Connect with us

Agrobisnis & Pangan

Bos Bulog Pastikan Beras Bantuan Bencana NTT Berkualitas Medium

Berita BUMN Terbaru

Published

on

Bantuan Bencana NTT

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Perum Bulog memastikan kualitas beras yang pemerintah salurkan kepada masyarakat terdampak bencana. Beras tersebut berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdani mengatakan, pemerintah menggunakan beras berkualitas medium untuk bantuan pangan. Ketentuan yang sama berlaku untuk bantuan bagi korban bencana alam.

“Beras cadangan pemerintah yang ada di gudang kita saat ini adalah beras medium,” kata Rizal dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Menurut Rizal, beras medium Bulog memiliki spesifikasi yang sudah mengikuti ketentuan pemerintah. Beras tersebut memiliki beras pecah maksimal 25 persen. Kadar airnya mencapai maksimal 14 persen. Sementara itu, kandungan menir berada pada angka 2 persen.

Standar tersebut menjadi acuan Bulog dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Bulog juga memastikan proses distribusi mengikuti prosedur yang telah pemerintah tetapkan.

Bantuan Bencana NTT Disiapkan dengan Stok Beras Memadai

Rizal menyebut masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur berpotensi menerima bantuan beras dari dua skema. Mereka dapat memperoleh bantuan khusus bencana sekaligus bantuan pangan pemerintah.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan beras di wilayah terdampak meningkat. Namun, Bulog memastikan penyaluran bantuan tidak mengganggu ketersediaan beras nasional.

Bulog bahkan telah menyiapkan stok beras untuk kebutuhan korban bencana di NTT. Persediaan tersebut mencapai sekitar sepuluh kali lipat dari kebutuhan yang telah terhitung.

Hingga 1 September 2026, Bulog telah menyalurkan sekitar 1.321,55 ton beras ke sejumlah wilayah NTT. Penyaluran tersebut berasal dari beberapa sumber cadangan pangan pemerintah.

Rinciannya mencakup 881,98 ton CBP untuk penanganan bencana alam. Bulog juga menyalurkan 101,8 ton Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).

Selain itu, bantuan pangan pemerintah menyumbang penyaluran beras sekitar 472,9 ton. Angka tersebut menunjukkan besarnya dukungan pemerintah untuk menjaga kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

Bulog tidak hanya menyalurkan beras. Perusahaan juga mendistribusikan Minyakita kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Total penyaluran Minyakita mencapai sekitar 7.000 liter. Bantuan tersebut menyasar tujuh kabupaten dan kota yang mengalami dampak bencana.

Penyaluran bantuan pangan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas masyarakat setelah bencana. Ketersediaan beras dan kebutuhan pokok membantu masyarakat memenuhi kebutuhan harian selama proses pemulihan.

Bulog terus memastikan distribusi berjalan sesuai kebutuhan lapangan. Dengan dukungan stok yang memadai, pemerintah dapat menjaga kesinambungan bantuan sekaligus mempertahankan ketahanan pangan nasional. []

Continue Reading