Waskita Karya Targetkan Lepas Divestasi Saham Lima Ruas Tol

oleh
Waskita Karya

Waskita Karya menargetkan dapat melepas kepemilikan atau divestasi saham di lima ruas jalan tol. Bahkan, perseroan sudah memasuki tahap uji tuntas atau due diligence dengan dua investor. Walaupun menolak menyebutkan identitas kedua investor dengan lebih rinci.

Haris Gunawan selaku Direktur Keuangan Waskita Karya menuturkan bahwa, pihaknya sebetulnya sudah mengantongi izin. Atas divestasi untuk sembilan ruas jalan tol, akan tetapi baru lima ruas tol saja yang bakal dieksekusi pada semester II 2019.

Rencana divestasi ini sebenarnya telah digaungkan perseroan sejak dua tahun yang lalu. Waskita Karya berencana melaksanakan divestasi dengan melalui anak usahanya, yakni PT Waskita Toll Road atau WTR.

Haris menjelaskan, molornya aksi korporasi tersebut dikarenakan perseroan dan investor tidak menemukan kesepakatan valuasi. Akan tetapi, Haris masih tetap bungkam mengenai lima ruas tol yang akan dilepaskan perseroan di tahap pertama ini beserta valuasinya.

Waskita Karya Dapat Lampu Hijau

Waskita Karya hanya merinci sembilan ruas jalan tol yang telah mendapatkan izin divestasi. Di antaranya, Tol Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pasuruan-Probolinggo, Semarang-Batang, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertasono, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau Becakayu. Ruas tol di Sumatera serta ruas tol yang dimiliki bersama dengan PT Jasa Marga.

Dari sejumlah data di atas, Haris memastikan Tol Becakayu tidak termasuk dalam lima ruas jalan yang bakal dilepas tahun ini. Perseroan akan mengantongi dana dari proyek dengan skema turnkey sebanyak Rp26 triliun sampai dengan Rp30 triliun.

Turnkey atau CPF (Contractors Pre Financing) merupakan skema pengerjaan proyek yang pembayarannya diberikan kepada pengembang. Atau pemilik proyek sesudah pengerjaan konstruksinya telah rampung.

Target Waskita Karya di semester II ini, yakni memproyeksikan bulan November atau Desember dapat cair Rp12 triliun hingga Rp13 triliun. Dan skema turnkey ini membuat perseroan harus menggelontorkan modal besar di awal. Sehingga liabilitas akan tercatat meningkat pada semester pertama 2019.

Dana dari pembayaran proyek nantinya bakal digunakan untuk membayar kewajiban kepada kreditur. Dan sebagian lainnya akan dialokasikan untuk investasi pada proyek baru Waskita Karya lainnya.

“Target kami jika debt to equity ratio sekarang 2,7 kali, target kami di akhir tahun 2 sampai 2,2 kali. Jadi sudah cukup jauh, dan bila divestasi ini berhasil kami akan mendapatkan uang tunai dari sana,” terang Haris. [] –mayangsari-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *