Wamenhan Datangi Kementerian BUMN Bahas Industri Pertahanan

oleh
Wamenhan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Wamenhan (Wakil Menteri Pertahanan) Sakti Wahyu Trenggono datangi kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin (18/11). Wahyu datang ke gedung Kementerian BUMN sekitar jam 18.20 WIB dengan mengenakan kemeja batik.

Kedatangan Wahyu, disampaikan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga bersinggungan dengan industri pertahanan.

Karena memang ada beberapa hal yang masih dalam naungan kerjasama antara BUMN dan Kementerian Pertahanan.

“Kementerian BUMN ini juga kan menaungi PT Pindad. PT Pindad kan industri pertahanan, jadi bersentuhan langsung, dan tentunya kehadiran Wamenhan bersinggungan dengan hal itu,” terang Arya.

Sehingga diperkirakan Arya, pembicaraan yang akan dilakukan oleh Wahyu adalah perbincangan industri pertahanan.

Namun Arya belum dapat memastikan lebih detil terkait yang dimaksudnya seperti apa.

“Ya bisa jadi kesana ya. Apalagi Pak Menhan Pertahanan Prabowo Subianto juga kan sangat konsen dengan industri pertahanan, jadi pembicaraannya ya enggak akan jauh-jauh dari situ. Apalagi kantor wamenhan dengan BUMN dekat,” tambahnya menerangkan.

Berdasarkan informasi yang beredar kedatangan Wahyu sekalu Wakil Menteri Pertahanan yang membantu tugas dari Prabowo Subianto ini akan membahas tentang kelanjutan holding BUMN pertahanan atau tidak.

Terlebih memang seperti yang diketahui sebelumnya, saat Kementerian BUMN dipimpin Menteri Rini Soemarno telah memastikan akan terdapat holding baru yang akan dibangun di bidang industri pertahanan dan media.

Holding pertahanan yang direncanakan tersebut nantinya akan berisi beberapa BUMN.

Di antaranya seperti Pindad (senjata api), PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT LEN Industri, PT PAL, PT Dahana (bahan peledak), PT INTI, dan PT Industri Nuklir Indonesia.

Sementara itu untuk PTDI sendiri nantinya sudah tak lagi masuk Holding Penerbangan.

Kenapa demikian? Hal ini dikarenakan PTDI lebih dilihat dari sisi industrinya bukan dari sisi jasa.

Bahkan saat itu, prosesnya sedang berjalan, holding pertahanan sendiri sedang dalam proses pengajuan. Bahkan sudah masuk ke dalam pembahasan dengan Kementerian Keuangan.

Maka disinyalir kedatangan Wahyu ke Kementerian BUMN salah satu pembahasannya adalah terkait Holding yang membidangi industri pertahanan. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *