Connect with us
PERTAMINA

Agrobisnis & Pangan

Utang PTPN III Senilai Rp41 Triliun Mulai Direstrukturisasi

Published

on

Utang PTPN III

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Utang PTPN III sebagai pimpinan dari Holding BUMN Perkebunan mulai direstrukturisasi.

Prosesnya dengan meyakinkan lebih dari 50 kreditur, baik dari dalam dan luar negeri terkait utang PTPN III agar direstrukturisasi dengan total fasilitas kredit mencapai Rp41 triliun.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III, Mohammad Abdul Ghani mengatakan, restrukturisasi utang PTPN III ini berhasil disahkan berkat inisiasi dari Kementerian BUMN.

Hasilnya telah tercapai satu kesepakatan yang tertuang dalam Intercreditor Agreement (ICA) bersama seluruh Anggota Kreditur Sindikasi USD dan SMBC Singapore.

Menurut Ghani, penandatanganan perjanjian untuk restrukturisasi utang PTPN III adalah bentuk aksesi atas perjanjian perubahan induk (MAA) dalam transformasi keuangan PTPN Group.

Dimana sebelumnya perjanjian itu telah ditandatangani oleh Perseroan dengan para kreditur dalam negeri secara bertahap sejak 29 Januari hingga 15 Maret 2021.

Penandatanganan ICA dilakukan oleh Abdul Ghani dengan Direksi dari 18 kreditur pinjaman sindikasi USD serta SMBC Singapore selaku Agen Fasilitas.

Fasilitas Sindikasi USD dengan limit US$390,6 juta ini merupakan bagian dari restrukturisasi utang PTPN Grup yang nilainya mencapai Rp45,3 triliun dengan hutang perbankan mencapai Rp41 triliun.

“Atas kerjasama ini, Holding Perkebunan Nusantara memberi apresiasi kepada Kementerian BUMN karena telah memberikan dukungan yang sangat penting dalam proses restrukturisasi bagi para kreditur perseroan,” ujar Abdul Ghani dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/4).

Ia menambahkan penandatanganan perjanjian ini juga bentuk kepercayaan kreditur sindikasi USD dalam mendukung transformasi PTPN Group.

Hal itu juga akan memenuhi persyaratan untuk pencairan Dana Investasi Pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional.
Selanjutnya, jajaran direksi akan melaksanakan sejumlah langkah guna meningkatkan performa perusahaan.

Ghani yakin dengan adanya restrukturisasi utang PTPN III, akan menghasilkan optimalisasi kinerja dalam jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.

“Kami akan fokus kembangkan bisnis berkelanjutan untuk memperbaiki kondisi keuangan dan operasional. Kami yakin bisa memenuhi semua kewajiban yang tertuang dalam perjanjian ini dengan mempertajam program inisiatif perusahaan,” ungkapnya.

Terutama dalam Operational Excellence, kata dia juga akan dioptimalkan agar dapat memperbaiki kinerja perusahaan dan meningkatkan EBITDA.

Berbagai langkah ini lah yang diharapakan akan memberi kontribusi terbaik dalam menjalankan peran PTPN III sebagai perusahaan di sektor perkebunan guna mendukung kemandirian pangan.

“Selanjutnya kami akan melakukan pemetaan bisnis dari seluruh anak perusahaan. Kami harus memastikan setiap anak usaha menjalankan bisnis sesuai dengan inti bisnisnya masing-masing,” tandasnya.

Setelah itu, barulah Holding melakukan sinergi di seluruh jajarannya agar tercipta ekosistem bisnis perkebunan yang sehat yang pada akhirnya membawa dampak pada pemulihan ekonomi nasional. []

Agrobisnis & Pangan

Angkat Teh Indonesia, Sinergi ID FOOD Group bersama UMKM, Petani

Published

on

ID FOOD

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Holding pangan ID FOOD melalui Anak usaha sektor Pertanian dan Agro Industri PT Mitra Kerinci ajak UMKM, Petani, Pemerintah Daerah dan Stakeholders untuk mengangkat budaya teh Indonesia.

“Kami berupaya ciptakan ekosistem teh dengan mengangkat kembali budaya teh Indonesia gandeng UMKM dan Petani lokal di Kabupaten Solok Sumatera Barat,”terang Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD, Frans Marganda Tambunan. [3/8/2022]

Seperti komoditas kopi Indonesia yang telah beragam penyajiannya dan tersedia disetiap pusat perbelanjaan, Frans mengatakan untuk mewujudkan ekosistem teh akan memanfaatkan peluang pasar komoditas kopi dan disinergikan dengan market konsumsi teh yang diproduksi hasil olahan Petani dan perkebunan Mitra Kerinci di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

“Ekosistem itu diwujudkan dari hulu perkebunan teh Kerinci kemudian di hilir kami gandeng komunitas kopi dalam penetrasi pasarnya, seperti pada kegiatan festival teh dan kopi sinergi UMKM binaan dan petani,”jelasnya.

Frans melanjutkan mengenai data produksi teh pucuk basah sampai dengan Semester I 2022 tercatat sebanyak 4.780 ton atau 69% dari target 2022 dan sebesar 78% YoY.

Dari produksi teh pucuk tersebut kemudian dilakukan pengolahan
dan memproduksi teh kering sampai dengan Semester I 2022 adalah sebanyak 1.186 ton atau 73% dari target 2022 dan capaian 79% YoY.

“Kami melihat komoditas teh Indonesia juga memiliki potensi ekspor, pada tahun 2022 ini terdapat minat ekspor teh Indonesia dengan negara tujuan seperti Taiwan, Jerman dan Malaysia dengan produk black tea dan special tea, sementara minat konsumsinya produk green tea menjadi favorit konsumsi lokal di Indonesia,”pungkas Frans.

Sementara itu, Direktur PT Mitra Kerinci, Arief Maulana Yamin melanjutkan bahwa perkebunan teh yang dikelola ID FOOD group memiliki luasan sekitar 2025 Ha dan memproduksi kapasitas produksi teh yang dilakukan pengolahan sekitar 4.000 ton per tahun.

Arief melanjutkan bahwa ajakan untuk mengangkat Teh Indonesia selain melibatkan petani juga mengajak kontribusi milenial untuk menggaungkan keunggulan teh Indonesia.

“Keunggulan dari teh Indonesia asal Solok Selatan Sumbar ini berada di kaki gunung Kerinci yang menjadi daya tarik wisatawan karena berdekatan Taman Nasional Kerinci seblat,
hasil produksi tehnya diolah menjadi keanekaragaman teh dan dapat dikombinasikan dengan buah seperti jeruk dan nanas, diolah menjadi minuman tisane serta diolah dengan kombinasi rempah – rempah seperti jahe maupun tanaman obat lainnya,” kata Arief.

Arief melanjutkan Mitra Kerinci Member of ID FOOD memproduksi 2 olahan teh yaitu Black tea dan green tea yang berpotensi peluang ekspor, varian lainnya mitra Kerinci juga memproduksi special Tea seperti jasmine tea yang diolah mix dengan bunga melati. Selain itu, produk teh Indonesia produksi Mitra Kerinci Member of ID FOOD memiliki cita rasa yang khas yaitu woody, nutty dan vegetal.

Mengenai ekosistem pangan komoditas kopi, Arief mengakui turut menggandeng tokoh adat masyarakat setempat Datuk Sibungsu sekaligus Pembina kopi di Sumatera barat. “Jadi penggiat kopi disinergikan dengan teh untuk peningkatan market komoditas teh Indonesia,” katanya lagi.[]

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Swasembada Gula Nasional Jadi ‘PR’ Holding PTPN III, Apa Strateginya?

Published

on

Swasembada gula

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Swasembada gula menjadi salah satu target pemerintah dalam mencapai ketahanan pangan nasional.

Sebagai BUMN Pangan, maka Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mendapat tugas untuk mencapai target swasembada gula tersebut.

Untuk itu, pihak perseroan kini terus melakukan pembenahan dan peningkatan produktifitas tanaman tebu yang digarap oleh PPTN III.

Salah satunya dilakukan di PT Industri Gula Glenmore (PT IGG), yang telah berhasil meningkatkan produktifitas hingga 16 persen dibandingkan tahun 2021.

Direktur PT Industri Gula Glenmore, Yus Martin mengatakan realisasi produktivitas tebu sendiri (TS) per Juli 2022 sudah mencapai 75 ton per hektar di pabrik tersebut.

Sejak 21 Juli 2022 pihak perusahaan sudah menyerap lebih dari 199 ribu ton tebu hasil panen, dan mampu menghasilkan gula konsumsi (GKP) sebanyak 13.100 ton.

Menurut Yus Martin, musim giling tahun ini memang sangat menantang, karena target penggilingan gula naik hingga 124 persen dibandingkan tahun lalu.

“Kami tetap optimis dapat menggiling hingga 887 ribu ton tebu, dengan hasil produksi 71 ribu ton GKP dengan kualitas terbaik. Bahan baku tebu yang digiling kebanyakan berasal dari wilayah Banyuwangi, Jember dan sekitarnya, dengan persentasi 90 persen dari areal PTPN XII dan 10 persen dari petani rakyat,” kata Yus Martin dalam keterangan tertulis, Selasa (26/07/2022).

Namun Yus juga memaparkan adanya kendala yang menghambat peningkatan produktifitas gula, yaitu Badai La Nina.

Fenomena alam ini akan ini akan membuat curah hujan tinggi dalam jangka waktu lama dan berakibat terjadinya penurunan produktivitas hingga kemungkinan terparah gagal panen.

Untuk itu, PT IGG akan melakukan beberapa langkah antisipasi, di antaranya membenahi sarana dan prasarana, peningkatan keandalan pabrik, dan operational excellence di setiap proses bisnis.

Yus Martin menyebutkan salah satu strategi menjaga produktivitas tebu adalah pengawalan proses Tebang Muat Angkut (TMA).

Ia memastikan akan selalu menjaga operasional giling berjalan lancar dengan perawatan dari sisi on farm serta melakukan perbaikan mesin produksi dan pendukung saat off season.

“Selain itu, kami akan meningkatkan monitoring proses pasokan bahan baku tebu dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Manajemen Pabrik Gula. Ini juga untuk memastikan keberlangsungan pasokan tebu,” kata dia.

Bagian dari Holding PTPN III ini juga menggunakan Teknologi Core Sampler yang berguna untuk menjaga transparansi terhadap petani.

Untuk diketahui, keberadaan gula merupakan salah satu bahan pangan penting dan punya peran sentral dalam ekonomi Indonesia.

Maka PT IGG tak hanya fokus pada pencapaian target swasembada gula, tapi bisa berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Di antaranya melalui penyerapan tenaga kerja lokal, seperti untuk pekerja pabrik, tenaga tebang tebu, pekerja transportasi dan cane grabber. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Ikan Tangkapan Nelayan BUMN Perindo Tembus 5 Ribu Ton

Published

on

Ikan Tangkapan Nelayan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ikan tangkapan nelayan yang diserap oleh PT Perikanan Indonesia (Persero) terus meningkat.

Dari Januari hingga Juni 2022, tercatat ikan tangkapan nelayan yang diserap oleh BUMN ini sudah mencapai 5.570 ton.

Serapan ikan tersebut didapat dari ribuan nelayan yang tersebar di berbagai daerah dan sudah menjadi mitra PT Perindo.

Diketahui, PT Perindo sudah dimerger dengan BUMN yang punya lini bisnis serupa pada Desember 2021 lalu.

Semenjak merger, perusahaan ini terus berupaya meningkatkan pembelian ikan tangkapan nelayan untuk menjalankan amanah pemerintah dalam PP No 99 Tahun 2021.

Direktur Utama Perikanan Indonesia, Sigit Muhartono mengatakan, PT Perindo bertugas sebagai off taker hasil tangkapan nelayan guna menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan mutu perikanan.

“Sejak dimerger, kami terus berupaya menjalankan amanah pemerintah dan meningkatkan peran perseroan dengan melibatkan nelayan sebagai garda terdepan ketahanan pangan di sektor perikanan,” kata Sigit dalam keterangan resmi, Jumat (22/7/2022).

Sigit menyatakan pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan membeli ikan tangkapan nelayan dan memberikan kemudahan bagi nelayan dalam berproduksi.

Pembelian ikan dari mitra PT Perindo yang mencapai 1.400 nelayan juga dipastikan dengan harga yang wajar dan sesuai.

Hal itupun berdampak pada tingginya penyerapan hasil tangkapan nelayan selama semester I tahun ini yang sudah mencapai 5.570 ton.

Adapun jenis ikan yang dibeli Perindo dari nelayan adalah yaitu ikan Tongkol, Cakalang, Layang, Tuna, Kembung, Deho, dan Gurita.

Sementara wilayah yang banyak memasok ikan ini di antaranya dari Pekalongan, Ambon, Surabaya, Tegal, Belawan, Padang, Brondong, Pemangkat, Bacan, Benoa, Bitung, Sorong, Gorontalo dan Makassar.

“Produk perikanan yang kami serap adalah bahan baku yang akan diolah sebelum dijual. Dalam proses pengolahan produk, kami fokus ke arah hilirisasi agar bisa memaksimalkan nilai tambah,” ungkapnya.

Perusahaan BUMN ini juga telah melengkapi berbagai infrastruktur penunjang di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari pelabuhan, unit pengolahan ikan, pembekuan (cold storage), air blast freezer, pabrik es hingga docking kapal.

Semua infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung ekosistem perikanan yang berkelanjutan dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan tradisional.

Sebelumnya, Kementerian BUMN sudah menetapkan sektor perikanan sebagai komoditas yang harus diprioritaskan untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Bahkan merger BUMN Perikanan juga bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kontribusinya terhadap inklusivitas atau keterlibatan nelayan. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!