Tersandra Bisnis Model di Masa Lalu, Pos Indonesia Kini Lebih Realistis!

oleh
Pos Indonesia

Pos Indonesia tengah dihadapi oleh tantangan disrupsi yang bisa dikatakan sudah memuncak. Banyak produk yang dimiliki dinilai sudah tidak relevan lagi dengan kemajuan zaman. Sebut saja pengiriman surat hingga layanan keuangan yang dianggap sunset karena tidak mampu bersaing dengan pemain besar.

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Gilarsi W. Setijono mengaku jika Pos Indonesia tengah mengalami masa yang paling berat dalam sejarah perposan. Dimana saat ini perseroan tengah berada pada sebuah puncak disrupsi. Namun disprupsi tersebut, lanjut Gilarsi, buka kali pertama dirasakan perseroan, tetapi di usia perseroan yang 273 tahun ini merupakan puncaknya.

Pria kelahiran 10 Februari 1962 tersebut menambahkan bahwa perjalanan panjang BUMN orange ini lebih 273 tahun telah mengasah pengalaman serta kemampuan perusahaan dalam menghadapi segala bentuk rintangan dari masa ke masa.

“Walaupun ada beberapa hal yang harus dihadapi secara realistis, tetapi kami tetap optimis mampu melawan disprupsi tersebut dengan merelavankan produk-produk Pos sesuai dengan kebutuhan zaman sehingga keberdaan kami juga menjadi relevan bagi bangsa Indonesia,” terangnya.

Bagi Gilarsi, rasa optimis itu tersebut masih tebal di tengah tantangan disrupsi yang memuncak. Namun, imbuhnya, manajemen sangat sadar jika ada beberapa hal yang harus dilihatnya secara realistis karena banyak ditemukan tantangan yang tidak mudah untuk dilalui.

It’s a mix feeling antara realita yang sangat berat dengan sebuah optimisme yang tetap ada,” ungkap Gilarsi.

Beban Masa Lalu Pos Indonesia

Bagi Pos Indonesia, beban di masa lalu yang justru bisnis modelnya sangat berbeda dengan kondisi saat ini menjadi sesuatu yang tidak mudah untuk dipertahankan. Singkat kata banyak bisnis model Pos Indonesia yang sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman saat ini yang segalanya begitu cepat dan mudah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *