Connect with us
PERTAMINA

Transportasi

Tiket Penyeberangan ASDP hanya dijual Via Online

Alfian Setya Saputra

Published

on

Tiket penyeberangan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Tiket penyeberangan jasa transportasi PT ASDP Ferry (persero) kini hanya melayani pembelian secara online. Kebijakan ini sesuai dengan arahan pemerintah dalam penerapan digitalisasi di berbagai sektor.

Dalam penerapan e-ticketing, khususnya diberlakukan di empat pelabuhan utama yakni Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.

Direktur Utama PT ASDP, Ira Puspadewi menjelaskan dalam menerapkan layanan berbasis digital, penjualan tiket penyeberangan via online ini menjadi salah satu upaya perusahaan. Sistem online ini juga dipastikan dapat meningkatkan layanan kepada pengguna jasa karena lebih efisien.

“Dalam pengendalian penyebaran wabah covid-19 yang terjadi saat ini, pembelian tiket penyeberangan secara online sesuai dengan arahan pemerintah, yaitu sosial distancing dan physical distancing. Karena akan mengurangi interaksi langsung antara pengguna jasa dengan petugas loket,” ujar Ira Puspadewi, Rabu (8/4/2020).

Ira menjelaskan, para pengguna jasa bisa memesan tiket enyeberangan secara online dengan mengisi manifest dan memesan tiket diwww.ferizy.com. Lalu membayar tiket melalui transfer bank, Link Aja, dan gerai ritel modern (minimarket) dan PT Pos.

Selanjutnya, pengguna jasa datang ke pelabuhan sesuai dengan jadwal yang telah dibeli. Bagi pengguna jasa yang menggunakan kendaraan, saat tiba di toll gate pelabuhan tinggal menunjukkan QR code yang didapat secara online kepada petugas.

Melalui pemesanan online ini , penumpang dapat mengatur waktu keberangkatan sesuai jadwal kapal. Sehingga perjalanan lebih efisien karena antrean di terminal atau pelabuhan lebih tertib.

“Selain itu, pelabuhan menjadi lebih terkendali karena tiket untuk calon penumpang sudah terdistribusi dengan baik, waktu tunggu di pelabuhan juga jadi lebih terukur,” sambung dia.

Ira menjekaskan, ASDP telah merencanakan penjualan tiket penyeberangan online ini sejak tahun 2019 lalu. Untuk pelaksanaannya, ASDP melibatkan ahli system dynamics dalam penerapan tiket online ini. Juga telah diintegrasikan antara penentuan kuota penjualan tiket online dengan pengaturan kapasitas pelabuhan.

ASDP sendiri telah melakukan sosialisasi sejak awal Maret 2020 untuk layanan e-ticketing ini. ASDP juga telah menambah kanal pembayaran tiket online ini. Tidak hanya transfer bank, bisa juga serta melalui gerai ritel modern PT Pos dan Pegadaian.

Ira menjelaskan penjualan tiket penyeberangan online merupakan perubahan kebiasaan baru, sehingga membutuhkan penyesuaian waktu dalam penerapannya. Ia pun meminta jika terdapat hal-hal yang belum berjalan mulus di lapangan, ASDP mengharapkan dukungan dan kerjasama semua pihak. Dan tentunya pengertian dari pengguna jasa penyeberangan. []

Transportasi

Angkutan Penumpang ASDP Kembali Dibuka

EKO PRASETYO

Published

on

Angkutan penumpang ASDP

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Angkutan penumpang ASDP kembali dibuka setelah beberapa waktu dilakukan pembatasan sesuai arahan dari Pemerintah Pusat. Sebelumnya dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) hanya diperbolehkan mengangkut barang dan kebutuhan logistik. Sementara untuk penumpang orang dikecualikan.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi mengatakan pihaknya sudah mulai melayani angkutan penumpang ASDP. Untuk memfasilitasi penumpang yang dapat keluar atau masuk wilayah zona merah, ASDP menjual tiket secara langsung di pelabuhan. Namun BUMN transportasi ini membuat pengecualian untuk penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua, dan roda empat, agar dapat diverifikasi oleh petugas dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

“Verifikasi ini perlu dilakukan untuk memastikan apakah calon penumpang memenuhi kriteria yang diperbolehkan untuk masuk atau keluar ke suatu wilayah yang sudah dinyatakan zona merah covid-19. Kendaraan penumpang memang bisa lanjut tapii Gugus Tugas Covid-19 akan melakukan klarifikasi terlebih dahulu,” katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis (14/5/2020).

Diketahui sejak 1 Mei lalu, ASDP sudah mewajibkan pembelian tiket secara online di 4 pelabuhan utama nasional. Yaitu Pelabuhan Merak, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Ketapang, dan Pelabuhan Gilimanuk. Namun karena masa pandemi, pembelian tiket secara langsung diberlakukan kembali bagi angkutan penumpang ASDP yang dikecualikan hingga 1 Juli mendatang.

Terkait hal ini, Ira menegaskan bagi calon penumpang jenis kendaraan logistik, pembelian tiket wajib masih tetap dilakukan secara online atau gerai resmi pembelian tiket kapal penyeberangan.
“Untuk saat ini hingga dua bulan ke depan dalam peralihan kita punya beberapa buffer zone, di mana pengguna bisa mulai melakukan reservasi di situ. Setelah wabah Covid-19 selesai, penjuatan tiket akan kita total online lagi,” tandasnya.

Di sisi lain, PT ASDP juga mulai melakukan penyesuaian belanja modal akibat pandemi virus corona. Perusahaan pelat merah ini terpaksa berhemat dari yang sebelumnya belanja modal ditarget Rp1,4 triliun dipangkas menjadi Rp900 miliar. ASDP memangkas 30 persen dari total belanja modal sehingga menyisakan 70 persennya saja.

“Pemotongan ini terutama untuk belanja modal yang sifatnya kosmetik. Kami juga melakukan efisiensi lain terutama hal-hal yang berkaitan dengan operasi, misalnya kami minimalkan penggunaan BBM, yang non-fungsional ditunda, langganan majalah fisik kami tidak lagi, lalu travel kan sudah hampir tidak ada,” jelas Ira Puspadewi.

Untuk pemangkasan belanja modal, Ira menjelaskan diutamakan untuk proyek-proyek yang berkaitan dan mendukung program pemerintah tetap dijalankan. Pasalnya, ada pula sejumlah proyek yang belanja modal yang sudah berjalan. Sejumlah proyek tersebut yakni pengembangan Marina Bay dan Hotel di Labuan Bajo, serta pengembangan Pelabuhan Penyeberangan Padangbai-Lembar.

“Tapi sejumlah proyek kunci seperti pengembangan keselamatan dan keamanan tetap dijalankan, karena tidak dapat ditunda,” tandasnya. []

Continue Reading

Transportasi

Kursi Penerbangan Masih Sepi, Okupansi Tak Capai 50 Persen

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Kursi penerbangan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kursi penerbangan yang disiapkan oleh berbagai maskapai setelah dibukanya kembali rute penerbangan untuk penumpang, tertanya masih sepi peminat. PT Garuda Indonesia (Persero) mengungkapkan okupansi armada tingkat keterisian kursi penerbangan penumpang untuk mengangkut penumpang khusus (exemption) per pesawat tidak mencapai 50 persen.

Hal ini disampaikan Direktur PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra Senin (11/5/2020). Menurut Irfan, jumlah penumpang pesawat selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memang cukup rendah.

“Kami mencatat, jumlah penumpang per pesawat kini tak mencapai 50 persen. Tingkat keterisian kursi penerbangan di bawah 50 persen ini karena kan memang ada aturan jaga jarak,” ujar Irfan Senin (11/5).

Meski tak menyentuh jumlah maksimal dari kapasitas kursi penerbangan yang disediakan, Irfan memastikan Garuda Indonesia tak akan menghitung untung-rugi terlebih dahulu. Sebab yang paling penting dari pembukaan penerbangan khusus ini adalah untuk memastikan konektivitas masyarakat dengan kebutuhan mendesak bisa terpenuhi.

“Untuk menjaga likuiditas keuangan perseroan, manajemen akan memaksimalkan layanan penerbangan kargo atau barang. Saat ini, penerbangan kargo dilayani di seluruh rute menggunakan pesawat reguler dan carter,” kata dia.

Sebelumnya Garuda Indonesia merilis sejumlah rute yang kembali dioperasionalkan setiap harinya selama masa PSBB dan pasca penerbitan surat edaran oleh gugus tugas bernomor 4/2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang.

“Saat ini kondisi kan memang belum normal, sehingga harapan kami yang naik pesawat adalah memang mereka yang benar-benar harus terbang bukan untuk mudik juga,” kata Irfan.

Ia mengatakan, ada sejumlah rute penerbangan yang dioperasikan setiap harinya tetapi sebagian rute juga ada yang dilakukan hanya pada hari-hari tertentu saja. Sementara untuk jumlah pesawat yang dioperasikan selama masa PSBB, Irfan menyebut jumlahnya dinamis.

“Tapi kita usahakan menjangkau semua lokasi,” pungkasnya.

Diketahui, maskapai Garuda Indonesia telah mulai membuka penerbangan pada Kamis (7/5/2020). Pembukaan rute penerbangan ini sebagai tindak lanjut kebijakan pengendalian transportasi selama Ramadan dan Idul Fitri 1441 H yang mengacu pada ketentuan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Nomor 4 Tahun 2020.

Untuk pencegahan penyebaran virus corona, ada ketentuan kriteria masyarakat yang dapat mengakses layanan transportasi termasuk layanan penerbangan di masa pandemi Covid-19. Di antaranya, penumpang yang akan melaksanakan tugas kedinasan, kepentingan umum, kesehatan dan tim medis. Kemudian kebutuhan repatriasi, layanan fungsi ekonomi penting, masyarakat yang akan pulang ke daerah asal dan mobilisasi pekerja migran Indonesia atau TKI. []

Continue Reading

Transportasi

Kapal Perintis Pelni Tetap Angkut Penumpang

EKO PRASETYO

Published

on

Kapal Perintis Pelni

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kapal Perintis Pelni atau PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) masih dioperasikan untuk melayani penumpang kendati ada pembatasan perjalanan yang diterapkan pemerintah. Totalnya ada delapan unit kapal perintis Pelni yang masih bertugas.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro mengatakan, kapal perintis pelni ini diperbolehkan mengangkut penumpang karena fungsinya yang mengantarkan masyarakat antar pulau, terutama untuk daerah terluar dan terpencil.

“Khusus kapal perintis, Pelni mempersiapkan delapan kapal beroperasi untuk mengangkut penumpang dan logistik. Meski begitu, PT Pelni tetap mengutamakan protokol kesehatan dalam menangkut penumpang sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 tahun 2020,” kata Yahya dalam siaran pers, Jumat (8/5/2020).

Selain itu, Pelni juga mempersiapkan enam kapal perintis lainnya untuk beroperasi khusus mengangkut logistik. Langkah operasional ini, kata Yahya guna mendukung pemerintah dalam menangani wabah covid-19. Sebab kapal perintis Pelni juga disiapkan untuk membawa tenaga medis hingga muatan logistik yang diperlukan dalam menangani covid-19.

“Kapal penumpang Pelni akan melayani perjalanan bagi yang berkaitan dengan pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum, kesehatan, kebutuhan dasar, pendukung layanan dasar, dan fungsi ekonomi penting,” ungkapnya.

Adapun, perjalanan pasien yang dimaksud yakni pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan penumpang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia. perjalanan juga tersedia bagi repatriasi Pekerja Migran Indonesia, WNI, dan pelajar atau mahasiswa yang berada di luar negeri.

Selain itu juga untuk pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal, akan dilayani sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pelni hingga saat ini telah mengoperasikan sebanyak 26 kapal penumpang dan menyinggahi 83 pelabuhan serta melayani 1.100 ruas. Selain kapal penumpang, kami juga melayani 45 trayek kapal perintis di daerah terpencil, tertinggal, terluar dan daerah perbatasan,” tandasnya.

Namun khusus untuk kapal angkutan umum, hingga kini Pelni belum menjual tiket penumpang. Karena adanya penghentian sementara kegiatan operasional angkutan penumpang sejak 24 April lalu maka tentu Pelni masih tetap fokus pada pelaksanaan angkutan logistik.

“Hal ini merupakan komitmen perseroan untuk selalu taat dan tunduk pada aturan Pemerintah,” ujar Yahya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM