Waskita Toll Road Ubah Peta Industri Jalan Tol

oleh
Waskita Toll Road

Waskita Toll Road yang baru seumur jagung telah ikut mengubah banyak peta industri jalan tol di Indonesia. Meskipun tak menjadi pemegang konsesi ruas tol nomor satu, kehadiran perusahaan ini sudah menjadi pelopor. Yaitu, terhadap model bisnis pengembangan jalan bebas hambatan di Tanah Air ini.

Direktur Human Capital Management PT Waskita Karya Tbk Hadjar Seti Adji menuturkan bahwa langkah dalam terjun ke bisnis jalan tol merupakan bagian dari transformasi perseroan. Ekspansi tersebut sekaligus menjadi tonggak baru, dan melalui akuisisi saham yang terdapat di banyak perusahaan jalan tol. Waskita sudah menjelma menjadi investor dan juga operator.

Pada model bisnis itu, bukan berarti membuat portofolio jalan tol habis dilego. Waskita Toll Road akan tetap memegang sejumlah ruas sebagai sumber pendapatan berkelanjutan. Selain itu, aset tol turut menjadi nilai tambah dalam bisnis sampingan lain, yaitu dalam sektor real estate.

Sementara bagi regulator, rencana divestasi saham oleh Waskita Toll Road menjadi sinyal bahwa industri jalan tol semakin menarik. Bahkan, Danang Parikesit selaku Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, mengestimasi pada lima tahun ke depan. Aksi pada jual beli saham perusahaan tol akan semakin marak seiring dengan jumlah jalan tol operasi yang kian bertambah.

Mulai dari Januari 2017 sampai dengan Mei 2019, sedikitnya terdapat pengalihan saham. Pada sebelas perusahaan jalan tol yang melibatkan hingga tujuh investor. Aksi korporasi tersebut bernilai hingga Rp14,57 triliun, dan 11 ruas sudah beroperasi secara penuh antara 1 sampai dengan 9 tahun.

Waskita Toll Road Bakal Genggam Konsesi Baru

Konsesi baru akan digenggam Waskita Toll Road dalam waktu dekat, terlepas dari proses divestasi yang masih berjalan. BPJT bahkan sudah membuka tahap prakualifikasi pengusahaan jembatan tol Balikpapan-Penajam Paser Utara.

Ruas tersebut ialah sebagai prakarsa dari TTB atau PT Tol Teluk Balikpapan yang merupakan anak usaha dari Waskita Toll Road. Meski masih dalam proses lelah, tetapi memang telah ditunjuk sebagai prakarsa yang memiliki hak right to match. Di luar proyek itu, perseroan masih mempunyai peluang menambah konsesi bersama dengan PT Jasa Marga Tbk.

Kedua perusahaan BUMN tersebut tengah terlibat dalam pengajuan prakarsa. Tomang-Pluit-Bandara Soekarno Hatta dengan panjang hingga 22 kilometer. Serta Demak-Tuban-Gresik yang memiliki panjang hingga 236 kilometer. Jalan untuk mendapatkan persetujuan pada prakarsa memang agak panjang. Akan tetapi Waskita Toll Road telah menabung sejumlah peluang guna mendapatkan konsesi baru. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *