Connect with us
PERTAMINA

CEO TALK

Transformasi Bisnis: Asei Fokus Garap Asuransi Perdagangan

Published

on

Asuransi Perdagangan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pandemi Covid-19 memberikan tekanan yang luar biasa terhadap perekonomian nasional, sehingga hal ini tentu berdampak negatif terhadap seluruh pelaku industri dan bisnis di tanah air, tidak terkecuali bisnis Asei.

Meskipun tahun ini perekonomian masih dibayang-bayangi dengan ketidakpastian, namun Asuransi Asei menatap optimis dengan strategi yang siap diimplementasikan untuk membawa kinerja perseroan tumbuh lebih baik dan mampu meraih sasaran dan target di tahun 2021.

Menutup tahun 2020 dengan berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri, Asei tetap mampu menjaga kinerjanya dengan cukup baik untuk selanjutnya sebagai modal penting untuk meraih kinerja yang jauh lebih optimal di tahun 2021.

Melewati kuartal I/2021, Asei terus berupaya menjalankan strategi bisnis yang baru sehingga mampu membalikkan keadaan dengan peningkatan produksi premi dan perolehan hasil underwriting yang lebih tinggi.

Hasilnya, perusahaan mampu mencetak pertumbuhan produksi premi yang positif pada tiga bulan pertama tahun ini, yakni melonjak hingga 68,8% dari Rp70,4 miliar pada 2020 menjadi Rp118,8 miliar pada 2021.

Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia Arie Surya Nugraha mengatakan tahun 2021 akan menjadi tahun kebangkitan bagi perusahaan. Maka itu, manajemen menetapkan target kinerja yang optimis dengan pertumbuhan premi mencapai 40% sepanjang 2021 yakni mencapai Rp448 miliar, dibanding produksi premi pada tahun sebelumnya Rp 318 miliar.

“Kami targetkan laba bersih Asei sepanjang 2021 bisa jauh meningkat hingga tumbuh di atas 100% dari perolehan tahun 2020 lalu,” ujar Arie.

Optimisme perusahaan untuk mencapai target pertumbuhan kinerja pada tahun ini bukan tanpa alasan. Asei menilai, selain tantangan bisnis, perusahaan juga melihat bahwa peluang bisnis semakin terbuka lebar seiring kondisi perekonomian nasional yang terus membaik.

Kinerja industri perbankan yang mulai stabil menjadi indikator penting bagi Asei dalam meningkatkan kinerja usaha pada 2021. Disamping itu, kerja sama bisnis Asei dengan sumber bisnis potensial juga dapat kembali berjalan dengan baik.

Optimalkan Asuransi Perdagangan

Demi mewujudkan pencapaian kinerja perusahaan secara berkelanjutan, Asei setidaknya memiliki tiga strategi utama yang akan dilaksanakan. Pertama, transformasi bisnis Asei dengan fokus bisnis pada asuransi perdagangan.

Kedua, digitalisasi untuk seluruh kegiatan bisnis dan pendukung operasional perusahaan. Ketiga, menetapkan asas kehati-hatian dan kepatuhan (prudent and compliance) terhadap seluruh bisnis yang masuk.

Pada 2021, Asei akan berfokus pada core business yaitu mengoptimalkan bisnis asuransi keuangan, khususnya asuransi perdagangan. Sebagai langkah awal, perusahaan menargetkan bisnis Asei akan didominasi oleh portofolio asuransi keuangan, yang jauh lebih besar dibandingkan bisnis asuransi umum.

Asuransi perdagangan merupakan jenis asuransi yang memberikan ganti rugi kepada Tertanggung, baik penjual atau eksportir, bank, maupun institusi keuangan non-bank.

Ganti rugi yang dimaksud terhadap kemungkinan risiko kerugian akibat tidak diterimanya sebagian atau seluruh pelunasan pembayaran dari importir atau bank pembuka Letter of Credit (L/C) yang disebabkan oleh risiko komersial atau risiko politik.

Laman: 1 2 3

CEO TALK

Rencana Bisnis Bank Papua: Kuatkan Daya Saing

Published

on

Bank Papua

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pada dasarnya, Bank Papua memiliki sejumlah target kinerja yang tercantum dalam rencana bisnis periode 2023-2027. Secara garis besar meliputi, peningkatan daya saing, penguatan ketahanan kelembagaan, dan peningkatan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Secara rinci dijelaskan, Bank Papua akan melakukan penguatan berkelanjutan terkait platform bisnis. Inisiatif strategis dan eksekusi dititikberatkan pada bidang terkait pondasi dan pendukung pada rencana strategis 2017-2022 yang masih memerlukan penyempurnaan.

Selain itu, perusahaan juga akan memperkuat pemasaran dan penjualan untuk akselerasi pertumbuhan sektor terseleksi. Inisiatif strategis dan eksekusi dititikberatkan pada penguatan perangkat pemasaran dan penjualan produk dana dan kredit produktif UMKM untuk perluasan basis konsumen.

Strategi utama akan dieksekusi melalui 7 Bidang Utama yang menjadi prioritas alokasi dan utilisasi sumber daya Bank Papua 2023-2027. Ketujuh bidang utama yang dimaksud antara lain: (1) Layanan, Marketing dan Sales (dana dan kredit produktif UMKM). (2) Risk Management dan Kepatuhan. (3) Human Capital Management dan Corporate Culture. (4) Jaringan Distribusi dan Organisasi. (5) Teknologi. (6) Pengendalian Keuangan. (7) Pemulihan dan Penyelesaian Kredit.

KONTRIBUSI BAGI PEMBANGUNAN TANAH PAPUA

Status Bank Papua sebagai bank pembangunan terbesar di Tanah Papua menuntut perusahaan berkontribusi secara signifikan untuk meningkatkan perekonomian Pulau Cendrawasih.

Namun dalam perjalanannya, Bank Papua mengalami banyak tantangan. Salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan di tengah upaya mendorong ekonomi kawasan Papua ialah, ketidakpastian pasar keuangan global masih berlanjut di tengah penyebaran Covid-19 varian Omicron dan pengumuman siklus pengetatan kebijakan moneter the Fed yang lebih cepat.

Hal tersebut mengakibatkan terbatasnya aliran modal dan tekanan nilai tukar negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini juga berakibat pada tersendatnya aliran modal ke Tanah Papua.

Tantangan lain yang dialami Bank Papua dalam berkontribusi terhadap ekonomi Papua adalah, penyaluran kredit di Tanah Papua sebagian besar disalurkan oleh Bank BUMN, alih-alih bank pembangunan daerah.

Hal ini ditunjukkan dengan pangsa kredit Bank BUMN yang mendominasi selama lima tahun terakhir. Pangsa kredit Bank BUMN pada posisi September tahun 2021 sebesar 59,60%, meningkat dibandingkan dengan posisi Desember 2020 yaitu 51,09%.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peta Jalan atau Roadmap Tahap 2 Keuangan Berkelanjutan periode 2021-2025. Dalam rancangan tersebut, bank harus menyelaraskan operasional bisnis dengan memperhatikan lingkungan dan memberdayakan masyarakat sekitar sehingga bisnis bank dapat tumbuh berkelanjutan.

Rancangan ini menjadi tantangan bagi Bank Papua untuk terus mendorong perekonomian wilayah Papua secara agresif. Kendati menghadapi sejumlah tantangan, Bank Papua juga memiliki banyak peluang untuk turut mendongkrak ekonomi di Tanah Papua. Dalam hal ini, perekonomian Papua pada kuartal III 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 14,54% dalam perhitungan tahunan atau year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 3,51% (yoy).

Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan pengeluaran pada kuartal II 2021 didorong oleh meningkatnya kinerja ekspor dan investasi dari sisi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Kontribusi sektor usaha terbesar terhadap PDRB Provinsi Papua pada kuartal III disumbang oleh sektor pertambangan, yakni 37,86%, sektor konstruksi 13,80%, dan sektor pertanian sebesar 10,74%.

Continue Reading

CEO TALK

Wujudkan Transformasi Bisnis, Bank Papua Tiada Henti Berinovasi di Era Digitalisasi

Published

on

Bank Papua

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bank Papua terus membuktikan kepiawaiannya dalam menghadirkan pelayanan terbaik yang relevan dengan kebutuhan nasabah di era digital saat ini. Senantiasa beradaptasi dengan berbagai tantangan yang ada, Bank Papua terus bertransformasi untuk mengambil setiap peluang yang ada dari masa ke masa sehingga mampu menorehkan performa keuangan yang positif dan terjaga dengan baik.

Kondisi pandemi Covid-19 yang terus berlangsung diiringi perkembangan teknologi yang masif telah mengubah perilaku masyarakat dalam berinteraksi sosial menuju ranah digital. Hal ini turut meningkatkan ekspektasi nasabah akan layanan perbankan yang mudah, cepat, serta dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

Perubahan ekspektasi nasabah yang berpotensi terjadi secara permanen mendorong PT Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua) terus melakukan terobosan inovasi perbankan digital, demi memberi layanan yang optimal bagi para nasabah.

Bank pembangunan yang menguasai wilayah Timur Indonesia ini tak setengah hati mengembangkan layanan secara digital. Buktinya, sejumlah produk perbankan disiapkan dalam aplikasi Bank Papua Mobile Banking sesuai fungsi dan kebutuhan perbankan secara komprehensif.

Di dalam aplikasi terdapat layanan informasi saldo, transfer internal dan external, pembelian (voucher pulsa telepon, listrik PLN dan lainnya), dan pembayaran (tagihan telepon, Listrik PLN dan lainnya). Aplikasi bahkan telah dilengkapi dengan fitur pembayaran menggunakan QRIS. Hal ini tentu akan memudahkan nasabah bertransaksi langsung secara daring (online).

Bank Papua Mobile Banking dapat diakses melalui smartphone tipe OS Android, sehingga nasabah bisa melakukan berbagai transaksi perbankan secara aman, mudah, dan cepat melalui perangkatnya masing-masing. “Bank Papua juga menyiapkan produk pinjaman, financial technology atau uang digital, layanan transaksi keuangan digital, dan lainnya,” ujar Direktur Utama Bank Papua, F. Zendrato.

Seiring perkembangan zaman, Bank Papua menjalankan transformasi model bisnis menjadi digital banking dengan dukungan infrastruktur teknologi yang canggih.

Salah satunya, menurut Zendrato, Bank Papua meluncurkan layanan Whatsapp Business Corporate Bank Papua (WABA) yaitu, Papua Customer Care (PACE) demi memudahkan interaksi dan layanan nasabah.

PACE membantu nasabah untuk mendapatkan berbagai informasi terkait produk, jasa dan layanan Bank Papua selama 24 Jam real time. Caranya, nasabah cukup menyimpan nomor 081344605555 atas nama Papua customer care (PACE), dan masuk di aplikasi WhatsApp. Kemudian, pilih Papua customer care (PACE) dan ketik INFO (Hadiah, Tabungan, Giro, Tab, Depo, Kredit, Layanan, Transaksi, E-Channel, dan Info Aman).

Bank Papua juga menyediakan Aplikasi Papua Digital Service. Ini merupakan fitur layanan yang memudahkan nasabah Bank Papua untuk mengambil nomor antrean kapan dan di mana saja melalui telepon seluler.

Nasabah cukup mengunduh aplikasi Papua Digital Service, kemudian buka aplikasi, dan melakukan registrasi serta aktivasi (nama, nomor handphone dan password). Selanjutnya, login dengan nomor handphone dan password, pilih kantor cabang yang akan dituju, pilih jenis layanan (teller/cs), ambil nomor antrean. Kemudian, monitor nomor antrian.

Saat ini, Zendrato mengatakan, Bank Papua juga sedang mengembangkan aplikasi digital lending yang memudahkan pelaku usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) dapat mengajukan kredit secara on-boarding langsung melalui smartphone.

Zendrato meyakini perubahan model bisnis ke arah digital akan menimbulkan potensi risiko, yaitu risiko perlindungan data nasabah dan risiko serangan siber. Untuk itu, Bank Papua menjalankan langkah antisipatif dengan mengimplementasikan jenis keamanan (security) dengan penguatan keamanan fisik maupun logic. Mulai dari kanal transaksi, perangkat interaksi end-user, infrastruktur security DC dan DRC dengan menggunakan berbagai metode.

Metode keamanan yang dijalankan termasuk penerapan Security Operation Center (SOC) yang memberikan laporan adanya ancaman setiap hari, juga audit independen untuk memastikan tingkat keamanan.

PERFORMA STABIL DI TENGAH KETIDAKPASTIAN EKONOMI

Selain digitalisasi, Bank Papua juga menghadapi tantangan dalam tataran ekonomi makro. Fluktuasi ekonomi global yang tinggi masih terjadi di tengah aksi pengurangan stimulus moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed). Kebijakan The Fed menaikkan suku bunga akhirnya menyebabkan ekonomi global terus menghadapi kondisi ketidakpastian dan berdampak pada kecemasan pelaku pasar keuangan, termasuk di Indonesia.

Kondisi ekonomi global turut berdampak pada ekonomi domestik. Ketidakpastian waktu berakhirnya pandemi berkorelasi dengan daya tahan perbankan dalam menyerap besaran Cadangan Kerugian Penurunan Nilai atau CKPN. Hal ini terutama berasal dari restrukturisasi kredit saat pandemi Covid-19 berlangsung.

Continue Reading

CEO TALK

Angkasa Pura I Hadirkan Fasilitas Untuk UMKM & PKL di Bandara Internasional Lombok

Published

on

Fasilitas

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bandara Internasional Lombok yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I, semakin siap untuk mendukung event internasional MotoGP 2022 yang akan digelar di Mandalika pada 18-20 Maret 2022 mendatang.

Selain telah diselesaikannya pengembangan infrastruktur di sisi udara dan perluasan terminal Bandara Internasional Lombok, Angkasa Pura I juga menghadirkan fasilitas-fasilitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil & Menengah (UMKM) dan Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berperan aktif serta mendukung kesuksesan pelaksanaan event internasional MotoGP 2022 di Mandalika.

“Angkasa Pura I senantiasa berkomitmen untuk menjadi wadah & turut serta memajukan ekonomi kreatif melalui pemberian peluang bagi pelaku UMKM & PKL di Provinsi NTB untuk mempromosikan dan menjual produk-produknya di tengah momentum pelaksanaan event MotoGP 2022 di Mandalika,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi.

Bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Angkasa Pura I menyediakan ruang untuk pemasangan instalasi Planogram. Planogram sendiri merupakan diagram yang menampilkan produk-produk kreatif UMKM Indonesia dalam rak display. Pengguna jasa dapat dengan mudah untuk mengetahui informasi dan foto produk kreatif, beserta QR Code yang akan menyambungkan dengan akun resmi pelaku kreatif di marketplace nasional atau platform penjualan lain.

“Planogram ini hadir di area terminal kedatangan penumpang di Bandara Internasional dan menampilkan produk-produk kreatif dari 300 peserta UMKM Indonesia. Produk yang ditampilkan seperti produk fashion, kriya, kuliner, hingga aksesoris terkait otomotif dan dapat dengan mudah dibeli oleh pengguna jasa secara cashless ataupun dibeli secara langsung,” kata Faik Fahmi.

Sedangkan untuk mendukung peningkatan ekonomi bagi komunitas PKL di sekitar Bandara Internasional Lombok, Angkasa Pura I telah menghadirkan fasilitas lapak usaha bagi PKL. Lapak usaha ini memiliki kapasitas 90 unit dan sebanyak 60 unit saat ini telah diisi oleh PKL. Area lapak usaha PKL ini berada sisi barat parkir kendaraan roda dua maupun roda empat Bandara Internasional Lombok.

“Total investasi pembangunan lapak usaha ini sendiri mencapai Rp. 4 miliar. Hadirnya lapak usaha bagi PKL ini merupakan komitmen dan perhatian kami untuk menyediakan tempat usaha yang nyaman, aman, bersih & tertib hingga mampu mendorong peningkatan pendapatan usaha bagi PKL di sekitar Bandara Internasional Lombok,” tambah Faik Fahmi. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!