Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Waskita Beton Kantongi Kontrak Rp2,39 Triliun

MediaBUMN

Published

on

Waskita Beton

Waskita Beton / PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) akhirnya dapat bernapas dengan lega, karena berhasil mengantongi kontrak baru sebesar mencapai 22 persen dari target kuartal, yakni sebesar Rp2,39 triliun. Kontrak tersebut berlaku sampai dengan pertengahan Juni ini. Meski demikian, emiten anggota indeks Kompas100 ini telah menargetkan mendapatkan kontrak baru sebesar Rp10,39 triliun di sepanjang tahun 2019 ini.

Adapun beberapa proyek besar yang berhasil untuk diajak kerja sama adalah proyek Tol Cibitung-Cilincing, Cimanggis-Cibitung, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta-Cikampek II, Bogor-Ciawi, dan Sukabumi Seksi II. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Jarot Subana yang merupakan Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk. Jarot pun menambahkan, bahwa nilai kontrak yang didapatkan pihaknya hingga pertengahan Juni 2019 mencapai Rp2,39 triliun.

Namun, bila dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu, pencapaian nilai kontrak baru pada tahun ini menurun. Karena pada Mei tahun lalu, nilai kontrak baru yang diraih oleh pihak WSBP mampu mencapai angka Rp2,78 triliun.

Waskita Beton Optimis

Tidak ingin patah semangat, Waskita Beton tetap optimis bahwa pada tahun ini kontrak yang akan didapatkan mencapai angka Rp10 triliun. Di mana sepanjang semester II-2019 akan teraih nilai kontrak baru hingga mencapai Rp5 triliun.

Untuk progress proyek yang tengah dijalani sampai saat ini, rata-rata pengerjaannya sudah mencapai 74,3 persen. Menurut penuturan Jarot, adapun proyek-proyek yang sedang dikerjakan penyelesaiannya, antara lain ruas tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) yang ada di Jawa Tengah.

Investasi sebesar Rp12,22 triliun sudah tertanam untuk membuat jalan bebas hambatan yang dibangun sepanjang 38,29 kilometer (km). Dengan tujuan untuk mengurai kemacetan bahkan memperlancar arus logistic nasional yang akan beroperasi pada akhir Juli 2019 nanti, ujar Jarot.

Tidak hanya proyek yang disebutkan di atas saja, Waskita Beton pun tengah menyelesaikan proyek lainnya yakni pembangunan tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) seksi I, tol Cibitung-Cilincing, tol Cimanggis-Cibitung (CCTW) seksi II, tol Depok-Antasari, dan tol Kayu Agung-Betung.

Jarot juga menambahkan selain proyek-proyek tersebut masih ada dua proyek lainnya yang saat ini sedang dikerjakan oleh pihaknya, yakni tol PIK 2 dan Jembatan Patimban.

Lebih jelasnya dana yang sudah digelontorkan untuk dana belanja modal proyek-proyek utama yang tengah digarap tersebut, Waskita Beton sudah mencapai Rp1,81 triliun untuk proyek tol KLBM dan tol Cimanggis-Cibitung. []

HIGHLIGHT BUMN

Ekspansi BUMN Tanpa Analisa Matang Menjadi Beban

CHRIESTIAN

Published

on

ekspansi BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ekspansi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) tidak melulu bermuara terhadap sebuah keberhasilan. Ekspansi yang tidak memiliki analisa jangka panjang justru bisa membuat perusahaan tidak efektif dan efisien bahkan tidak sedikit yang mengalami kerugian.

Salah satu ekspansi BUMN yang terus mendapat sorotan yaitu adanya pendirian anak usaha bahkan cucu usaha perusahaan pelat merah yang secara operasionalnya dianggap tidak efektif.

Seperti diketahui belum lama ini Menteri BUMN Erick Thohir telah menutup sebanyak 51 anak cucu usaha dari perusahaan BUMN yaitu PT Pertamina (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telkom Tbk.

Langkah Bos Mahaka Grup tersebut banyak mendapat dukungan lantaran perampingan sejumlah perusahaan akan semakin membuat fokus terhadap core bisnis dari perusahaan tersebut.

Salah satu dukungan juga mengalir dari pengamat ekonomi Economic Action Indonesia (EconAct) Ronny P Sasmita. Menurutnya keputusan Erick Thohir yang menutup anak usaha BUMN dinilai sudah sangat tepat.

Perusahaan pelat merah saat ini banyak melakukan ekspansi dengan mendirikan anak usaha tetapi hal ini tidak diikuti oleh analisa jangka panjang yang matang. Bahkan berkecenderungan menambah beban finansial perusahaan induk.

Ekspansi BUMN dalam mendirikan anak usaha, lanjut Ronny, dinilai masih belum memiliki analisa yang sangat baik sehingga menjadi beban

“Saya kira selama ini BUMN kurang fokus dalam mengelola bisnis utamanya lantaran banyaknya anak usaha yang didirikan. Dengan adanya pemangkasan sejumlah anak cucu usaha maka hal ini bisa mengembalikan perusahaan induk agar lebih fokus pada bisnis utamanya sesuai dengan mandate undang-undang,” Jelas Ronny.

Lebih lanjut, imbuh Ronny di tengah wabah virus Covid-19 saat ini, BUMN berada pada posisi yang tidak mudah, karena selain ikut membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan penyebaran virus, BUMn juga harus menjaga kinerjanya di tengah perekonomian yang tertatih.

Meskipun soal penyebaran bukan menjadi tugas utama BUMN melainkan menjadi tanggung jawab Task Force yang dipimpin oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Apabila banyak perusahaan pelat merah yang menyalurkan CSR nya kepada bantuan alat kesehatan penanggulangan virus Covid-19 maka hal ini sangat wajar karena menjadi bagian dari kontribusi BUMN. Intinya, Kementerian BUMN punya tugas untuk membuat BUMN berjalan lebih baik, salah satunya dengan monitoring ekspansi BUMN ketika mendirikan anak usaha,” tutup Ronny. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Kekuatan BUMN Tangani Pasien Corona, Ini Kata Erick Thohir

CHRIESTIAN

Published

on

Kekuatan BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kekuatan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dalam menangani pasien corona memiliki peran yang tidak sedikit. Kemampuan Rumah Sakit BUMN mampu menangani tidak kurang dari 10.000 orang pasien.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan jika dirinya bersama kementerian yang dipimpinnya, memberanikan diri menaruh angka 10.000 apabila terjadi peningkatan kasus.

“Apabila terjadi outbreak terus meningkat, kekuatan BUMN berani manaruh angka 10.000 pasien yang mampu ditangani rumah sakit BUMN beserta jaringan pendukung lainnya,” jelas Erick kepada Komisi VI DPR (03/04).

Lebih lanjut ia mengatakan jika kekuatan BUMN dalam menangani 10.000 pasien tersebut membutuhkan sebanyak 1,5 juta APD (Alat Pelindung Diri). Untuk APD dan ventilator sebanyak 500 buah, lanjut Erick, tidak bisa dipenuhi oleh BUMN.

“Untuk menangani sebanyak 10.000 pasien maka dibutuhkan setidaknya sebanyak 1,5 juta APD dan 500 buah ventilator. Ini yang belum kita punya. Kekuatan BUMN untuk memnuhi kebutuhan APD dan Ventilator baru seperlima dari kebutuhan tersebut,” papar Erick.

Meskipun APD dan Ventilator masih belum mencukupi, namun BUMN  mampu memenuhi sebanyak 40.000 swab test termasuk kebutuhan farmasi seperti chloroquine dan zithromax.

“Untuk memenuhi kebutuhan farmasi, kita sudah memiliki stok obat baik itu chloroquine, zithromax, dan obat-obatan pendukung lainnya tidak kurang dari 60.000,” tutup Erick. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

51 Anak Cucu Usaha BUMN ditutup Erick Thohir

CHRIESTIAN

Published

on

Anak cucu usaha BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Anak cucu usaha BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang terus menjadi sorotan Menteri BUMN Erick Thohir lantaran jumlahnya yang terlalu gemuk.

Erick menilai jumlah anak cucu usaha BUMN yang telah dipetakan dinilai tidak efisien karena tidak fokus pada core bisnis yang dijalankan.

Bos Mahaka grup ini pun lansung memangkas sebanyak 51 anak cucu usaha BUMN dengan tujuan agar induk perusahaan bisa fokus menjalankan core bisnisnya.

“Good corporate and governance agar BUMN tetap sehat fokus pada core bisnis serta efisiensi yang berkelanjutan,” jelas Erick ketika melakukan video telekonference dengan wartawan (03/04).

Lebih lanjut Erick menyebut jumlah 51 anak cucu usaha BUMN yang dipangkas adalah berasal dari 3 perusahaan yaitu PT Telkom Tbk, PT Pertamina (Persero) dan Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Untuk Garuda Indonesia, jelas Erick, ada 6 anak cucu perusahaan yang ditutup. Kemudian Pertamina terdapat 25 anak cucu usaha yang dipangkas. Sementara itu Telkom sebanyak 20 anak cucu usaha nya yang ditutup.

“Salah satu anak cucu usaha BUMN dari Garuda Indonesia yang ditutup adalah Garuda Tauberes online dari cargo. Garuda kan sudah ada bisnis cargo, tinggal tambah divisi yang ada saja kenapa harus ada switch off lagi,” ujar Erick.

Erick menambahkan jika pemangkasan sejumalh 51 anak cucu usaha tersebut nantinya akan berskema merger, likuidasi maupun divestasi.

Berdasarkan laman resmi Garuda Tauberes, adalah perusahaan yang memiliki tujuan bisnis yang berfokus pada usaha digital sektor logistik dengan cakupan usaha mencakup pengiriman paket serta jasa cargo pesawat.

Garuda Tauberes dirilis sejak 11 September 2019 lalu diharapkan mampu mengatrol bisnisnya seiring pesatnya perdagangan online atau e-commerce saat ini.

Bermodal kargo dari Garuda Indonesia maupun Citinlink, Garuda Tauberes diharapkan bisa bersaing dengan pemain logistik yang sudah eksis sebelumnya.

Untuk mendorong bisnis logistiknya, Garuda Indonesia pun merangkul usaha e-commerce yang sudah dirintis oleh BUMN lain seperti blanja.com nya Telkom serta Sarinah Online milik PT Sarinah (Persero). []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM