Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

UMKM Binaan Pertamina Kantongi Rp7 Miliar Dari Penjualan di TEI 2019

MediaBUMN

Published

on

UMKM binaan Pertamina

UMKM binaan Pertamina berhasil unjuk gigi dalam ajang yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan yaitu Trade Expo Indonesia (TEI) 2019.

UMKM binaan pertamina tersebut berhasil mengantongi penjualan mencapai Rp7 miliar dalam ajang yang digelar pada 16-20 Oktober 2019 lalu di ICE BSD. Dalam ajang tersebut sebanyak 18 UMKM binaan pertamina terpilih telah menampilkan produk-produk terbaik di hadapan para pembeli besar potensial dari berbagai negara.

Menurut VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman pameran perdagangan internasional tersebut dilaksanakan dalam rangka mendorong ekspor Indonesia ke mancanegara sehingga mampu meningkatkan daya saing UMKM Pertamina.

“Selain melakukan penjualan di sektor retail, dalam ajang tersebut mitra binaan Pertamina juga mengikuti kegiatan business matching dimana dalam kegiatan tersebut mempertemukan calon pembeli dengan mitra binaan,” terang Fajriyah.

Alhasil melalui kegiatan business matching tersebut selama lima hari pameran 5 UMKM dan penjualan retail 18 UMKM mitra binaan Pertamina berhasil mengantongi penjualna mencapai Rp2,9 miliar.

Dalam kesempatan tersebut, 2 mitra UMKM binaan Pertamina yaitu Bawadi Coffee dan Keripik Buah Nurchaetti berhasil mendapatkan order ekspor dengan total nilai penjualan sebesar Rp4,2 Miliar

Produk-produk UMKM binaan Pertamina dalam pameran tersbeut banyak diminati oleh pengunjung.

Beragam variasi produk yang ditampilkan antara lain Minyak Sereh dari Sumatera Barat, Kerupuk Ikan Patin dari Sumatera Utara, minyak rempah dari tanah karo serta Mebel Kayu dari Jawa Tengah telah habis terjual di hari keempat pameran. []

HIGHLIGHT BUMN

Erick Thohir Ubah Konsep Super Holding Menjadi Subholding

EKO PRASETYO

Published

on

super holding

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan bahwa dirinya akan menghentikan rencana pembuatan super holding BUMN yang pernah diinisiasi oleh Menteri BUMN sebelumnya (Rini Soemarno).

Menurutnya pembentukan super holding tidak lantas akan membuat BUMN menjadi lebih efektif. Justru dengan mengubah kepada konsep klasterisasi pengelompokan BUMN atau subholding maka akan mempermudah pengawasan serta mendorong masing-masing klaster menjadi lebih baik.

“Super holding akan ditiadakan dan akan menjadi konsep subholding BUMN,” ujar Erick dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2020, Jakarta, (26/2).

Karena jumlah perusahaan pelat merah yang begitu banyak, maka dengan adanya klasterisasi akan semakin mempermudah pengawasan oleh Kementerian BUMN.

Lebih lanjut Erick menyebut dirinya memiliki target membentuk 20 klaster pelat merah. Dimana klaster-klaster tersebut akan sepenuhnya dalam pengawasan 2 Wakil Menteri BUMN.

“Tidak mungkin wamen BUMN masing-masing mengawasi kegiatan usaha BUMN sejumlah 142 perusahaan. Dengan adanya klasterisasi maka masing-masing wamen akan mengawasi 7-8 subholding BUMN,” jelas Erick.

Nantinya, lanjut Erick, akan ada klaster dengan kategori dead weight dimana akan diisi oleh perusahaan pelat merah yang kondisi keuangannya sekarat.

“Dengan adanya klaster tersebut maka akan mempermudah monitoring perseroan yang terbelit persoalan finansial,” tambahnya.

Sebelumnya pembentukan super holding pernah diinisiasi Presiden Joko Widodo ketika melakukan kampanye Pilpres 2019 silam. Pada saat itu Presiden Jokowi mengatakan pembentukan super holding BUMN diperlukan untuk memudahkan perusahaan pelat merah berkembang. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

BUMN Sekarat Bakal dilepas ke Swasta?

Alfian Setya Saputra

Published

on

BUMN sekarat

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ramai menjadi perbincangan soal BUMN sekarat yang terus menggerogoti uang negara menjadi salah satu tugas berat bagi Kementerian BUMN.

Adapun Kementerian yang digawangi Erick Thohir tersebut telah memiliki solusi menangani persoalan BUMN sekarat tersebut. Salah satu opsinya adalah melepas perusahaan pelat merah berkategori dead-weight alias sekarat itu ke pihak swasta.

Dimana opsi tersebut menjadi opsi kedua setelah sebelumnya Kementerian BUMN menyebut BUMN sekarat akan dilakukan likuidasi (tutup) atau digabung (merger). Menurut Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menuturkan, semua opsi yang ada untuk persoalan BUMN sekarat tersebut masih dalam kajian.

“Berbagai opsi yang ada masih terus dikaji kemnudian masih terus dikonsolidasikan jadi satu, bisa didivestasikan kalau sudah mungkin lebih cocok dijalankan oleh pihak lain di luar BUMN, atau bisa diholdingkan jadi anak perusahaan yang lain. Pengkajian tersebut yang masih terus dilakukan,” ujar mantan bos PT Inalum tersebut (25/2).

Menurutnya hal terpenting yaitu adanya langkah konkret yang akan dilakukan kepada perusahaan pelat merah berstatus sekarat tersebut.

“Struktur bisnisnya yang terpenting harus jelas dilakukan,” tambahnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan bahwa untuk dapat mengeksekusi BUMN sekarat tersebut, Kementerian BUMN tengah menunggu adanya revisi Peraturan Pemerintah (PP) yang berisi pengalihan kewenangan divestasi, merger, dan lainnya kepada Kementerian BUMN.

“Pak Erick tengah memprosesnya agar nantinya kewenangan dalam melakukan divestasi serta merger bisa dilakukan oleh pak Erick sehingga prosesnya bisa lebih cepat,” tutup Budi. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

130 Bos BUMN Belum Setor Rencana Bisnis ke Erick Thohir?

MediaBUMN

Published

on

rencana bisnis

MEDIABUMN.COM, Jakarta – sebanyak 130 pimpinan di perusahaan pelat merah dinilai masih banyak yang belum menyetorkan rencana bisnis 5 tahun ke depan. Artinya dari sejumlah 140 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada baru 10 yang sudah melapor soal rencana kerja perusahaaan.

Kepada media, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan baru ada beberapa perusahaan yang melaporkan rencana bisnis yang berasal dari sektor perbankan, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

“Masa minta rencana bisnis (bisnis plan) saja tidak bisa? Yang rajin itu dari BUMN perbankan, PLN bahkan Pertamina juga sudah setor,” ujar Erick.

Adapun rencana bisnis perusahaan merupakan dokumen berkala yang menjadi pedoman terkait rencana manajemen untuk menjalankan bisnis pada periode tertentu. Rencana bisnis disediakan oleh kepala perusahaan sebagai penjabaran strategi dalam mencapai tujuan.Selain itu, rencana bisnis juga dibuat dengan tujuan untuk menggaet investasi dari pihak luar.

Dalam kesempatan tersebut, bos Mahaka Media ini juga menyebut akan meleburkan perusahaan pelat merah yang kinerjanya terus merugi dalam satu subholding. Untuk memudahkan kerja sang Menteri, rencananya Kementerian BUMN akan membentuk sebanyak 15 subholding, dimana masing-masing Wakil Menteri BUMN akan bertanggung jawab memegang sekitar 7 subholding.

“Nantinya kami ingin setiap wakil menteri memegang setidaknya ada 7 subholding atau lebih. Tapi belum final, masih dalam pemetaan,” tambah Erick.

Adapun sebelumnya, Menteri Erick telah menyampaikan rencana merger BUMN lainnya yang terus merugi antara lain PT PANN Multi Finance (Persero). []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM