Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Tiang Pancang WIKA Ekspor Perdana ke Taiwan

EKO PRASETYO

Published

on

Tiang pancang WIKA

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Tiang pancang WIKA resmi masuk pasar ekspor di wilayah Asia Timur, yakni Taiwan.

Ekspor perdana tiang pancang WIKA ini dilakukan anak usahanya, yakni PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).

Pengiriman produk tiang pancang WIKA ini merupakan hasil dari raihan tender di Taiwan yang nantinya digunakan untuk proyek infrastruktur.

Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Agung Budi Waskito mengatakan, pihaknya telah mengumumkan ekspor perdana ini sebagai ekspansi global pertama dari perusahaan pelat merah tersebut.

“Kami akan mengirimkan produk tiang pancang pertama ke Taiwan. Ini setelah kita memenangkan tender yang membuka langkah kita untuk masuk ke pasar ekspor,” kata Agung Budi Waskito pada Kamis, (8/4/2021).

Menurutnya, keberhasilan ini juga tentunya karena ditopang kualitas produk tiang pancang WIKA yang sangat baik.

Selain itu, harga dari produk tiang pancang sepanjang 8 meter ini juga dibandrol dengan harga yang kompetitif dengan produk lain.

Agung menyebut, ekspor dari anak usaha WIKA ini sekaligus mengukuhkan visi perusahaan menjadi BUMN yang terkemuka dan bersaing di kancah internasional.

Langkah dari WTON ini pun menyusul anak usaha BUMN konstruksi lainnya yakni PT. WIKA Industri Konstruksi yang sudah lebih dahulu ‘go internasional’.

“Tentunya kualitas tiang pancang WIKA sudah terjamin dan bisa memenuhi kebutuhan konsumen,” ungkapnya.

Untuk diketahui PT WIKA di tahun lalu berhasil mendapatkan laba bersih Rp322 miliar meski dalam situasi pandemi.

Raihan laba bersih ini lebih tinggi 54,81 persen dibanding target perseroan yang telah disesuaikan.

Pencapaian Laba dari target review Perseroan akibat penyebaran pandemi Covid-19 tersebut diperoleh, dari penjualan yang mencapai Rp16,54 triliun.

Agung Budi Waskito menyebut, kontribusi pendapatan paling besar berasal didapat dari sektor infrastruktur dan gedung, industri, energi, industrial plant dan properti.

Selain itu, arus kas perusahaan juga tumbuh positif menjadi Rp141,28 miliar yang bisa dicapai berkat kemampuan adaptif dan inovatif di internal perseroan.

“Di tengah pandemi, kami melakukan berbagai langkah efisiensi, yakni penghematan biaya usaha dan operasional. Ini sebagai upaya perusahaan agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan,” tandasnya.

Selanjutnya di tahun ini, perusahaan pelat merah tersebut menargetkan kontrak baru sebesar Rp40,12 triliun dengan target perolehan kontrak di tangan Rp115,02 triliun. []

Konstruksi & Properti

Kontrak PTPP Kuartal I 2021 Mencapai Rp2,5 Triliun

EKO PRASETYO

Published

on

Kontrak PTPP

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kontrak PTPP atau PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Untuk kuartal pertama tahun 2021 mencapai Rp2,5 triliun.

Dengan demikian, emiten kontraktor BUMN tersebut telah merealisasikan 8,30 persen dari total target perolehan kontrak PTPP di tahun ini.

Dimana sebelumnya pihak perseroan telah menetapkan target kontrak tahun 2021 senilai Rp30,1 triliun.

Ada beberapa proyek yang menjadi sumber pendapatan dari kontrak PTPP pada periode Januari – Maret.

Di antaranya pembangunan infrastruktur kawasan Mandalika (Rp342 miliar), dan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Banten (Rp241 miliar).

Kemudian pembangunan Taman Ismail Marzuki (Rp190 miliar), dan Rumah Sakit Ibu dan Anak Graha Waron Surabaya (Rp164 miliar).

Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa mengatakan kontrak PTPP di kuartal I tahun ini diraih oleh induk perusahaan sebesar Rp1,35 triliun, dan dari anak perusahaan sebesar Rp1,15 triliun.

“Perolehan kontrak baru tahun ini sudah mencapai Rp2,5 triliun. Hingga akhir Maret, kami juga tengah mengikuti tender proyek yang nilainya mencapai Rp8 triliun,” kata Yuyus.

Menurutnya, dari tender proyek Rp8 triliun tersebut, masih ada beberapa yang belum diumumkan pemenangnya.

Guna mencapai target perolehan kontrak PTPP, pihak perseroan akan terus mengikuti beberapa tender proyek di segmentasi pekerjaan gedung, infrastruktur, dan Engineering, Procurement, and Construction (EPC).

Pihaknya pun optimistis perolehan kontrak PTPP pada kuartal kedua (April – Juni) 2021 akan lebih baik dibanding periode sebelumnya.

Kontrak PTPP Bidik Proyek Besar

Menurut Yuyus, ada beberapa proyek besar yang berpotensi didapatkan oleh perusahaan konstruksi milik negara tersebut.

Termasuk beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) yang saat ini pembangunannya terus digenjot pemerintah.

Pembangunan berbagai proyek ini juga bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dijalankan pemerintah.

“Kontrak PTPP di tahun ini kami yakin akan meningkatkan dibandingkan tahun lalu,” tutup Yuyus.

Untuk diketahui, PTPP juga tengah menyiapkan strategi untuk memulihkan kinerja perusahaan yang terdampak pandemi.

Posisi rasio utang berbunga PTPP saat ini kondisinya jauh dari ambang batas yakni pada level 1,32 kali dari ambang batas covenant 2,5 kali.

Selain itu, dukungan pemerintah dalam menghidupkan kembali perekonomian menjadi optimisme bagi PTPP untuk membenahi sektor bisnisnya.

Menurut Yuyus, rasio utang yang jauh di bawah covenant membuat perseroan masih memiliki kapasitas untuk menambah pinjaman ke perbankan. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Marketing Sales ADCP Naik 400 Persen, Bukti Ekonomi Mulai Pulih

EKO PRASETYO

Published

on

Marketing sales

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Marketing sales atau pendapatan pra penjualan dari PT Adhi Commuter Properti (ADCP) tercatat mengalami kenaikan hingga 400 persen secara tahunan (yoy) di bulan Maret 2021.

Marketing sales dari anak usaha PT Adhi Karya (Persero) yang meningkat ini menjadi bukti bahwa sektor properti dan ekonomi berangsur mulai pulih dari terpaan pandemi covid-19.

Diketahui, PT ADCP menggarap sektor property yang terintegrasi langsung dengan jalur transportasi massal.

Hanif Setyo Nugroho selaku Direktur Pengelolaan Properti PT Adhi Commuter Properti, menjelaskan, kenaikan marketing sales atau kontrak hingga 400 persen juga menjadi bukti bahwa kinerja perseroan sangat baik.

“Selain pertumbuhan ekonomi yang mulai menggeliat, jumlah penjualan properti yang naik juga menunjukkan capaian kinerja sangat baik di bulan Maret tahun ini jika dibandingkan Maret tahun lalu,” kata Hanif dalam keterangan tertulisnya Jumat (30/4/2021).

Ada beberapa faktor utama penggerak kenaikan marketing sales properti PT ADCP, di antaranya kebutuhan sektor properti yang terus meningkat dan insentif dari pemerintah.

Dimana pmerintah memberi sejumlah insentif property, seperti keringanan pajak pertambahan nilai (PPN), serta animo light rail transit (LRT) yang segera diluncurkan dalam waktu dekat.

Sejak program insentif PPN diluncurkan oleh pemerintah, unit ready stock proyek LRT City, dari Sentul, Bekasi hingga Jatibening telah kontrak lebih dari 100 unit.

“Unitnya sudah diserahterimakan kepada konsumen. Bahkan saat ini serapan marketing sales di seluruh proyek LRT City juga masih terus meningkat cukup baik,” ungkapnya.

Di sisi lain, progres LRT sendiri sudah mencapai tes uji coba dan pengerjaan stasiun serta fasilitas LRT dan ditargetkan semua proyek ini rampung di akhir tahun 2021.

“Selanjutnya di semester pertama tahun depan, kami merencanakan akan diadakan test commissioning. Kami harapkan sudah mulai beroperasi pada semester kedua di tahun 2022,” jelasnya.

Diketahui, PT Adhi Commuter Properti sebelumnya telah menjalin kerjasama dengan Bank BTN dalam pengembangan proyek-proyek LRT City.

Kerjasama ini yakni penyediaan dana KMK Konstruksi dari BTN dengan plafon kredit Rp200 miliar untuk pembangunan kawasan LRT City Bekasi – Green Avenue.

Di tengah situasi pandemi ini, BTN lebih selektif dalam memberikan pendanaan, terutama dalam menggarap proyek Transit Oriented Development.

Namun pihak BTN tetap yakin bahwa kerjasama untuk proyek LRT City ini akan memberikan dampak positif bagi kedua perusahaan.

Mochamad Yusuf selaku Direktur Keuangan ADCP mengatakan, dengan kerjasama ini akan memberikan kelebihan yaitu persyaratan kredit yang ringan dan proses kreditnya juga mudah.

“Harapan kami berbagai proyek yang sedang dibangun tidak terhambat kendala suatu apapun. Kerjasama ini jug akan mempercepat proses serah terima kepada seluruh konsumen,” kata Yusuf. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Saham Jalan Tol Kualanamu Tebing Tinggi Dijual

EKO PRASETYO

Published

on

Saham jalan tol

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Saham jalan tol milik PT Waskita Karya (Persero) Tbk resmi dijual (divestasi) dengan nilai transaksi sebesar Rp 824 miliar kepada Road King Expressway.

Saham jalan tol yang dijual yakni ruas Tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi di Sumatera utara sebesar 30 persen.

Transaksi saham jalan tol ini merupakan langkah awal dari rencana divestasi untuk 9 ruas tol yang akan dilakukan PT Waskita Karya di tahun ini.

Keduannya menandatangani kesepakatan jual beli 30 persen saham jalan tol di gedung Kementerian BUMN, Jakarta dari PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) selaku badan usaha pemegang konsesi.

Penandatangan jual beli saham jalan tol ini dilakukan oleh Dirut Waskita Toll Road Septiawan Andri Purwanto dan CEO Kings Ring Ltd, Fung Tat Sun Patrick.

President Direktur Waskita Destiawan Soewardjono dan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo turut menyaksikan penandatanganan tersebut.

Ruas tol ini sepanjang 61,7 km ini dibuka sejak tahun 2016 dengan nilai investasi pembangunan mencapai Rp4,9 triliun.

Pada September 2014, PT Jasa Marga Kualanamu Tol berhasil memenangkan lelang pengusahaan ruas tol tersebut.

Presiden Direktur Waskita Karya Destiawan Soewardjono menjelaskan bahwa beberapa ruas tol lainnya masih dalam proses negosiasi untuk divestasi.

“Sebagian lainnya masih dalam tahap studi oleh calon investor,” ujar Destiawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Untuk dikeahui, Kings Ring Ltd. merupakan bagian dari grup usaha Road King Expressway (RKE) yang merupakan salah satu investor jalan tol di Asia Tenggara.

RKE sendiri sudahh berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam menjalankan bisnis pengelolaan jalan tol.

Sebelumnya, PT Waskita Karya juga sudah pernah bekerjasama dengan Road King Expressway pada tahun 2019.

Dimana Emiten berkode WSKT ini melepas 40 persen saham jalan tol ruas Solo – Ngawi dan ruas Ngawi – Kertosono kepada anak usaha RKE.

Destiawan mengatakan, program divestasi saham jalan tol merupakan bagian dari strategi perseroan dalam meningkatkan kinerja dengan pola asset recycle.

“Kita bisa mendapatkan dana dari investor yang bisa digunakan kembali untuk pendanaan jalan tol,” ungkapnya.

Selanjutnya dana yang didapat dari divestasi dialokasikan untuk memenuhi kewajiban kepada kreditur, tambahan modal kerja dan investasi proyek infrastruktur lainnya. []

Continue Reading

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!