Tol Pematang Panggang Kayu Agung Segera Beroperasi

oleh
Tol Pematang Panggang Kayu Agung

Tol Pematang Panggang Kayu Agung dipastikan akan segera beroperasi. Hal ini menyusul enteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno usai meninjau langsung kesiapan ruas tol tersebut.

Perjalanan menuju Palembang dimulai dari Pelabuhan Penyeberangan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Agenda ini diikuti oleh Menteri Rini, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro dan jajaran Direksi BUMN.

“Saya memastikan tol Pematang Panggang Kayu Agung sepanjang 85 KM akan beroperasi sehingga nantinya akan tersambung dari Bakauheni – Kayu Agung sepanjang 325 km. Tadi sudah saya cek kondisi terkini termasuk rest area yang dibangun. Saya mendorong HK dan Waskita supaya ini nantinya bisa segera beroperasi dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkap Menteri Rini.

Sementara itu, Bintang Perbowo, Direktur Utama Hutama Karya menambahkan, Tol Trans Sumatera Bakauheni – Kayu Agung yang dikelola perseroan kini ditempuh selama 6 jam dengan total jarak tempuh 325 km. Sebelum ada tol ini, jarak tempuh tercatat 10-11 jam.

“Untuk ruas Pematang Panggang-Kayu Agung sudah slesai,tinggal kami rapihkan.Untuk jadwal operasi kita akan menunggu keputusan dari Kementerian PUPR. Dalam waktu dekat akan beroperasi,” ujar Bintang.

Di sepanjang ruas tol Trans Sumatera, BUMN-BUMN Karya seperti Hutama Karya, Waskita Karya dan Adhi Karya telah menyiapkan sebanyak 12 tempat istirahat (rest area) sesuai kebutuhan pengguna jalan tol.

Setiap tempat istirahat dilengkapi dengan fasilitas berupa mushola, toilet, tempat pengisian BBM berupa SPBU Modular/kiosk/motoris, warung makanan dan minuman serta mobile ATM di beberapa titik. PT Hutama Karya (Persero) juga akan menggandeng UMKM binaan untuk memasarkan produk-produk lokal di tempat istirahat.

Selama perjalanan dari Lampung ke Palembang, rombongan berhenti di beberapa titik yaitu Rest Area KM 87, Rest Area KM 215 serta Interchange Kayu Agung KM 325 untuk memeriksa kesiapan dan fasilitas rest area.

“Rest Area KM 215 sudah selesai dibangun dan akan beroperasi tentunya. Yang lain sedang kita bangun. Keberadaan rest area ini nanti akan membantu perekonomian masyarakat lokal. Saya juga mendorong UKM-UKM binaan BUMN juga bisa berjualan di rest area ini,” tutup Menteri Rini. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *