Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Waskita Karya Optimis Capai Target Kontrak Baru

MediaBUMN

Published

on

Waskita Karya

Waskita Karya optimistis bakal memperoleh kontrak baru sebesar Rp53 triliun dari total kontrak senilai Rp116 triliun pada tahun ini. Yang selebihnya merupakan kontrak bawaan (carry over).

Direktur Utama PT Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra menjelaskan, bahwa tender kontrak dan pengerjaan kontrak yang sudah didapatkan, nantinya perseroan akan mengejar pendapatan sejumlah Rp53 triliun. Dengan pertumbuhan laba bersih 15 persen dan 10 persen year on year (yoy).

Perihal penjualan 18 ruas tol yang telah usai konstruksinya, perseroan menyatakan halitu dilakukan agar dapat melanjutkan investasi infrastruktur lainnya.Kemungkinan investor masih menunggu momentum pada 22 Mei mendatang. Yakni saat KPU mengumumkan hasil resmi Pemilu 2019, agar dapat menentukan sikap atas rencana divestasi tol yang ditawarkan.

Sementara, Direktur Keuangan PT Waskita Karya, Haris Gunawan menjelaskan nantinya tiga ruas tol mayoritas milik perseroan. Yang saat ini masih dalam reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) akan dibeli oleh investor. Haris juga mengatakan, “Sudah dalam proses kita tawarkan ke investor campuran (dalam dan luar negeri).”

Menurut Gusti, perseroan optimis di tahun ini bisnis infrastruktur masih sangat menguntungkan. Terutama pemerintah Indonesia masih mengejar target dalam menurunkan biaya logistik.Memandang berdasarkan data dari Waskita Karya, biaya logistik di Indonesia masih berada di atas 20 persen.

Sementara negara tetangga sudah berkisar 10 sampai 15 persen. Namun, bisnis infrastruktur akan tetap bergeraksebab menjadi penentu tercapainya biaya logistik yang murah. Menurut Gusti, jika biaya logistik yang dituju mengalami penurunan, maka pengerjaan proyek infrastruktur akan berjalan lancar.

Waskita Karya Bidik Proyek di Berbagai Sektor

Waskita Karya pun sudah membuat target sejumlah proyek yang dikerjakan sepanjang tahun ini, sehingga dapat jadikan peluang. Perseroan pun mengalokasikan belanja modal atau capitalexpenditure (capex) 2019 sejumlah Rp25,3 triliun atau berarti naik 26,5 persen dari 2018.

Capex tersebut sebagian akan dimanfaatkan untuk ekspansi khususnya pembangunan jalan tol, properti. Serta rencana perseroan untuk masuk ke sektor minyak dan gas (migas). Sumber belanja modal tersebut sebanyak 30 persen dari kas internal. Dan sisanya merupakan pendanaan eksternal seperti dari pinjaman bank atau penerbitan obligasi.

Gusti menjelaskan,capex tahun ini digunakanuntuk berinvestasi pada sektor jalan tol yakni sekitar 78,9 persen. Kemudian pada sektor migas sekitar 3,6 persen, properti 4 persen, energi 4,3 persen. Dan sisanya 9 persen pada sektor konstruksi untuk pembelian alat-alat proyek. []

HIGHLIGHT BUMN

Ada Corona! Bagaimana Nasib Gelaran MotoGP Mandalika?

CHRIESTIAN

Published

on

Nasib gelaran MotoGP

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Nasib gelaran MotoGP Mandalika banyak dipertanyakan lantaran badai virus corona yang menghantam dunia tidak terkecuali Indonesia.

Seperti diketahui bahwa berbagai persiapan telah dilakukan oleh pemerintah dalam rangka menyambut gelaran perdana MotoGP di sirkuit Mandalika Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Oktober 2021 nanti.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio pihaknya belum bisa memastikan nasib gelaran MotoGP Mandalika, lantaran ia belum mengetahui akankah virus corona berdampak terhadap molor atau tidaknya penyelenggaraan MotoGP.

“Nasib gelaran MotoGP masih jadi pertanyaan bagi kita, apakah nantinya penyelenggaraannya tetap sesuai dengan jadwal atau tidak. Jadi belum ada pengumuman secara resmi,” jelas Tama ketika rapat kerja telekonferensi dengan Komisi X DPR RI (06/04).

Tama sangat berharap pandemi ini akan segera berakhior sehingga nasib gelaran MotoGP menjadi jelas sesuai dengan yang telah dijadwalkan, sehingga mempercepat pemulihan sektor pariwisata Indonesia.

“Harapan besar kami adalah gelaran MotoGP tetap berjalan sesuai jadwal karena dengan gelaran internasional tersebut menjadi daya tarik dunia kepada pariwisata Indonesia. Insha allah pandemic virus corona akan segera berakhir,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut anggota Komisi X DPR RI Muhammad Khadafi menginginkan Kemenparekraf memiliki skenario yang tepat adabila nasib gelaran MotoGP harus ditunda.

“Harus dikaji lagi soal kesiapan sirkuit akan seperti apa dan apakah memungkinkan terlaksana di tahun 2021. Jika tidak memungkinkan bagaimana langkah selanjutnya, dan bagaimana soal penjualan tiket yang sempat dibuka. Jadi respon kita harus cepat jangan sampai orang-orang banyak yang menunggu kepastian,” ujar Khadafi. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Kebutuhan Ventilator Tinggi, Erick Thohir: “BUMN Belum Akan Produksi”

CHRIESTIAN

Published

on

Kebutuhan ventilator

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kebutuhan ventilator terus bertambah seiring meningkatnya pasien positif corona yang tengah dalam perawatan. Seperti diketahui bahwa Ventilator merupakan salah satu peralatan medis yang digunakan untuk membantu pernapasan bagi para pasien yang terjangkit virus corona.

Melihat tingginya kebutuhan ventilator, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan jika pihaknya akan mengusahakan pengadaan ventilator dengan cara membeli atau dengan menerima sumbangan.

“Kebutuhan ventilator tinggi, tapi saya rasa BUMN tidak akan produksi sendiri namun kita akan coba beli atau menerima sumbangan,” ujar Erick dalam teleconference, (06/04).

Sebelumnya, lanjut Erick, memang ada sejumlah perguruan tinggi dalam negeri yang telah melakukan penelitan atas mesin pernafasan ini. bahkan beberapa industri di dalam negeri pun juga melirik alat ini.

“Pada industri pertahanan saya dapat info kalau BPPT LEN sedang melakukan kajian. Jadi kalau nantinya bisa produksi sendiri mengapa tidak,” tambah Erick.

Walaupun kebutuhan ventilator sangat tinggi saat ini, namun Erick menyebut saat ini tahapan yang tepat dengan membeli dan menerima sumbangan.

“Karena tentu saja saya tidak mau berbicara sesuatu yang belum nyata bagaimana produksi dan kapitasnya, dsb. Oleh karenanya tahapan dengan kondisi saat ini yaitu melakukan pembelian serta menerima sumbangan,” pungkas Erick. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Ekspansi BUMN Tanpa Analisa Matang Menjadi Beban

CHRIESTIAN

Published

on

ekspansi BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ekspansi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tidak melulu bermuara terhadap sebuah keberhasilan. Ekspansi yang tidak memiliki analisa jangka panjang justru bisa membuat perusahaan tidak efektif dan efisien bahkan tidak sedikit yang mengalami kerugian.

Salah satu ekspansi BUMN yang terus mendapat sorotan yaitu adanya pendirian anak usaha bahkan cucu usaha perusahaan pelat merah yang secara operasionalnya dianggap tidak efektif.

Seperti diketahui belum lama ini Menteri BUMN Erick Thohir telah menutup sebanyak 51 anak cucu usaha dari perusahaan BUMN yaitu PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telkom Tbk.

Langkah Bos Mahaka Grup tersebut banyak mendapat dukungan lantaran perampingan sejumlah perusahaan akan semakin membuat fokus terhadap core bisnis dari perusahaan tersebut.

Salah satu dukungan juga mengalir dari pengamat ekonomi Economic Action Indonesia (EconAct) Ronny P Sasmita. Menurutnya keputusan Erick Thohir yang menutup anak usaha BUMN dinilai sudah sangat tepat.

Perusahaan pelat merah saat ini banyak melakukan ekspansi dengan mendirikan anak usaha tetapi hal ini tidak diikuti oleh analisa jangka panjang yang matang. Bahkan berkecenderungan menambah beban finansial perusahaan induk.

Ekspansi BUMN dalam mendirikan anak usaha, lanjut Ronny, dinilai masih belum memiliki analisa yang sangat baik sehingga menjadi beban

“Saya kira selama ini BUMN kurang fokus dalam mengelola bisnis utamanya lantaran banyaknya anak usaha yang didirikan. Dengan adanya pemangkasan sejumlah anak cucu usaha maka hal ini bisa mengembalikan perusahaan induk agar lebih fokus pada bisnis utamanya sesuai dengan mandate undang-undang,” Jelas Ronny.

Lebih lanjut, imbuh Ronny di tengah wabah virus Covid-19 saat ini, BUMN berada pada posisi yang tidak mudah, karena selain ikut membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan penyebaran virus, BUMn juga harus menjaga kinerjanya di tengah perekonomian yang tertatih.

Meskipun soal penyebaran bukan menjadi tugas utama BUMN melainkan menjadi tanggung jawab Task Force yang dipimpin oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Apabila banyak perusahaan pelat merah yang menyalurkan CSR nya kepada bantuan alat kesehatan penanggulangan virus Covid-19 maka hal ini sangat wajar karena menjadi bagian dari kontribusi BUMN. Intinya, Kementerian BUMN punya tugas untuk membuat BUMN berjalan lebih baik, salah satunya dengan monitoring ekspansi BUMN ketika mendirikan anak usaha,” tutup Ronny. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM