Connect with us

Perbankan

OCBC Peringkat 1 World’s Top Performing Banks, Bagaimana Peringkat Bank BUMN?

Berita BUMN Terbaru

Published

on

World's Top Performing Banks

MEDIABUMN.COM, Jakarta –  OCBC Bank mencatat pencapaian tertinggi dalam daftar perdana World’s Top Performing Banks 2026. Pemeringkatan Forbes dan Statista menempatkan bank Singapura tersebut di posisi pertama kelompok bank global.

DBS Group menyusul di peringkat kedua. Keduanya mengungguli sejumlah raksasa perbankan dunia. JPMorgan Chase berada di posisi kelima, sedangkan China Merchants Bank menempati posisi keempat.

Forbes menyusun pemeringkatan ini berdasarkan data keuangan. Metodenya berbeda dari daftar bank terbaik Forbes sebelumnya yang mengandalkan survei nasabah.

Forbes dan Statista menilai empat aspek utama. Aspek tersebut mencakup profitabilitas, pertumbuhan dan kualitas laba, ketahanan modal serta pendanaan, dan kualitas aset serta efisiensi. Bobotnya masing-masing mencapai 30%, 20%, 25%, dan 25%.

World’s Top Performing Banks, Bagaimana Posisi Bank BUMN?

Sebanyak 500 bank dari 89 negara masuk dalam World’s Top Performing Banks 2026. Forbes membagi seluruh peserta ke dalam enam kelompok berdasarkan total aset.

Kelompok Tier 1 mencakup bank dengan aset lebih dari US$500 miliar. Tier 2 mencakup bank dengan aset US$100 miliar hingga US$500 miliar.

Indonesia menyumbang enam bank dalam pemeringkatan tersebut. Bank Central Asia menempati peringkat keempat pada Tier 3. Bank Mandiri berada di posisi ketujuh pada Tier 2.

Bank Syariah Indonesia menempati posisi ke-10 pada Tier 4. Sementara itu, Bank Negara Indonesia atau BNI berada di peringkat ke-33 pada Tier 3.

Dua bank lainnya berasal dari kelompok swasta. PaninBank menempati peringkat ke-49 pada Tier 5. Bank Jatim berada di posisi ke-75 pada kelompok yang sama.

Bagi kelompok bank BUMN, hasil tersebut menunjukkan posisi yang cukup kuat. Bank Mandiri menjadi bank BUMN Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam daftar tersebut.

BNI juga berhasil masuk melalui kelompok Tier 3. Namun, BRI dan BTN tidak termasuk enam bank Indonesia yang tercantum dalam daftar Forbes–Statista 2026. Karena itu, absennya kedua bank tersebut tidak dapat diartikan sebagai penilaian kinerja secara keseluruhan.

Pemeringkatan ini juga perlu dibaca berdasarkan kelompok aset. Forbes tidak membandingkan seluruh bank dalam satu kelas yang sama. Pembagian tersebut membuat penilaian lebih relevan berdasarkan skala bisnis masing-masing bank.

Bagi perbankan Indonesia, masuknya Mandiri dan BNI memperlihatkan daya saing industri nasional di tingkat global. Penilaian Forbes juga menyoroti indikator yang berkaitan langsung dengan kesehatan fundamental bank.

Profitabilitas tetap menjadi faktor terbesar dalam penilaian. Pertumbuhan laba, kualitas pendapatan, kekuatan modal, struktur pendanaan, kualitas kredit, dan efisiensi turut menentukan hasil akhir.

Pemeringkatan ini memberi perspektif berbeda terhadap kinerja bank. Ukuran aset besar saja tidak cukup. Bank juga perlu menjaga kualitas pertumbuhan dan ketahanan neraca.

Bagi bank BUMN, tantangan berikutnya adalah mempertahankan kualitas tersebut. Penguatan efisiensi, digitalisasi, manajemen risiko, dan pertumbuhan kredit yang sehat akan menjadi faktor penting untuk meningkatkan posisi pada pemeringkatan global berikutnya. []

Continue Reading