Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Transportasi Udara Berbasisi Digital Dikembangkan Angkasa Pura II

Published

on

Transportasi udara

Transportasi udara berbasis digital, sebuah teknologi yang memang seharusnya sudah mulai diterapkan di Indonesia. Hal ini mengingat teknologi yang semakin berkembang dan kebutuhan akan kemudahan dan kepraktisan juga terus meningkat.

PT Angkasa Pura, sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di bidang transportasi dan pengelolaan bandara akan merilis dan menggenjot sistem tranportasi udara berbasis digital ini.

Untuk mewujudkan transportasi udara yang berteknologi tinggi tersebut, PT Angkasa Pura II (persero) bekerja sama dengan Monash University, sebuah universitas internasional. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama di awal sementara di bidang riset atau penelitian dan akademik.

Kerja sama yang ditandai dengan MoU sebelumnya sudah dilakukan oleh Monash University dengan Kementerian Perhubungan Indonesia.

Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman, berarti kedua pihak sudah dapat melaksanakan kolaborasi dalam kegiatan akademik dan penelitian mengenai transportasi udara. Kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan dan meningkatkan sumber daya manusia di Angkasa Pura II.

Kolaborasi dengan Monash II menjadi pembuktian komitmen Angkasa Pura II dalam bekerja sama dengan mitra global atau internasional. Mitra yang dalam hal ini diwakili oleh Monash University.

Kerja Sama Transportasi Udara

President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, menyatakan bahwa dengan kerja sama bersama Monash University diharapkan Angkasa Pura dapat mencapai target pengembangan Internasional atau international expansion.

Tujuan selanjutnya, Angkasa Pura II yang selama ini sudah menjadi operator bandara dalam negeri ini menyasar target pasar di negara lain. Jika transportasi udara berbasisi digital sudah dimiliki dan sumber daya yang ada siap mendukung, maka dalam waktu dekat Angkasa Pura II siap menjadi operator bandara internasional di negara lain.

Angkasa Pura II meyakini bersama dengan Monash University, transportasi udara yang bersifat Smart dan Connection Airport dapat ditearpkan lebih cepat dan lebih baik. Digitalisasi merupakan bagian sangat penting dari perjalanan Angkasa Pura II.

Perusahaan ini berusaha mengimplementasikan konsep Smart dan Connecter Airport di setiap bandara. Ini bagian dari strategi perusahaan menuju transformasi digital. []

HIGHLIGHT BUMN

73 Tahun Perum Damri, Terus Berinovasi Hadirkan Layanan Terbaik

Published

on

Perum

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Perum DAMRI tahun ini genap berusia 73 tahun. Berbekal pengalaman panjang sebagai perusahaan penyedia jasa transportasi bus, tentunya semakin mengasah kemampuan perusahaan dalam menghadirkan layanan yang optimal bagi para pelanggan

Terlebih di era digital saat ini yang semakin mendisrupsi pola-pola konvensional yang sudah banyak ditinggalkan masyarakat. Namun di tengah tantangan tersebut, perum DAMRI terus merelevankan seluruh layanannya sehingga perusahaan terus hadir dalam memenuhi kebutuhan para pelanggan.

Dalam acara perayaan HUT ke-73 Perum DAMRI di kantor Kemayoran Jakarta (1/12), Direktur Utama Perum DAMRI Milatia Kusuma Moemin Mengatakan bahwa pihaknya akan terus menghadirkan inovasi yang terbaik sesuai dengan kebutuhan zaman yang berorientasi terhadap kepuasan pelanggan.

“Kami tidak akan berhenti disini. DAMRI akan terus membuat terobosan dan inovasi yang meningkatkan pelayaan sesuai dinamika dan permintaan pelanggannya,” ujarnya.

Menurutnya seluruh personel DAMRI berkomitmen tinggi untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada peanggan.

“Di DAMRI kini tak ada lagi penumpang, tapi pelanggan. Konsekuensinya, mereka harus dilayani sebaik mungkin karena pelanggan adalah raja,” ujar wanita yang akrab disapa Mila tersebut.

Dalam perayaan HUT ke-73 tersebut, DAMRI meluncurkan aplikasi DAMRI Apps, yang merupakan aplikasi layanan DAMRI yang ditujukan kepada seluruh pelanggan di tanah air.

“Aplikasi ini bisa di unduh melalui Play Store. Melalui aplikasi tersebut nantinya para pelanggan kami bisa melakukan berbagai hal yang berkaitan dengan kebutuhan akan transportasi DAMRI seperti pemesanan tiket, dsb,” ujarnya.

Dalam momentum HUT tersebut, DAMRI juga meluncurkan trayek baru bandara Soekarno Hatta – Bandung dan trayek trans jawa (Jakarta – Surabaya).

Rangkaian perayaan HUT DAMRI sudah dilakukan sejak beberapa lama, termasuk di beberapa kantor cabang DAMRI. Puncaknya pada minggu (1/12), yang diawali dengan jalan sehat (fun walk), senam bersama serta panggung gembira di lapangan parkir kantor pusat DAMRI Kemayoran Jakarta.

Rangkaian Acara HUT Perum DAMRI

Pantauan di lapangan, ribuan pegawai DAMRI dan keluarganya ikut hadir dan jalan sehat bersama di skitar Jalan Benyamin Syueb, Kemarian Jakarta.
Start dan finish mengambil tempat di Gerbang Kantor DAMRI Kemayoran Jakarta.

73 Tahun

Hadir Dirut DAMRI Milatia Kuuma Moemin, jajaran Direksi Perum DAMRI, pejabat serta karyawan dan keluarganya. Selain itu, tampak hadir para pejabat seperti Sekditjen Hubdat Cucu Mulyana, perwakilan dari Kementerian BUMN. Serta, mitra kerja dan rekanan Perum DAMRI baik di pusat atau daerah.

Yang tak kalah menarik adalah panggung gembira dengan mendatangkan beberapa artis ibukota Jakarta. Dan saat itulah dilakukan flashmop seluruh karyawan termasuk Dirut Perum DAMRI ikut melantai bersama karyawannya. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Masyarakat Pengguna PLTS Tumbuh Signifikan

Published

on

pengguna PLTS

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pertumbuhan pengguna PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) atap tercatat PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sampai September 2019 sudah ada 1.435 PLTS Atap terpasang.

Hal tersebut diungkap Vice President Perencanaan dan Pengembangan Produk Inovatif PT PLN (Persero) Leo Basuki.

Leo mengatakan adanya payung hukum mengatur penggunaan PLTS Atap menjadi salah satu pendorong tumbuhnya pembangkit setrum energi hijau tersebut.

Ketika dirinci, kata Leo, kurang lebih ada 800 pelanggan pasang baru sejak payung hukum PLTS Atap diluncurkan Desember 2018 lalu.

Payung hukum penggunaan PLTS Atap tersebut telah diatur oleh Peraturan Menteri ESDM No 49 Tahun 2018 Tentang Penggunaan Sistem PLTS Atap oleh Konsumen PT PLN (Persero).

Diterangkannya, beleid tersebut selanjutnya direvisi Peraturan Menteri ESDM No 13 Tahun 2019 dan dilengkapi Permen ESDM No 12 Tahun 2019 tentang Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik untuk Kepentingan Sendiri.

Bahkan menurut Leo, pertumbuhan penggunaan PLTS Atap didorong juga dari komitmen sejumlah daerah.

“Terjadi peningkatan pengguna PLTS Atap mencapai 181% (Sejak diterbitkannya payung hukum),” jelas Leo.

Pihaknya pun optimisi atas pemanfaatan Energi Baru Terbarukan tersebut akan dapat mencapai 23% di tahun 2025.

Hal ini dikarenakan Provinsi-Provinsi juga sudah sama-sama bergerak memulai memanfaatkan PLTS Atap. Contohnya saja seperti Jawa Barat, Bali dan DKI Jakarta.

Dicontohkan Leo, Bali sendiri saat ini pun sudah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) No 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih.

Dalam aturannya tersbut di Bali telah mewajibkan setiap bangunan pemerintah pusat dan daerah, bangunan komersial, industri, sosial dan rumah tangga dengan luas lantai lebih dari lima ratus meter persegi untuk memanfaatkan PLTS Atap mulai tahun 2021 hingga 2024.

Selanjutnya ada Provinsi DKI Jakarta sudah mengeluarkan Instruksi Gubernur memulai menggunakan PLTS Atap di setiap gedung-gedung Pemerintah Daerah, gedung olah raga, gedung sekolah dan fasilitas kesehatan.

Bahkan Leo mengungkapkan yang juga terjadi di Jakarta. Menurutnya, untuk mengurangi polusi udara, Gubernur Jakarta mengeluarkan Instruksi Gubernur memasang PLTS Atap di beberapa gedung sekolah masing-masing 15 KWp.

“Bahkan di tahun 2020 informasinya kantor dinas wajib dipasang PLTS Atap,” tuturnya.

Sebelumnya diketahui, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) F.X Sutijastoto menyatakan pihaknya tengah berupaya serius untuk panel surya ini dapat masuk ke industri.

Sampai-sampai, dikatakannya, pihaknya bersama kementerian, perusahaan BUMN dan sejumlah daerah memompa permintaan panel surya tersebut untuk masuk ke skala industri.

Bahkan disampaikan Sutijastoto, pihaknya menargetkan dapat menciptakan market panel surya 300 Megawatt dalam setahun. []

Continue Reading

Energi & Tambang

Target Produksi Migas Pertamina 2020 Capai 923 Ribu BOEPD

Published

on

produksi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Pertamina (Persero) memiliki target produksi minyak dan gas bumi (Migas) di tahun 2020 untuk bisa mencapai kenaikan produksi hingga 923 ribu barel setara minyak (Barel Oil Equivalent Per Day /BOEPD) pada 2020.

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan bahwa target produksi migas Pertamina di tahun 2020 ini dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya, termasuk di tahun 2019 yang hanya 906 ribu BOEPD.

Disampaikan Nicke, rincian target produksi migas tahun 2020 adalah 923 ribu BOEPD. Adapun target tersebut terdiri dari minyak 430 ribu barel per hari (bph) dan target produksi gas 2.857 juta kaki kubik per hari (mmscfd)‎.

“Pada tahun depan di 2020, produksi minyak dan gas bumi yang dihasilkan Pertamina ditargetkan mencapai 923 ribu barel setara minyak per hari,” terang Nicke.

Hal senada disampaikan Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu. Dijelaskannya, target produksi migas dengan besaran 923 ribu BOEPD yang akan dihasilkan Pertamina ini berasal dari dalam negeri dengan ksiaran 765 ribu BOEPD.

Selanjutnya 158 ribu BOEPD juga berasal dari lapangan migas luar negeri yang dikelola Pertamina.

Diakui Dharmawan, ada banyak tantangan dalam mencapai target produksi migas yang meningkat.

Dicontohkannya seperti memastikan pengadaan peralatan supaya tidak ada keterlambatan pengeboran.

“Kami harus dapat pastikan bahwa di setiap pengeboran tidak lagi telat, ini karena kemarin kami telat dalam melakukan pengadaan rig offshore,” kata dia.

Untuk diketahui juga, bahwa Pertamina memiliki target di tahun 2020 selain dalam hal produksi migas juga dalam hal pertumbuhan laba bersih sebesar 10 persen.

Laba tersebut diperoleh dengan mengandalkan peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas).

Sementara itu, dikutip dari bahan pemaparan kinerja Pertamina dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR, di Jakarta, sebelumnya (Kamis, 28/11).

Diketahui dalam RDP tersebut, laba pertamina di 2020 ditargetkan bisa mencapai USD 2,2 miliar atau setara Rp31 triliun (1 USD= 14.095).

Laba tersebut diketahui lebih tinggi dibanding dengan tahun 2019 ini yang hanya mencapai USD 2 miliar. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM