elegan, fasilitas MICE yang lengkap, serta lokasi premium di jantung Malioboro, Grand Hotel De Djokja siap menjadi pilihan utama bagi wisatawan, pelaku bisnis, maupun penyelenggara berbagai event prestisius di Yogyakarta. []

Continue Reading