Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Utang BUMN Karya Menumpuk, Begini Penjelasan Erick Thohir!

Published

on

Utang BUMN Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta –  Utang BUMN Karya yang saat ini masih menumpuk hingga triliunan Rupiah seringkali dianggap sebagai hal negatif dari kinerja BUMN.

Utang BUMN Karya yang terdiri dari PT Wijaya Karya, PT Waskita Karya, PT Adhi Karya dan PT PP saat ini memang jumlahnya sangat besar karena mencapai ratusan triliun.

Lantas apa tanggapan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terkait besarnya nominal utang BUMN Karya?

Erick mengatakan, utang BUMN karya yang saat ini mencapai Rp218,61 triliun tidak terlepas dari banyaknya pengerjaan infrastruktur yang sedang digarap.

Dalam proses pembangunan tentu membutuhkan dana yang sangat besar, dan hasil pembangunan infrastruktur itu tentu tidak bisa langsung menghasilkan cuan buat bayar utang.

Salah satu proyek strategis nasional yang paling banyak digarap BUMN Karya adalah jalan tol yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Meski belum bisa balik modal, menurut Erick hasil pembangunan tol ini sudah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Seperti pada masa angkutan Lebaran (arus mudik dan balik) beberapa pekan lalu yang sudah semakin lancar berkat adanya jalan tol.

“Jadi untuk tahun pertama dan kedua, pemasukan uangnya memang belum baik. Tapi menfaatnya sudah terbukti, seperti kemarin bareng semuanya naik mobil karena pada saat Covid pada nggak bisa terbang,” kata Erick saat pembekalan Rekrutmen Bersama BUMN 2022 di Jakarta, Rabu 18 Mei 2022.

Terkait utang tersebut, Erick mengakui ada pemikiran-pemikiran yang memang tidak setuju dengan pembangunan infrastruktur yang sedang digarap secara besar-besaran.

Namun untuk jangka panjang, ia memastikan pembangunan ini akan memberikan manfaat ekonomi yang sangat besar bagi kemajuan negara.

“Maka yang perlu dicatata bahwa infrastruktur ini baru akan memberikan kontribusi untuk pendapatan BUMN setelah beberapa tahun, karena ini targetnya memang untuk jangka panjang,” tandasnya.

CAPAI Rp218,61 TRILIUN

Untuk diketahui, pada tahun 2021 lalu tercatat besaran utang dari keempat BUMN Karya sudah mencapai Rp218,61 triliun dengan rincian 144,99 triliun di antaranya merupakan utang jangka pendek.

Dalam pembekalan ini, mantan Presiden Klub Inter Milan itu juga mengingatkan kepada para peserta seleksi BUMN bahwa ada risiko menjadi pegawai BUMN.

Pasalnya pegawai BUMN harus siap diperiksa penegak hukum dan saat ini sudah banyak petinggi di BUMN yang terjerat kasus korupsi dan menjadi tersangka.

Untuk itu, Erick mengingatkan agar para jajarannya termasuk calon pegawai BUMN agar nantinya bisa menjalankan usaha secara transparan dan tercatat.

Jangan sampai ada unsur koruptif yang dibawa saat lolos jadi pegawai BUMN sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari. []

Konstruksi & Properti

Proyek Pembangunan IKN, Hutama Karya Dapat Kontrak Senilai Rp5 Triliun!

Published

on

Proyek pembangunan IKN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek pembangunan IKN masih menjadi incaran berbagai perusahaan konstruksi, baik BUMN maupun swasta.

Salah satu BUMN Karya yang baru dapat kontrak besar dari proyek pembangunan IKN Nusantara adalah PT Hutama Karya (Persero).

Hutama Karya baru saja mendapat kontrak senilai Rp5 triliun dari sejumlah kontrak proyek pembangunan IKN (Ibu Kota Negara) di Kalimantan Timur.

Jenis pekerjaan yang masuk dalam kontrak tersebut yaitu proyek jalan tol IKN dan beberapa gedung perkantoran.

Direktur Hutama Karya, Budi Harto mengatakan, untuk nilai kontrak pengerjaan jalan tol mencapai Rp3,2 triliun, jika ditambah pengerjaan gedung totalnya menjadi Rp5 triliun.

“Kami telah mengikuti proses tender proyek, dan Hutama Karya terpilih menjadi kontraktor di beberapa proyek,” jelas Budi di kantor Kementerian BUMN, Kamis (29/9/2022).

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Hutama Karya jadi pemenang tender proyek Jalan Tol IKN Segmen Karangjoang-KKT Kariangau.

Tender proyek ini diikuti sekitar 132 perusahaan, termasuk sesama BUMN, seperti Wijaya Karya, Waskita Karya, Brantas Abipraya, Adhi Karya dan PT Nindya Karya.

Hutama Karya jadi pemenang proyek tol ini setelah memberikan harga penawaran Rp3,33 triliun, sementara nilai pagu paket proyek ini adalah Rp3,47 triliun.

Sebelumnya, emiten berkode HK ini juga telah mengamankan kontrak baru dari proyek Bangunan Pelengkap Jembatan Pulau Balang dan Pembangunan Pelindung Tumbukan Kapal (Fender).

Untuk pengerjaan Jembatan Pulau Balang, dilakukan dengan kerjasama operasional (KSO) antara Hutama Karya, Adhi Karya dan Bangun Cipta dengan nilai kontrak Rp291 miliar.

Budi Harto menyatakan saat ini pihaknya sudah memulai tahap persiapan untuk beberapa tender yang sudah teken kontrak agar bisa langsung dieksekusi.

“Untuk proyek pembangunan IKN sudah ada beberapa proyek yang kita menangkan dan sudah selesai, jadi ini yang segera kita persiapan,” ungkapnya.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, total anggaran untuk pembangunan infrastruktur dasar di IKN Nusantara pada periode 2022 – 2024 mencapai Rp43,73 triliun.

Kementerian PUPR sendiri sudah meneken 19 paket proyek IKN senilai Rp5,32 triliun dengan nilai paket yang bervariasi, mulai terendah Rp1,6 miliar hingga tertinggi Rp291 miliar. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Laba PT Jasa Marga Capai Rp734,8 Miliar, Tapi Malah Anjlok 14 Persen

Published

on

Laba PT Jasa Marga

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Laba PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengalami penurunan pada per semester pertama 2022.

Total laba PT Jasa Marga dari penghasilan perusahaan dan diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp734,76 miliar.

Meski terbilang cukup besar, namun laba PT Jasa Marga justru mengalami penurunan 14,1 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama 2021, yaitu Rp855,6 miliar.

Dari laporan keuangan Jasa Marga pada Selasa (27/9/2022), total pendapatan perusahaan meningkat 9,55 persen, dari Rp6,88 triliun menjadi Rp7,54 triliun.

Sementara beban pokok pendapatan naik sebesar 2,7 persen, dan laba per saham dasar turun menjadi dari Rp117,89 menjadi Rp101,24.

Dari segmentasi pendapatan, usaha tol masih menjadi penyumbang utama yaitu Rp6,08 triliun, usaha lainnya Rp576,82 miliar, dan pendapatan konstruksi Rp886,24 miliar.

Terkait turunnya laba PT Jasa Marga di paruh pertama tahun ini, salah satunya karena perseroan tak lagi membukukan keuntungan dari pelepasan investasi.

Pada periode yang sama tahun 2022, BUMN ini masih mendapatkan dana segar Rp788,74 miliar dari keuntungan pelepasan investasi PT Marga Lingkar Jakarta.

Corporate Communication and Community Development Group Head, Lisye Octaviana mengatakan laba yang didapat di periode ini adalah hasil yang positif.

Menurutnya, total laba PT Jasa Marga yang mencapai Rp734,8 miliar selaras dengan mulai normalnya mobilitas dan aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan tol.

“Selain itu beberapa ruas jalan tol baru yang mulai beroperasi juga menjadi katalis positif terhadap kenaikan volume lalu lintas di tahun 2022,” kata Lisye, dikutip Selasa (27/9/202).

Ia menjelaskan, pendapatan yang paling tinggi kenaikannya yaitu dari usaha lain perseroan yang meroket hingga 40,6 persen, sementara pendapatan dari layanan tol hanya naik 16 persen.

Emiten bersandi saham JSMR ini mencatatkan EBITDA naik 21,3 persen dengan realisasi EBITDA Margin mencapai 65,9 persen.

Adapun beberapa ruas tol JSMR sudah mulai beroperasi yaitu Jalan Tol Manado-Bitung seksi Danowudu-Bitung (13,40 Km) konsesi Jalan Tol Gedebage Tasikmalaya-Cilacap (206,65 Km)

Dengan penambahan ini, jalan tol operasi dan konsesi, saat ini JSMR telah mengoperasikan total 1.260 Km jalan tol dari total konsesi jalan tol yang dimiliki sepanjang 1.809 Km. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Rights Issue Waskita Karya Kian Dekat, ini Langkah Perseroan!

Published

on

 Rights Issue Waskita Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Rights Issue Waskita Karya dalam waktu dekat akan segera dimulai dengan menerbitkan Obligasi/Sukuk.

Rencana Rights Issue Waskita Karya sudah mendapat persetujuan dari pemegang saham yang disampaikan saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin (26/9/2022).

Selanjutnya PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan menerbitkan saham baru hingga 8.722.695.331 saham seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham.

SVP Corporate Secretary WSKT, Novianto Ari Nugroho mengatakan penerbitan saham baru ini melalui mekanisme penawaran umum terbatas III.

Ia menjelaskan, di tahun ini, Waskita akan mendapatkan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3 triliun dari Kementerian Keuangan.

Setelah menerima suntikan modal ini, perseroan melakukan Rights Issue dengan target perolehan sebesar Rp980 miliar untuk menjaga komposisi kepemilikan saham antara pemerintah dan publik.

“Untuk dana PMN sebesar Rp3 triliun, nantinya akan digunakan untuk menyelesaikan dua ruas tol,” kata Novianto dalam keterangan resminya.

Kedua roas tol yang dimaksud, yaitu, Ruas Tol Kayu Agung-Palembang-Betung Tahap 2 dan Ruas Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 3.

Sementara target perolehan dana dari Rights ISSUE Waskita Karya sebesar Rp980 miliar akan digunakan untuk tambahan modal kerja dalam menggarap beberapa proyek infrastruktur strategis.

Saat ini, pengerjaan ruas Tol KAPB Tahap II masih membutuhkan dana besar Rp2 triliun untuk merampungkan proyek tersebut.

Novianto menyebut progress pengerjaannya baru mencapai 72 persen, sementara ditargetkan selesai pada bulan November tahun 2023.

Sementara tol ruas Ciawi – Sukabumi baru mencapai mencapai 46,21 persen dan butuh dana Rp1 triliun dengan target penyelesaian pada Mei tahun 2025.

Perseroan juga menyiapkan agenda kedua, yaitu penerbitan obligasi dan sukuk dengan penjaminan yang diberikan atas nama Pemerintah, baik secara langsung maupun melalui badan usaha yang ditunjuk sebagai penjamin.

Langkah ini untuk memenuhi persyaratan Penjaminan Pemerintah yang diatur oleh Kemenkeu tentang Tata Cara Pemberian Penjaminan Pemerintah untuk Badan Usaha Milik Negara Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional.

Emiten berkode WSKT Ini berkomitmen untuk terus melaksanakan upaya-upaya perbaikan kinerja keuangan dengan menjalankan delapan langkah penyehatan.

Pada tahun ini, WSKT telah melakukan strategic partnership pada beberapa ruas jalan tol, seperti ruas Pejagan-Pemalang, ruas Cimanggis-Cibitung, dan ruas Kanci-Pejagan untuk mendongkrak kinerja operasional perusahaan. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!