Wijaya Karya Bidik Perolehan Kontrak Rp61,74 Triliun

oleh
Wijaya Karya

Wijaya Karya menargetkan perolehan kontrak baru sebanyak Rp61,74 triliun di sepanjang tahun 2019 ini. Guna mewujudkan target tersebut, perseroan membidik beberapa proyek besar, baik dari dalam negeri atau pun mancanegara. Pada tahun 2018 lalu, emiten bersandi WIKA ini dapat membukukan pertumbuhan kontrak baru sebesar 19,23 persen. Atau berarti mencapai sekitar Rp50,56 triliun.

Mahendra Vijaya selaku Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya menuturkan, hingga bulan Mei 2019 ini, WIKA sudah membukukan kontrak baru. Yang sebesar Rp13,4 triliun, yakni dari proyek pemerintah sekitar sebesar Rp5 triliun, dan sisanya merupakan dari swasta atau luar negeri.

Wijaya Karya Peroleh Rp10,5 Triliun Pada Akhir April

Hingga akhir bulan April tahun 2019, Wijaya Karya berhasil memperoleh kontrak baru Rp10,5 triliun. Dalam proyek luar negeri perseroan memperoleh kontrak sebesar Rp600 miliar, salah satunya untuk proyek hunian bersubsidi di Aljazair. Proyek tersebut merupakan 700 unit hunian dan 1.000 unit hunian bersubsidi di Baraki serta El Harrach. Serta dipercaya membangun 1.250 unit logement di Ain Defla dan 1.250 unit logement di Khemis Miliana.

Total target Rp61,74 triliun apabila dirinci mayoritas berasal dari proyek swasta sebesar 29,73 persen. Porsi perolehan kontrak dari BUMN, yakni sebanyak 29,62 persen, serta proyek investasi internal WIKA sebanyak 24,17 persen. Dari sisi lain, porsi proyek pemerintah hanya sebanyak 16,48 persen saja.

Pada proyek infrastruktur terutama untuk proyek jalan tol, Wijaya Karya berharap pada kuartal kedua tahun 2019 ini setidaknya dapat mencapai Rp12 triliun. Beberapa proyek investasi di sektor energi dan ketahanan energi juga akan berkontribusi terhadap kontrak WIKA sekitar Rp15 triliun.

Di sepanjang tahun 2018, Wijaya Karya telah membukukan kontrak baru sebanyak Rp50,56 triliun. Beberapa segmen itu yakni dari infrastruktur dan gedung sebanyak Rp41,51 triliun, dari segmen industri sebanyak Rp6,46 triliun. Dari segmen energi dan industrial plant sebanyak Rp1,79 triliun, sedangkan di segmen properti mencapai Rp1,17 triliun.

Pada tahun 2019 Wijaya Karya menargetkan pendapatan mencapai Rp42 triliun atau tumbuh sebesar 30 persen dibandingkan capaian pada tahun lalu. Hingga kuartal pertama tahun 2019, WIKA sudah memperoleh pendapatan sebanyak Rp6,5 triliun. Sedangkan untuk laba bersih tercatat mencapai Rp285,9 miliar. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *