Connect with us
PERTAMINA

Airport Services

Wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, Angkasa Pura I Salurkan Rp5,6 Miliar pada Semester I 2021

Published

on

tanggung jawab sosial

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) senantiasa berkomitmen untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Hal tersebut dilakukan melalui pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.

Pada semester 1 2021, Angkasa Pura I telah menyalurkan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) sebesar Rp5,6 miliar yang terdiri dari penyaluran program pendanaan usaha mikro kecil (UMK) sebesar Rp350 juta dan bantuan kegiatan bina lingkungan sebesar Rp4,53 miliar serta bantuan corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp799.528.500,-.

Sebagai badan usaha yang beroperasi di tengah masyarakat, Angkasa Pura I memiliki kewajiban tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan merupakan kunci bagi keberlanjutan bisnis di mana para pemangku kepentingan mendapat manfaat dari keberlangsungan bisnis perusahaan.

“Selain berkontribusi terhadap perwujudan konektivitas udara melalui pengembangan infrastruktur bandara di Indonesia, Angkasa Pura I juga memberikan sumbangsih terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Adapun program bina lingkungan yang telah dilaksanakan pada semester I 2021 yaitu bantuan sektor bencana alam untuk korban banjir Manado dan Banjarmasin yang merupakan bentuk perwujudan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) kesebelas (kota dan pemukiman berkelanjutan); bantuan bidang pendidikan dan pelatihan untuk pembangunan dan renovasi sarana pendidikan, dan beasiswa D3 Kebandarudaraan yang merupakan bentuk perwujudan TPB keempat (pendidikan berkualitas); bantuan bidang kesehatan berupa pelayanan kesehatan keliling di Yogyakarta dan Semarang sebagai perwujudan TPB ketiga (kehidupan sehat sejahtera); bantuan sarana umum berupa pembangunan Posyandu, pembangunan gedung sekretariat warga dan yayasan pemulihan korban narkoba sebagai perwujudan tujuan pembangunan berkelanjutan kesebelas (kota dan pemukiman berkelanjutan); bantuan bidang ibadah yang merupakan bentuk perwujudan TPB keempat dan kesebelas; dan bantuan bidang sosial pengentasan kemiskinan untuk yayasan dan panti asuhan sebagai bentuk permenuhan TPB kesatu (tanpa kemiskinan), kedua (tanpa kelaparan), dan kedelapan (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi).

Untuk menjalankan bisnis yang berkelanjutan, Angkasa Pura I senantiasa mengantisipasi potensi dampak yang akan timbul, baik terhadap lingkungan sosial maupun lingkungan alam. Oleh karena itu, Angkasa Pura I senantiasa berupaya memperhatikan dan memenuhi kepentingan dan harapan bersama para pemangku kepentingan perusahaan, terutama masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, dengan perusahaan melalui pelaksanaan program-program yang sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals.

Pada masa adaptasi kebiasaaan baru, Angkasa Pura I menyesuaikan strategi CSR-nya sehingga dapat membantu masyarakat dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19. Salah satu inisiatif yang dilakukan yaitu dengan memberikan stimulus pembayaran angsuran bagi mitra binaan perusahaan agar keberlangsungan usaha dapat tetap terjaga. Selain itu, Angkasa Pura I juga turut aktif membantu penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 dan membantu masyarakat yang terdampak pandemi melalui pemenuhan kebutuhan alat kesehatan dan bantuan sembako. Untuk bantuan alat kesehatan beserta pendukungnya terdiri dari cairan disinfektan, hand sanitizer, kacamata google, fasilitas cuci tangan portable, alat pelindung diri (APD), alat semprot disinfektan, thermo gun, masker kain, masker N95, sarung tangan karet, komputer desktop, printer, face shield, mobil ambulance, sepatu medik.

Untuk mendukung strategi bisnis, Angkasa Pura I merancang program CSR yang relevan dengan bisnis kebandarudaraan yaitu Program Beasiswa Diploma III Kebandarudaraan bagi lulusan sekolah menengah atas yang berprestasi di wilayah kerja perusahaan.

Selain itu, Angkasa Pura I juga merancang program CSR yang mendukung pengembangan pariwisata daerah seperti pembangunan fasilitas umum di tempat wisata, penanaman terumbu karang, dan penghijauan di daerah wisata. Adapun fasilitas umum yang dibangun di daerah wisata di wilayah bandara Angkasa Pura I beradaseperti Pantai Laisana Kupang, Pantai Pulisan Manado, Hutan Pinus Gunung Penggger Bantul, Taman Satwa Taru Jurug Surakarta, Pura Besakih Bali, Taman Bantimurung Maros; yaitu toilet umum, tempat sampah, pembangunan spot foto, pembangunan area komersil di tempat wisata, pembangunan titian di taman wisata mangrove, dan lainnya.

Angkasa Pura I juga berkontribusi terhadap perwujudan tujuan pembangunan berkelanjutan nomor 3 yaitu kesehatan yang baik dan kesejahteraan dengan menginisiasi program pelayanan kesehatan keliling dengan nama Program “Ibu dan Anak Sehat, Bangsa Kuat”. Program yang diinisiasi sejak 2012 lalu merupakan program pelayanan kesehatan umum, termasuk pengobatan bagi ibu hamil dan menyusui, pengobatan bayi dan balita, pemantauan tumbuh kembang balita, imunisasi wajib di 12 wilayah kantor cabang Angkasa Pura I.

Di bidang pendidikan, Angkasa Pura I juga juga menginisiasi Program Perpustakaan Digital di Semarang untuk meningkatkan minat baca masyarakat melalui penyediaan website berisi e-book bacaan umum, remaja, anak, dan sastra klasik serta buku kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah, serta buku audio juga film. []

Airport Services

Edukasi Kreatif tentang Bandara dan Pariwisata, Angkasa Pura I Hadirkan Boardgame “Airport Geeks”

Published

on

edukasi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) senantiasa berinovasi dalam melakukan operasional bisnisnya, termasuk dalam melakukan edukasi kebandarudaraan dan pariwisata. Hal ini ditunjukkan Angkasa Pura I dengan menghadirkan boardgame “Airport Geeks” sebagai sarana edukasi kebandarudaraan dan pariwisata melalui permainan.

Boardgame “Airport Geeks” ini dihadirkan sebagai upaya Angkasa Pura I dalam memberikan alternatif hiburan yang menarik bagi masyarakat dan keluarga di tengah masa pandemi Covid-19 untuk menghabiskan waktu di rumah sambil memperkenalkan bisnis bandara udara dan promosi destinasi wisata.

“Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup luar biasa bagi industri penerbangan, khususnya sektor bandara, dengan penurunan trafik penumpang yang cukup dalam pada 2020 dibanding 2019. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat insan-insan Angkasa Pura I untuk terus mencari inovasi dan terobosan untuk bisa terus berkarya. Pandemi ini justru mendorong ide-ide kreatif para generasi milenial perusahaan untuk menciptakan ide-ide inovatif yang salah satunya adalah produk Boardgame Destinasi Wisata dengan nama “Airport Geeks. Produk ini adalah inisiasi Angkasa Pura I untuk berinovasi mempromosikan destinasi wisata dan mengedukasi dengan cara yang kreatif,” ujar Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Suradji.

Soft launching boardgame “Airport Geeks” ini ditandai dengan dihadirkannya “Airport Geeks” pada Pameran Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) ke-11 yang diselenggarakan sejak 21 Oktober hingga 28 November 2021 mendatang. Selain akan mengisi salah satu titik pada pameran desain dan seni kontemporer tersebut, “Airport Geeks” juga dapat dimainkan oleh para pengunjung yang hadir.

edukasi

Komisaris Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Triawan Munaf (keempat dari kiri) bersama Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Suradji (ketiga dari kiri) dan Tim Airport Branding PT Angkasa Pura I (Persero) pada saat mengunjungi spot boardgame Airport Geeks di pembukaan Pameran Indonesian Contemporary Arts and Design (ICAD) ke-11 pada Kamis (21/10) di Jakarta.

Sesuai dengan tema ICAD tahun ini “Publik” dan visi Angkasa Pura I”Menjadi Penghubung Dunia yang Lebih Dari Sekadar Operator Bandar Udara dengan Keunggulan Layanan yang Menampilkan Keramahtamahan Khas Indonesia”, Angkasa Pura I sebagai pelaku industri pelayanan publik meyakini pentingnya publik sebagai audiens, pengguna jasa, konsumen, dan penentu tren dan berupaya terus melakukan inovasi untuk merespon perkembangan zaman melalui ide-ide kreatif tentang apa yang mungkin relevan dengan publik di kala pandemi.

“Melalui Pameran Indonesian Contemporary Art & Design ke-11, diharapkan menjadi wadah branding untuk membangun portofolio dan memperluas exposure boardgame Airport Geeks di pegiat kreatif bagi Angkasa Pura I sambil terus menerus berbenah diri dan mempersiapkan diri dalam menyambut kebangkitan kembali industri aviasi dan pariwisata pascapandemi,” ujar Devy Suradji.

Boardgame Airport Geeks dirancang dan telah dilakukan trial untuk menemukan formula yang mudah dimengerti oleh anak mulai dari usia 11 tahun hingga umur dewasa. Kehadiran boardgame Airport Geeks diharapkan dapat memberikan sarana rekreasi dan hiburan yang menyenangkan bagi generasi muda, keluarga, dan masyarakat selama pandemi. []

Continue Reading

Airport Services

Dukung Pengembangan Kesenian DIY, Bandara Internasional Yogyakarta Gelar Pameran Wayang dan Pentas Seni

Published

on

kesenian

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) senantiasa berkomitmen untuk mengembangkan kesenian, budaya, dan pariwisata daerah seiring dengan pengembangan bisnis perusahaan. Dalam rangka mewujudkan komitmen tersebut, Bandara Internasional Yogyakarta – Kulon Progo (YIA) sebagai salah satu ikon Kota Yogyakarta menyelenggarakan pentas seni dan pameran seni rupa wayang.

Pameran seni rupa wayang bertajuk “Kita adalah Wayang” diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Wayang Nasional yang jatuh pada 7 November. Pameran ini merupakan hasil kolaborasi 22 seniman lokal di Yogyakarta yang dimulai sejak 15 Oktober hingga 5 November 2021. Selain itu, YIA juga menyelenggarakan Pentas Seni Budaya pada 16 Oktober hingga 7 November 2021 yang dilaksanakan tiap Sabtu dan Minggu dengan menampilkan berbagai pertunjukkan tari dan musik.

“Dalam menjalankan bisnisnya, Angkasa Pura I senantiasa melibatkan dan turut mengembangkan budaya dan pariwisata daerah. Upaya tersebut disambut baik oleh para stakeholder sektor budaya dan pariwisata daerah dengan menjadikan bandara, khususnya Bandara Internasional Yogyakarta, sebagai ruang kreasi dan promosi seni, budaya, dan wisata daerah, khususnya Yogyakarta. Penyelenggaraan pameran seni rupa wayang dan pentas seni di YIA ini tentunya tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Penyelenggaraan pentas seni budaya YIA berkolaborasi dengan sekitar 56 desa budaya di lima kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada Minggu 17 Oktober lalu telah dilakukan pentas seni dengan menampilkan Sanggar Sripanglaras, Javajog Street Brass, tarian dari Desa Budaya Bantul, Sleman, Gunung Kidul, Kulon Progo. Adapun tarian yang ditampilkan yaitu Tari Merak Ngigel, Tari Persembahan Sawitri, Tari Turangga Madun, Tari Sekar Pudyastuti, Tari Goyang Senggol, Tari Gedrug Gorayaksa, dan Bregada. Penampilan pentas seni akan dilakukan setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu, hingga 7 November 2021 mendatang.

“Diharapkan penyelenggaraan kegiatan seni ini dapat menumbuhkan keinginan untuk ‘pulang kembali’ ke Yogyakarta dan dapat membantu pemulihan sektor pariwisata serta perekonomian Yogyakarta. Semua tidak dapat terwujud tentunya tanpa kolaborasi yang baik dari seluruh pelaku usaha, pencipta karya, penggagas ide, serta operator bandara sebagai titik ruang tumbuh,” ujar Faik Fahmi. []

Continue Reading

Airport Services

Angkasa Pura I Implementasikan Aturan Terbaru terkait Perjalanan Internasional dengan Transportasi Udara

Published

on

Udara

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) mengimplementasikan aturan terbaru terkait perjalanan internasional menggunakan pesawat udara sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 85 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Internasional Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19 (SE 85) yang berlaku efektif sejak 14 Oktober 2021.

Aturan tersebut mengacu pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 20 Tahun 2021 yang bertujuan mencegah penularan Covid-19 melalui pemantauan, pengendalian, dan evaluasi perjalanan internasional dengan transportasi udara, seiring dengan keputusan Pemerintah untuk membuka kembali pintu internasional bagi turis mancanegara (penumpang internasional dengan tujuan wisata).

Sesuai dengan SE 85 tahun 2021 Kementerian Perhubungan, pintu masuk internasional bagi turis mancanegara melalui bandara yang dikelola Angkasa Pura I yaitu melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, sedangkan pintu masuk perjalanan penumpang internasional bagi WNI dan WNA dengan tujuan selain wisata melalui bandara Angkasa Pura I tetap melalui Bandara Sam Ratulangi Manado.

Pada SE 85 tersebut dinyatakan bahwa, ketentuan bagi pelaku perjalanan internasional dengan tujuan wisata yaitu:

1. Wajib memiliki kartu atau sertifikat vaksinasi Covid-19 (fisik maupun digital) dosis lengkap,

2. Dapat menunjukkan hasil negatif RT-PCR maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan,

3. Wajib melampirkan Visa Kunjungan Singkat atau izin masuk lainnya sesuai peraturan perundangan yang berlaku,

4. Menunjukkan bukti kepemilikan asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal USD 100.000, yang mencakup pembiayaan penanganan Covid-19,

5. Menunjukkan bukti konfirmasi pemesanan dan pembayaran (booking) tempat akomodasi dari penyedia akomodasi selama menetap di Indonesia,

6. Mengisi e-HAC perjalanan internasional melalui aplikasi PeduliLindungi atau secara manual di negara asal.

7. Melakukan tes molekuler isotermal (NAAT/ jenis lainnya) atau RT-PCR di bandara kedatangan yang hasilnya diterbitkan paling lama 1 jam dan diwajibkan karantina terpusat selama 5 x 24 jam.

8. Pelaku perjalanan menggunakan penerbangan langsung (direct flight) dari negara asalnya.

Bagi pelaku perjalanan internasional yang belum mendapatkan vaksin di luar negeri maka akan divaksinasi di tempat karantina setibanya di Indonesia, setelah mendapatkan hasil negatif pemeriksaan RT-PCR kedua. WNA dapat menerima vaksin dengan syarat harus memenuhi ketentuan berusia 12-17 tahun, pemegang izin tinggal diplomatik/dinas, pemegang KITAS dan KITAP. Sedangkan bagi WNA yang sudah berada di Indonesia dan akan melakukan perjalanan baik domestik maupun internasional, wajib melakukan vaksinasi melalui skema program atau gotong royong sesuai peraturan perundang-undangan.

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!