HIGHLIGHT BUMN
Asuransi Asei Indonesia: Fokus menjaga Pertumbuhan Kinerja dan Perbaikan Bisnis Proses di tengah Sejumlah Tantangan
BIDIK MARKET POTENSIAL
Bisnis asuransi nasional pada tahun 2025 menghadirkan sejumlah peluang signifikan meskipun tantangan tidak sedikit. Pasar asuransi masih memiliki ruang besar untuk diperluas, terutama di segmen yang selama ini kurang tergarap.
Salah satu market potensial saat ini adalah Financial Technology atau Fintech. Perkembangan pesat fintech dan transformasi digital membuka peluang ceruk yang sangat menarik bagi perusahaan asuransi di Indonesia untuk berkembang lewat asuransi fintech yang penetrasinya dinilai masih tergolong kecil, dimana data OJK per Juli 2025, kontribusi premi dari kanal digital terhadap total premi hanya sebesar 2,61%.
Menurut Agus, peluang fintech sangat besar dan menjadi market yang menarik untuk masuk dalam aspek bisnis keuangan Asei yang tentunya terus dibutuhkan pengembangan. Adanya Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) yang tengah diinisasi oleh konsorsium untuk menjamin asuransi kredit fintech, semakin membuat peluang pasar fintech menjadi lebih besar.
Bagaimana dengan Asei? Menurut Agus, Asei mulai menjalin kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk regulator. Asei tengah menyiapkan sejumlah kebijakan yang selaras dengan bisnis model pada bisnis fintech itu sendiri, termasuk juga kesiapan dari sisi infrastruktur teknologinya.
Agus mengaku tidak ada target khusus dari perluasan pasar bisnis pada fintech, namun ia mengaku bahwa Asei on track dan fokus untuk menggarap pasar fintech. “Kami berjalan sesuai dengan strategi bisnis yang telah ditetapkan yaitu dengan melakukan penguatan bisnis pada asuransi keuangan,” ujar Agus.
Asei di 2026 bertekad untuk melanjutkan upaya dalam keseimbangan portofolio, karena harus diakui Asei belum cukup kuat pada market retail. Sejak awal tahun 2025, Asei sudah mulai masuk dalam strategi pengembangan bisnis retail, dimana pada pertengahan tahun 2025 Asei mulai mempersiapkan infrastruktur bisnis mulai dari perbaikan proses, pengembangan produk serta chanel distribusi. Perbaikan bisnis proses dilakukan melalui simplifikasi proses bisnis, pengembangan H2H dan digitalisasi proses bisnis untuk percepatan layanan. Adapun pengembangan chanel distribusi untuk mendorong percepatan penetrasi bisnis retail, yang nantinya di tahun 2026 dan seterusnya akan menjadi bagian dari penopang pertumbuhan kinerja perusahaan.
Selain pasar Fintech, imbuh Agus, Asei saat ini juga tengah menyiapkan pasar potensial lainnya khususnya yang berkaitan dengan program-program strategis Pemerintahan Presiden Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), program 3 juta rumah dan juga koperasi desa/kelurahan merah putih.
“Untuk mendukung hal tersebut, Asei tengah menyiapkan skema proteksi yang diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan serta memberikan perlindungan optimal terhadap implementasi program-program strategis pemerintah, seperti perlindungan property dapur MBG, PA pegawai, dan juga asuransi kredit untuk koperasi desa/kelurahan merah putih,” ujar Agus.


