Energi & Tambang
Antam Amankan 9 Ton Emas Murni Freeport
MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terus memperkuat bisnis emas melalui peningkatan serapan bahan baku domestik. Hingga Agustus 2026, Antam telah membeli 9 ton Emas Murni Freeport dari PT Freeport Indonesia.
Freeport memproduksi emas tersebut melalui fasilitas Precious Metals Refinery (PMR) di Gresik, Jawa Timur. Langkah ini memperkuat keterhubungan antara sumber daya mineral nasional dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Antam memiliki posisi strategis dalam rantai industri emas nasional. Perusahaan mengelola bisnis dari pengadaan bahan baku hingga pemasaran produk emas kepada masyarakat.
Kerja sama dengan Freeport juga menjadi bagian dari strategi Antam untuk meningkatkan pemanfaatan hasil tambang dalam negeri. Perusahaan ingin memperbesar porsi emas domestik dalam rantai pasok nasional.
Antam tidak hanya mengandalkan satu sumber pasokan. Perseroan juga menjalin kerja sama dengan sejumlah produsen emas nasional.
Mitra tersebut antara lain PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Merdeka Group, PT Citra Palu Minerals, dan PT Agincourt Resources. Antam juga bekerja sama dengan PT Sumbawa Jutaraya, PT J Resources Bolaang Mongondow, serta PT Indo Muro Kencana.
Strategi tersebut membantu Antam membangun sumber pasokan yang lebih beragam. Langkah ini juga mendukung kesinambungan bahan baku untuk bisnis emas perseroan.
Emas Murni Freeport Perkuat Bisnis Emas Antam dan Ekosistem Bullion Nasional
Bisnis emas menjadi salah satu penopang utama kinerja Antam. Pada semester I 2026, penjualan emas mencapai 18.080 kilogram atau sekitar 18,08 ton.
Nilai penjualan tersebut mencapai Rp50,39 triliun. Angka itu meningkat sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada semester I 2025, Antam mencatat nilai penjualan emas sebesar Rp49,68 triliun. Kontribusi bisnis emas mencapai sekitar 80 persen dari total penjualan bersih perseroan.
Secara keseluruhan, Antam mencatat penjualan bersih Rp62,71 triliun pada semester I 2026. Sementara itu, produksi emas dari tambang Antam mencapai 433 kilogram.
Data tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan Antam terhadap sumber bahan baku emas. Karena itu, perseroan terus memperluas jaringan pasokan dari produsen domestik.
Direktur Utama Antam Untung Budiharto mengatakan perusahaan terus mengembangkan bisnis emas secara terintegrasi. Strategi tersebut mencakup pengadaan bahan baku, pemurnian, manufaktur, hingga pemasaran.
Antam juga ingin memastikan kebutuhan emas nasional dapat terpenuhi melalui rantai pasok dalam negeri. Strategi tersebut sekaligus membuka peluang peningkatan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.
Selain memperkuat pasokan, Antam terus memperluas akses masyarakat terhadap produk Logam Mulia. Perusahaan mengembangkan produk, layanan, kanal distribusi, dan kemitraan strategis.
Penguatan rantai pasok domestik juga mendukung perkembangan industri bullion Indonesia. Ekosistem tersebut membutuhkan keterhubungan antara produsen tambang, pengolah, pelaku industri, dan konsumen.
Antam menargetkan sinergi dengan produsen emas nasional terus berkembang. Perseroan juga akan meningkatkan penyerapan emas dari sumber domestik.
Langkah tersebut dapat memperkuat integrasi industri emas dari hulu hingga hilir. Pada saat yang sama, strategi ini mendorong pemanfaatan sumber daya mineral Indonesia di pasar domestik.
Dengan meningkatnya serapan emas dalam negeri, Antam memiliki ruang untuk memperkuat kapasitas bisnis emas. Perusahaan juga dapat memperluas kontribusinya dalam pengembangan ekosistem bullion nasional. []


