Connect with us
PERTAMINA

Airport Services

Wujudkan Kesetaraan Akses Pekerjaan bagi Penyandang Disabilitas, Angkasa Pura I Rekrut Pegawai Penyandang Disabilitas

Published

on

penyandang disabilitas

MEDIABUMN.COM, Jakarta, – PT Angkasa Pura I (Persero) merekrut empat tenaga kerja penyandang disabilitas yang akan ditempatkan pada Unit Training and Development di Kantor Pusat Jakarta dan Unit Stakeholder Relations di Kantor Cabang Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Bandara Adi Soemarmo Solo, dan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Hal ini merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap perwujudan kesetaraan akses pekerjaan dan pemenuhan hak pekerja penyandang disabilitas sesuai dengan program Kementerian BUMN yang melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Ketenagakerjaan pada Juli 2020 lalu terkait pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas di BUMN.

Adapun empat tenaga kerja penyandang disabilitas yang direkrut tersebut merupakan peserta yang lolos seleksi Program Perekrutan Bersama (PPB) Disabilitas tahun 2020 di mana latar belakang pendidikannya yaitu S1 Sastra Inggris, S1 Pendidikan Bahasa Inggris, dan S1 Administrasi Bisnis dengan jenis disabilitas daksa.

“Sebagai perusahaan yang bervisi global, Angkasa Pura I mendukung berbagai upaya yang terdapat dalam sustainable development goals dan konvensi internasional, termasuk pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dalam mengakses pasar kerja. Rekrutmen penyandang disabilitas ini merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap kesetaraan akses pekerjaan bagi siapapun warga negara Indonesia yang memenuhi syarat kapabilitas dan profesionalitas untuk bekerja di Angkasa Pura I,” ujar Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan. []

Airport Services

Kembangkan Bisnis Kargo, Angkasa Pura Logistik Buka Rute Makassar – Singapura

Published

on

Angkasa Pura Logistik

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I turut serta mendukung program Pemerintah Sulawesi Selatan terkait pengiriman ekspor langsung keluar negeri melalui salah satu anak perusahaannya yaitu Angkasa Pura Logistik.

Hari ini, Rabu 1 Desember 2021, Angkasa Pura Logistik meresmikan pembukaan rute kargo internasional perdana Makassar – Singapura dengan pesawat jenis Boeing 737-300 yang bekerja sama dengan maskapai Tri-M.G. Pesawat ini dapat menampung sebanyak 15.000 kg dan dijadwalkan terbang 2 kali seminggu pada hari Rabu dan Sabtu.

Layanan kargo udara (air freight) Angkasa Pura Logistik menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pengiriman dan pendistribusian kargo, baik domestik maupun internasional.

Selama 1 tahun sejak Juni 2020, Angkasa Pura Logistik dengan 2 armada pesawat kargo jenis ATR 72-500 telah melayani penerbangan kargo ke berbagai rute domestik yaitu Batam, Banjarmasin, Balikpapan, Pekanbaru, dan Surabaya.

“Tugas kami menyediakan sarana untuk menunjang konektivitas, akses, dan penyimpanan. Tentunya ini bentuk komitmen dari Angkasa Pura I untuk mendukung program pemerintah dalam implementasi national logistic ecosystem,” ujar Direktur Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I Dendi T. Danianto.

Dendi menambahkan bahwa melalui anak perusahaan Angkasa Pura Logistik diharapkan dapat membantu mendongkrak bisnis kargo serta membantu meningkatkan perekonomian Sulawesi Selatan, khususnya dalam bidang ekspor.

Penerbangan ini juga menambah jumlah penerbangan khusus kargo yang terbang langsung ke luar negeri dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Sebelumnya terdapat pesawat kargo Garuda Indonesia yang terbang ke Hongkong dan Singapura.

Selama tahun 2021 ini, tercatat pergerakan kargo di Bandara Sultan Hasanuddin sebanyak 77.000 ton, tumbuh 30 persen dari tahun 2020. Dengan adanya penerbangan perdana dari Angkasa Pura Logistik, diharapkan dapat mendongrak komoditas ekspor, terutama komoditi perikanan, yang dikirim dari Sulawesi Selatan.

Kelancaran dan suksesnya penerbangan ini tentunya tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama dari Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan, Balai Besar Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Makassar, Bea Cukai Makassar, dan eksportir serta Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU).

“Kargo merupakan bisnis yang potensial di masa pandemi ini. Saya harap ketersediaan layanan penerbangan langsung ke luar negeri ini terus ada dan bisa ditambah frekuensi untuk ke depannya. Sehingga tahun depan diharapkan pengiriman dapat meningkat sebanyak 50 persen,” ujar Andi Sudirman Sulaiman, Plt. Gubenur Sulawesi Selatan.

Angkasa Pura I bersama Angkasa Pura Logistik juga telah melakukan revitalisasi terminal kargo di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan luas 1.700 meter persegi. Terminal kargo ini dapat melayani aktivitas warehousing, incoming-outgoing baik untuk kargo domestik maupun internasional serta trans-shipment.

Hal yang menarik dari fasilitas kargo di Bandara Sultan Hasanuddin adalah tersedia 7 parking stand khusus air freighter yang berlokasi tepat di depan terminal kargo, sehingga operasionalnya dapat berjalan lebih optimal. Dengan berkembangnya bisnis dan pergerakan kargo, revitalisasi terminal kargo merupakan langkah yang tepat guna mendukung operasional bisnis kargo di Bandara Sultan Hasanuddin. []

Continue Reading

Airport Services

Grand Opening Gerai UKM Kalsel, Angkasa Pura I Bergerak Majukan Ekonomi Kalsel

Published

on

Gerai UKM

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Gerai UKM Kalimantan Selatan resmi dibuka melalui prosesi Grand Opening pada Senin lalu (29/11) di Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Berlokasi di lantai dua Bandara Internasional Syamsudin Noor, prosesi Grand Opening Gerai dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Direktur PT Sarinah (Persero), Vice President Non-Aeronautical Business, Ahmad Syaugi Shahab dan General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor dari PT Angkasa Pura I (Persero), serta Direktur Utama Angkasa Pura Retail.

“Kami ingin menyampaikan terima kasih atas sinergi apik yang telah terjalin antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Koperasi & UKM Kalimantan Selatan, PT Sarinah (Persero), Angkasa Pura Retail, dan para pihak yang sudah terlibat hingga terwujudnya gerai khusus UKM Kalimantan Selatan yang nyaman dan berkelas ini. Hal ini merupakan usaha kita bersama untuk mendukung kemajuan kreativitas pelaku UKM Kalimantan Selatan untuk meningkatkan perekonomian lokal”, terang Dony Subardono, General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Gerai UKM

Gerai yang merupakan hasil kerja sama antara PT Angkasa Pura I, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, PT Sarinah, dan Angkasa Pura Retail ini menampilkan sebanyak 58 UKM yang telah dikurasi oleh pihak Sarinah dan Angkasa Pura Retail dari total 75 UKM binaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan yang mendaftar. Produk-produk yang tersedia beragam, mulai dari kain sasirangan khas Kalimantan Selatan, kerajinan, perhiasan/permata, hingga aneka olahan makanan khas seperti kopi dan sambal acan.

“Mengusung tipe gerai premium, segala sesuatu terkait gerai UKM ini dipersiapkan dengan matang oleh seluruh pihak. Produk-produk yang berkualitas didukung dengan tata letak dan desain gerai yang istimewa kami harap tidak hanya dapat menarik para penumpang, namun juga dapat menjadi salah satu pilihan tempat berbelanja oleh-oleh dari Kalimantan Selatan”, pungkas Dony. []

Continue Reading

Airport Services

Angkasa Pura I Jadi Contoh Penerapan Inisiatif Green Airport pada Seminar Green Airport ICAO

Published

on

Green Airport

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I merupakan pengelola bandara yang memiliki visi lingkungan dan senantiasa berkomitmen untuk dapat berkontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan hidup dalam melakukan operasi bisnisnya. Salah satunya dengan penerapan konsep green airport pada bandara-bandaranya.

Kesuksesan penerapan green airport atau eco-airport Angkasa Pura I tersebut diakui oleh International Civil Aviation Organization (ICAO), lembaga penerbangan sipil dunia di bawah lembaga PBB, di mana Angkasa Pura I dijadikan pemateri pada kegiatan “ICAO Seminar on Green Airports” yang diadakan ICAO pada 29-30 November 2021 secara virtual. Pada seminar tersebut, Angkasa Pura I diwakili oleh Direktur Pemasaran dan Pelayanan Devy Suradji yang menyampaikan materi dengan judul “Developing Sustainability for Airports in Indonesia through Innovation, Participation, and Reaching Out to the Communities”.

“Praktik bisnis berkelanjutan yang memperhatikan aspek lingkungan hidup dan lingkungan sosial merupakan salah satu fokus Angkasa Pura I di mana hal ini menjadi salah satu misi perusahaan. Kebijakan lingkungan yang dibuat perusahaan berupaya untuk merespon kebutuhan dan ekspektasi pemangku kepentingan dengan memberika layanan yang ramah lingkungan dan tunduk pada berbagai aturan terkait lingkungan, memberikan contoh perilaku disiplin dan mengembangkan ide kreatif terkait manajemen dan perlindungan lingkungan bandara, serta mencegah pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan upaya-upaya berkelanjutan melalui pembangunan green building, manajeman limbah, green procurement, green process, program reduce-reuse-recycle, manajemen habitat, konservasi energi, audit eksternal dan internal,” ujar Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I Devy Suradji.

Sebagai perusahaan pengembang dan pengelola bandara, Angkasa Pura I beroperasi berdasarkan berbagai regulasi yang terkait lingkungan, seperti Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No. 21 Tahun 2021 tentang Penilaian Kinerja Bangunna Gedung Hijau, Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP/124/VI/2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Bandara Ramah Lingkungan (Eco-Airport), Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kegiatan Fisik Pemanfaatan Energi Baru dan Energi Terbarukan serta Konservasi Energi, dan berbagai regulasi lainnya.

Berbagai regulasi tersebut diturunkan ke dalam kebijakan internal perusahaan seperti pedoman bagi manajemen limbah beracun dan berbahaya, pedoman pembangunan green building di bandara, pedoman implementasi ISO 14000:2015 Sistem Manajemen Lingkungan, dan langkah-langkah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Implementasi inisiatif eco-airport dan sistem efektif manajemen lingkungan dilakukan melalui penerapan sistem manajemen lingkungan menggunakan pendekatan ISO 14001 di mana hampir seluruh bandara kelolaan telah mendapat sertifikat ISO 14001 tersebut; penerapan lebih jauh manajemen habitat atau studi biodiversitas sebagai program untuk mengontrol hewan liar di bandara; program manajemen limbah termasuk pengelolaan limbah cair dan limah padat; menyosialisasikan program green airport ke tenant dan penumpang pesawat (seperti pengurangan penggunaan sedotan pada tenant restoran, pengurangan penggunaan plastik belanja, dan lainnya).

Terkait upaya pengurangan emisi gas rumah kaca, beberapa inisiatif yang dilakukan Angkasa Pura I yaitu implementasi standardisasi green airport termasuk pendirian green building/ airports (Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo dan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang), green construction, dan green procurement; pencatatan gas rumah kaca melalui Airport Carbon Emission Rating Tools (ACERT); mitigasi emisi melalui penggunaan lampu LED, sistem sensor, sistem otomatis gedung, penanaman pohon, dan lainnya.

Sebagai informasi, Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon (YIA) Progo berhasil meraih sertifikat “Gold” Greenship dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Raihan ini membuat YIA menjadi yang pertama dan satu-satunya bandara di Indonesia yang dengan sertifikat “Gold” Greenship Building. Dalam kegiatan operasionalnya, YIA didukung berbagai perangkat utilitas yang mendukung konsep ramah lingkungan seperti penggunaan lampu LED, elevator, lift dan travelator yang menggunakan fitur sleep mode, sanitair dengan fitur dual flush and auto faucet, serta penggunaan kaca bangunan Sunergy Green yang mampu merefleksikan sinar matahari dengan baik dan mendukung efisiensi penggunaan pendingin ruangan di dalam area terminal. YIA juga didukung dengan fasilitas stormwater management kawasan di mana berfungsi untuk menangkap, mengumpulkan, mengolah, meresapkan air limpasan hujan untuk digunakan sebagai sumber air alternatif yang mendukung keperluan operasional bandara.

Terkait implementasi konservasi energi, Angkasa Pura I menggunakan sistem panel surya di beberapa area, menggunakan biofuel atau materi lainnya terkait energi terbarukan, mengurangi konsumsi listrik dengan menggunakan sistem sensor otomatis gedung, pendingan magnetik, dan lainnya. Pada 2021 ini, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menjadi bandara Angkasa Pura I pertama yang menerapkan Sistem Manajemen Energi ISO 50001:2018. Dengan menerapkan sistem manajemen energi ini, bandara dapat melakukan penghematan atau efisiensi energi yang dapat berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Penerapan manajemen energi di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali hingga Desember 2021 ini berpotensi menghasilkan penghematan energi sebesar 3.627.686 Kwh atau setara dengan Rp. 4.309.691.285,-. Selain manfaat penghematan energi, manajemen energi di Bandara Bali juga berpotensi untuk menurunkan emisi GRK sebesar 2.866 ton CO2/Mwh.

“Mewujudkan keberlanjutan merupakan upaya yang tiada akhir mengingat kondisi lanskap area bisnis yang berbeda dan perubahan perilaku konsumen yang terus berubah. Oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi dan kerja sama untuk mewujudkan tujuan berkelanjutan di sektor aviasi, tidak hanya dengan melibatkan stakeholder di dalam industri ini tapi juga seluruh stakeholder di luar industri aviasi,” ujar Devy Suradji. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!