Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Tol Sigli Banda Aceh Dibuka Fungsional, HK Tunggu Keputusan PUPR

EKO PRASETYO

Published

on

Tol Sigli Banda Aceh

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Tol Sigli Banda Aceh (Sibanceh) yang berada Provinsi Aceh akan dibuka fungsional oleh PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola tol tersebut. Sebelumnya tahapan uji laik fungsi (ULF) telah diajukan Hutama Karya kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR.

Senior Executive Vice President Sekretaris PT Hutama Karya (Persero) Muhammad Fauzan mengatakan hingga saat ini, progres konstruksi jalan bebas hambatan tersebut sudah hampir rampung atau mencapai 99 persen.

Nantinya Jalur Tol Sigli Banda Aceh Seksi 4 sepanjang 13 kilometer ini akan dibuka fungsional menghubungkan kawasan Indrapuri-Blang Bintang.

“Kami sudah ajukan uji laik fungsi ke BPJT Kementerian PUPR pada Senin (18/5/2020) lalu. Saat ini kami masih menunggu hasil uji dari Kementerian PUPR terkait rencana pembukaan fungsional tersebut,” ungkap Fauzan, Kamis (21/5/2020).

Secara keseluruhan, untuk progres konstruksi Jalan Tol Sigli Banda Aceh baru mencapai 37 persen dan pembebasan lahan mencapai 66 persen. Ruas tol ini mencakup 6 seksi dengan total panjang 74 kilometer.

Rinciannya, Seksi 1 Padang Tiji-Seullimum (24,3 km), Seksi 2 Seulimum-Jantho (7,6 km) Seksi 3 Jantho-Indrapuri (16 km), Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang (13,5 km), Seksi 5 Blang Bintang-Kuta Baro (7,7 km), dan Seksi 6 Kuto Baro-Baitussalam (5 km).

Total nilai investasi untuk membangun Tol Sibanceh yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ini mencapai Rp 12,4 triliun.

“Tol Sigli Banda Aceh ditargetkan rampung pada tahun 2021 mendatang. Hadirnya tol ini diharapkan dapat mempercepat distribusi barang, jasa, dan angkutan orang, serta memberikan dampak signifikan terhadap kedua wilayah tersebut,” ujar Fauzan.

Adapun total nilai investasi jalan tol yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ini sebesar Rp 12,4 triliun. Tol Sibanceh ditargetkan rampung pada tahun 2021 mendatang.

Selain tol Sigli-Banda Aceh, Pemprov Aceh saat ini juga tengah mempersiapkan pengadaan tanah untuk pembagunan ruas jalan tol Aceh ruas Binjai-Langsa.

Teuku Ahmad Dadek selaku Asisten II Sekretariat Daerah Aceh mengatakan, untuk tahapan pembangunan ruas tol Binjai-Tamiang-Langsa masih terus berjalan. Pembentukan panitia lokal pengadaan tanah juga sudah pernah dilakukan, namun sempat terkendala akibat wabah Covid-19.

“Meski sempat terkendala, panitia lokal pengadaan tanah untuk pembangunan ruas tol yang menghubungkan Provinsi Sumatera Utara dan Aceh ini sudah dilaksanakan. Pemerintah Aceh sangat serius mewujudkan pembangunan ruas jalan tol tersebut,” kata dia.

Ditambahkannya, rapat-rapat terkait percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol sepanjang 44,3 kilometer itu juga terus dilakukan.

Yang terbaru pada 11 Mei lalu Pemerintah Aceh sudah menggelar rapat melalui video conference dengan Kantor Staf Presiden (KSP) untuk membahas persoalan di lapangan.

Dalam rapat ini Pemerintah Aceh menyampaikan memang sempat ada pertimbangan menunda tahapan pengadaan tanah karena wabah Covid-19.

Namun didapat kesepakatan tahapannya akan dilanjutkan dengan memperhatikan protokol pencegahan Covid-19,” tandasnya. []

Konstruksi & Properti

Proyek Bendungan Tetap Lanjut, Brantas Abipraya Optimistis Rampung

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Proyek bendungan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek bendungan di sejumlah wilayah yang digarap oleh PT Brantas Abipraya (Persero) ditargetkan tetap rampung sesuai jadwal. Meskipun progres konstruksinya mengalami perlambatan akibat terdampak pandemi Covid-19.

Manager Sekretariat dan Humas PT Brantas Abipraya (Persero), Rudi Pudianto mengatakan di tengah pandemi Covid-19, progres untuk proyek bendungan yang dikerjakan memang ada beberapa proyek yang mengalami penurunan. Meski begitu, pihak perseroan tetap optimis dapat merampungkan sejumlah proyek bendungan itu.

“Memang ada perlambatan dalam pengerjaannya karena waktu kerja di lapangan dibatasi, dan mobilisasi tenaga dari luar daerah, alat dan material juga mengalami pembatasan oleh pemerintah daerah dan Satgas Covid-19 di masing-masing wilayah. Tapi kami tetap optimistis dapat menyelesaikan proyek-proyek bendungan tersebut,” ujar Rudi, Selasa (19/5/2020).

Adapun pengerjaan proyek bendungan di PT Brantas Abipraya yang masih berlangsung hingga saat ini adalah Bendungan Cipanas, Bendungan Beringin Sila, Bendungan Ciawi, Bendungan Semantok, Bendungan Tapin, Bendungan Sidan, Bendungan Keureuto, dan Bendungan Tukul. Sementara pengerjaan proyek bendungan yang mengalami perlambatan yaitu Bendungan Bener Paket 1, Bendungan Bener Paket 4, Bendungan Bagong, dan Bendungan Bulango.

“Saat ini progres bendungan yang ditargetkan rampung tahun ini masih sesuai schedule, maka kami optimistis dapat diselesaikan tepat waktu. Terutama Bendungan Ciawi yang berupakan proyek strategis nasional yang disiapkan untuk pengendalian banjir di DKI Jakarta,” jelasnya.

Terpisah, Achmad Sabig Eko S selaku Manager Wasdal Divisi Operasi 2 PT Brantas Abipraya (Persero) mengatakan saat pandemi Covid-19, secara teknis proses konstruksi tidak ada kendala. Karena perseroan mempunyai kompetensi inti (core competency) di bidang bendungan.

Namun kendala nonteknis yang terjadi akibat pandemi ini tetap berpengaruh. Seperti mobilisasi tenaga dari luar daerah, alat dan material, dan penurunan waktu kerja di lapangan. Terkait pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, Achmad menilai hal itu merupakan protokol pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona di daerah masing-masing.

“Kami juga tetap memberhatikan keselamatan kerja dan maupun protokol kesehatan dalam menyelesaikan bebagai proyek di lapangan. Sehingga penyebaran wabah covid-19 ini juga bisa teratasi di lingkungan kerja PT Brantas Abipraya. Kami juga berharap pandemi ini bisa segera berlalu sehingga segala kegiatan bisa kembali normal,” tutupnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Tol Pekanbaru Dumai Dibuka Gratis di Masa Lebaran

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Tol Pekanbaru Dumai

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Tol Pekanbaru Dumai akan dibuka secara fungsional tanpai dikenakan biaya alias gratis untuk menjelang Hari Raya Diul Fitri. Operasional tol secara fungsional ini mulai berlaku sejak Senin 18 Mei hingga H+7 Idul Fitri 1441 Hijriah.
Senior Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya (HK) Muhammad Fauzan mengatakan pembukaan tol secara fungsional diadakan di Seksi 1 Tol Pekanbaru-Dumai, yaitu Pekanbaru-Minas sepanjang 9,5 kilometer.

Nantinya warga bisa melintas di jalan tol dengan cuma-Cuma. Cukup menggunakan kartu e-Tol untuk membuka gerbang, tapi saldo di kartu e-tol tidak akan berkurang.

“PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola Tol Pekanbaru Dumai akan membuka secara fungsional ruas Tol Pekanbaru – Dumai Seksi 1 mulai Senin, 18 Mei dari pukul 06.00 sampai dengan 18.00 WIB,” kata Fauzan, Senin (18/5/2020).

Meski hanya dibuka secara fungsional dan gratis, Hutama Karya selaku pengelola tol di ruas tersebut tetap menyiapkan pos pemeriksaan sesuai protokol kesehatan Covid-19 di Tol Pekanbaru-Dumai. Menurut Fauzan, ada dua titik pos check point yang akan dipersiapkan untuk memenuhi protokol Covid-19 di tol tersebut.

“Meski dibuka fungsional, kami akan tetap menyiapkan pos pemeriksaan sesuai protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona,” tandasnya.

Ia menambahkan, Hutama Karya tetap menerapkan protokol tanggap darurat Covid-19 yang ketat di setiap ruas tol yang dikelolanya. Mulai dari imbauan mencuci tangan, pembagian masker, handsanitizer, sosialisasi ke karyawan, vendor dan pengguna jalan dan rutin melakukan penyemprotan disinfektan di setiap gerbang tol.

“Hutama Karya terus berupaya dan bekerja keras untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna Jalan Tol Trans Sumatera. Kami juga berharap seluruh pihak tetap tenang menghadapi perkembangan kasus Covid-19 serta tetap menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Riau Syamsuar meminta Hutama Karya agar benar-benar serius menyiapkan posko pemeriksaan kesehatan warga yang masuk melalui pintu tol. Jangan sampai karena dibukanya tol Permai, justru malah mempercepat penyebaran wabah covid-19.

Menurut Syamsuar, ini adalah kedua kalinya seksi 1 tol Permai dibuka secara fungsional. Sebelumnya pembukaan serupa pernah dilakukan Hutama Karya pada libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Meski ada pembukaan gratis di ruas tol ini, Gubernur Riau tetap mengimbau masyarakat Riau untuk tidak mudik lebaran saat pandemi Covid-19. Menurutnya, larangan mudik tidak hanya dilakukan oleh Pemprov Riau, tapi dari seluruh pihak terkait yang ada di daerah tersebut. Termasuk kepala suku, dan paguyuban.

“Kami juga akan memberikan sanksi tegas bagi warga yang masih melanggar, karena penegakan hukum larangan mudik ini sudah jelas. Mari kita sama-sama di rumah masing-masing, jangan ada yang mudik,” tandasnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Kontrak Waskita Karya di Kuartal I 2020 Mencapai Rp 3,16 Triliun

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Kontrak Waskita Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kontrak Waskita Karya untuk periode kuartal I tahun 2020 mencapai Rp 3,16 triliun. Nilai kontrak baru itu setara dengan 7 persen dari target tahun 2020 sebesar Rp 45 triliun.

Komposisi kontrak baru kuartal I itu terdiri dari proyek infrastruktur sebesar 61 persen, proyek gedung sebesar 21 persen dan sisanya berasal dari proyek sipil lainnya.

Direktur Keuangan PT Waskita Karya, Haris Gunawan menjelaskan dalam 3 bulan pertama tahun 2020, pihaknya sudah tandatangani beberapa kontrak proyek baru. Di antaranya proyek Jalan Tol Pasuruan–Probolinggo seksi 4, Jaringan Gas Tarakan, dan Gedung Universitas Islam Negeri (UIN) Provinsi Jambi. Dengan begitu, total kontrak Waskita Karya saat ini mencapai Rp 54,4 triliun.

Haris Gunawan mengakui dampak yang ditimbulkan Pandemi Covid-19 terhadap perekonomian dan keuangan perseroan sangat besar. Termasuk terhadap pencapaian target kinerja Waskita Karya. Untuk itu, pihak perseroan mengkaji kembali potensi kontrak tahun ini, khususnya proyek yang berasal dari Pemerintah.

“Kami pun berharap pandemi covid-19 ini segera berakhir dan bisnis infrastruktur bisa kembali berjalan normal,” ujar Haris Gunawan, Rabu (13/5/2020).

Meski dalam hal kontrak baru mendapat kabar positif, namun di sisi lain Waskita Karya justru tersandung kabar tak sedap, yaitu kasus dugaan koropsi. Rabu (13/5/2020) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Keuangan PT Waskita Karya Haris Gunawan untuk penyidikan. Terkait dugaan kasus korupsi pekerjaan subkontraktor fiktif pada sejumlah proyek di perseoan tersebut.

Hal ini disampaikan Plt Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta. Menurutnya, ada perusahaan itu tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak. Atas subkontrak pekerjaan fiktif itu, PT Waskita Karya membayar perusahaan subkontraktor. Perusahaan-perusahaan subkontraktor menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya kepada sejumlah pihak.
“Dari perhitungan sementara dengan berkoordinasi bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, diduga terjadi kerugian keuangan negara setidaknya Rp 186 miliar. Perhitungan merupakan jumlah pembayaran dari PT Waskita Karya kepada perusahaan-perusahaan subkontraktor pekerjaan fiktif itu,” ujar Ali Fikri.

Empat perusahaan yang mendapat pekerjaan fiktif dari 14 proyek pembangunan jembatan, bandara, jalan tol, normalisasi sungai dan bendungan. Di antaranya proyek normalisasi kali Bekasi Hilir di Bekasi, proyek Normalisasi Kali Pesanggrahan Paket 1 di Jakarta, dan proyek Bendungan Jati Gede di Sumedang. Kemudian proyek Banjir Kanal Timur (BKT) Paket 22 di Jakarta, proyek Bandara Kualanamu Sumatera Utara. Kemudian proyek Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi 1 di Jawa Barat dan proyek PLTA Genyem, di Papua. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM