Connect with us
new year eve

Farmasi

Vaksin Indovac Resmi Kantongi Izin, BPOM Pastikan Aman

Published

on

 Vaksin Indovac

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Vaksin Indovac atau sebelumnya bernama vaksin BUMN resmi mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin Indovac merupakan hasil produksi dari BUMN Farmasi yang siap digunakan sebagai vaksin primer atau dosis pertama.

Kepala Badan POM, Penny Lukito mengatakan, izin yang sudah diberikan pada vaksin ini otorisasi penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA).

Sebelumnya, vaksin buatan dalam negeri ini juga telah mengantongi sertikat halal dari Majelis Umum Indonesia (MUI) dan Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH).

“Kami telah melakukan evaluasi dari fasilitas produksi hingga efikasinya, setelah melakukan subunit pembanding, Indovac 92 persen berbanding 87 persen pada produk vaksin lain,” kata Penny Lukito dalam konferensi pers Penerbitan EUA Vaksin Indovac dan Vaksin Awcorna, Jumat (30/9/2022).

Menurutnya, dari sisi keamanan, vaksin Indovac sudah cukup aman dan dapat ditoleransi dengan baik saat disuntikkan ke dalam tubuh.

Penny Lukito menyebut dari hasil evaluasi dipastikan aman karena tidak ditemukan adanya laporan masalah atau kematian akibat pemberian vaksin ini.

“Jadi tingkat keamanannya sudah terjamin, untuk efek sampingnya juga ringan, secara umum sering dilaporkan nyeri lokal,” jelasnya.

Selanjutnya, vaksin buatan Bio Farma siap diberikan kepada warga dengan rentang usia 18 tahun sebagai dosis pertama atau dosis kedua.

“Untuk pemberian dosis kedua, ada masa interval 28 hari, tapi untuk dijadikan vaksin booster saat ini masih dilakukan uji klinik,” terangnya.

Saat ini, vaksin Indovac sudah bisa menjadi salah satu alternatif vaksin bagi masyarakat untuk menekan penularan Covid-19 karena sudah mengantongi sejumlah izin, terutama UEA.

Penny berharap diterbitkan EUA pada vaksin ini bisa jadi produk BUMN yang handal dalam mengantisipasi munculnya gelombang Covid-19 ke depannya.
Untuk diketahui, pembuatan vaksin ini menggunakan platform rekombinan protein sub-unit yang awalnya digarap bersama Baylor.

Kemudian pengembangan pada tahapan praklinik, uji klinis fase 1, 2, 3 dilakukan oleh Bio Farma dan jadi produk vaksin Covid-19 pertama buatan dalam negeri. []

Continue Reading

Farmasi

Obat Hemofilia Bakal Diproduksi PT Bio Farma, Erick Thohir: “Gandeng Perusahaan Inggris”

Published

on

 Obat Hemofilia

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Obat Hemofilia akan menjadi salah satu produksi dari BUMN Farmasi PT Bio Farma (Persero).

PT Bio Farma resmi menggandeng perusahaan farmasi asal Inggris yaitu Profactor Pharma untuk memulai produksi obat hemofilia tersebut.

Kedua belah pihak telah meneken perjanjian kerjasama dalam pengembangan obat bagi penderita Hemofilia yang disaksikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Erick Thohir mengatakan, kerja sama ini dilakukan untuk memproduksi Obat Hemofilia untuk mencegah terjadinya penyakit genetika tersebut.

Hemofilia pada umumnya diturunkan oleh orang tua berupa penyakit gangguan pada proses pembekuan darah.

“Dengan kerjasama ini, nantinya Profactor Pharma akan mengembangkan obat hemofilia untuk mencegah terjadinya pendarahan dan gangguan pembekuan darah genetik,” ujarnya, Senin (3/20/2022).

Erick Thohir menambahkan, saat ini Kemenerian BUMN terus memperkuat sistem ketahanan kesehatan nasional guna meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

Ia berharap kolaborasi antar dua perusahaan ini akan memberikan dampak positif bagi kesehatan warga Indonesia, karena bakal hadir produk farmasi yang terjangkau bagi masyarakat.

“Nantinya Bio Farma dan Profactor Pharma akan menyediakan produk farmasi dengan harga terjangkau. Ini juga tentu akan membantu pasien hemofilia untuk memenuhi kebutuhan obat yang selama ini sering terkendala,” ujarnya.

Ketersediaan obat Hemofilia menurutnya sangat penting, terutama bagi anak-anak Indonesia yang mengidap penyakit tersebut.

Sebelumnya Bio Farma juga menjalin kerjasama dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), yaitu kemitraan global dalam mengembangkan vaksin untuk menghadapi pandemi dan epidemi .

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, kerjasama ini akan memperkuat kesiapsiagaan, respons dan kapasitas Bio Farma untuk menghadapi pandemi dan endemi yang mungkin terjadi di masa depan.

Menurutnya, pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 memberikan banyak pelajaran tentang pentingnya kesiapan atas kapasitas produksi mengakhiri pandemic.

Maka hadirnya CEPI sebagai mitra Bio Farma dinilai sangat penting, bukan hanya untuk kepentingan industri, tapi juga kepentingan bangsa dan negara.

PT Bio Farma sendiri sudah ditetapkan sebagai induk holding BUMN Farmasi dan punya tugas untuk memenuhi kebutuhan vaksin secara nasional.

Dari segi produk, BUMN Farmasi ini telah melakukan ekspor ke lebih dari 150 negara dengan kapasitas 3.2 miliar dosis per tahun. []

Continue Reading

Farmasi

Vaksin Bio Farma Berhasil Dikembangkan Jadi Vaksin Covid-19, Erick Thohir: “Karya Membanggakan!”

Published

on

Vaksin Bio Farma

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Vaksin Bio Farma berhasil dikembangkan sebagai vaksin covid-19 produksi dalam negeri.

Keberhasilan pengembangan vaksin Bio Farma ini mendapat apresiasi dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Erick menyampaikan rasa bangga kepada seluruh jajaran PT Bio Farma (Persero) yang telah menghasilkan capaian yang luar biasa.

Ia bahkan menilai produk vaksin Bio Farma ini sebagai karya membanggakan di tengah kebangkitan seluruh rakyat Indonesia dari pandemi Covid-19.

“PT Bio Farma berhasil mengembangkan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri, dan kita minta agar segera didaftarkan nama vaksin Indovac ke Dirjen Hak Atas Kekayaan Intelektual Kemenkumham,” kata Erick dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/9/2022).

Ia menjelaskan, pembuatan vaksin covid-19 ini merupakan arahan langsung Presiden Joko Widodo kepada perusahaan BUMN bidang farmasi.

Setelah produknya jadi, Jokowi juga telah memberikan nama untuk vaksin ini yaitu Indovac dan kini menjadi bukti kemandirian Indonesia dalam bidang kesehatan.

Dalam pembuatannya, PT Bio Farma menggandeng Baylor College of Medicine dari Amerika Serikat, dan seluruh prosesnya dari hulu hingga hilir dilakukan di Indonesia.

Prosesnya mulai dari adaptasi teknologi, uji klinis hingga proses produksi dan pengemasan, sementara Baylor College of Medicine sebagai menyediakan seed atau benih vaksin.

Erick juga memaparkan untuk tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dalam pembuatan vaksin Bio Farma mencapai 80 persen.

Untuk diketahui, izin edar untuk penggunaan darurat (EUA) vaksin Covid-19 ini akan dikeluarkan pada pertengahan bulan September 2022.

Hal itu sesuai penyataan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito kepada anggota Komisi IX DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat yang digelar beberapa waktu lalu.

BPOM juga telah menerima laporan hasil uji klinis fase 3 untuk usia 18 tahun ke atas dari pihak Bio Farma sebagai syarat untuk mendapatkan EUA.

Selanjutnya vaksin buatan BUMN ini siap menjalani uji klinis untuk vaksinasi booster, lalu akan didaftarkan uji klinis untuk vaksinasi anak.

Menurut Erick Thohir, hasil uji klinis yang dilaporkan menunjukkan vaksin ini memiliki keamanan dan efikasi yang baik, sehingga tidak kalah dari vaksin Covid-19 buatan luar.

“Sejak proses awal, kita sudah mendesain produk vaksin yang halal, dan itu sudah diaudit oleh pihak berwenang. Sehingga kita harapkan setelah EUA keluar, juga mendapatkan sertifikasi halal,” tandasnya. []

Continue Reading

Farmasi

Holding Rumah Sakit BUMN Merger dengan Holding Farmasi? Ini Penjelasan Dirut Bio Farma

Published

on

Holding Rumah Sakit BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Holding Rumah Sakit BUMN dikabarkan bakal dimerger dengan Holding BUMN Farmasi.

Rencana penggabungan kedua holding BUMN ini lantaran dinilai masih satu bidang ekosistem dan bisa saling melengkapi.

Wacana penggabungan Holding Rumah Sakit dan farmasi ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir, Senin (23/8/2022).

Ia menjelaskan, jika nantinya resmi digabung, kedua holding bisa saling melengkapi ekosistem kesehatan di berbagai bidang, mulai dari obat-obatan, alat kesehatan hingga klinik dan rumah sakit.

Menurut Honesti saat ini Holding BUMN Farmasi sebenarnya sudah memiliki elemen layanan yang lengkap seperti klinik, tapi belum memiliki rumah sakit.

Maka Holding BUMN Farmasi dinilai perlu memperkuat penyediaan RS dengan menggandeng Holding Rumah Sakit BUMN.

“Selama ini kita memasok obat-obatan, vaksin dan alat kesehatan, nantinya

Bidang layanan kesehatan rumah sakit harus diperkuat,” ujarnya.

Dengan bergabungnya Holding Farmasi dengan Holding Rumah Sakit, ia memastikan nantinya perusahaan bisa mengintegrasikan bidang kesehatan mulai dari hulu hingga hilir.

Artinya dari sisi produk bisa terpenuhi, dan sisi layanan kesehatan melalui fasilitas RS dan klinik juga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Hasil dari integrasi ini akan sangat luar biasa, karena semua kebutuhan bisa kita berikan. Sejauh ini belum perusahaan kesehatan di dunia yang memiliki ekosistem selengkap itu, maka ini yang menjadi harapan kami,” bebernya.

Jika Holding Rumah Sakit dan Holding Farmasi resmi dimerger, maka nantinya akan dibuatkan satu nama baru.

Honesti menyebut merger ini merupakan penugasan dari pemerintah, yang memiliki tiga program penting, salah satu ketahanan kesehatan nasional.

Sebelumnya, pemerintah sudah meresmikan Holding BUMN Farmasi yang dipimpin oleh PT Bio Farma selaku induk dari Kimia Farma dan Indofarma.

Pada Juli lalu, PT Industri Nuklir Indonesia (INUKI) resmi menjadi satu anggota baru dari Holding BUMN Farmasi.

INUKI mendapat penugasan untuk menghasilkan produk radiofarmaka atau pengobatan yang berbasis nuklir untuk melengkapi lini bisnis Holding Farmasi.

Honesti optimis dengan merger ini akan menghasilkan satu perusahaan besar dengan sistem yang lengkap, mulai dari produksi, distribusi, layanan kesehatan dan menjadi jaringan ritel farmasi terbesar. []

 

 

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM