Connect with us
PERTAMINA

Teknologi & Komunikasi

Telkomsel Punya Bos Baru! Ini Profilnya

CHRIESTIAN

Published

on

Telkomsel

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Telkomsel baru-baru ini telah menetapkan nama Setyanto Hantoro sebagai Direktur Utamanya menggantikan Emma Sri Martini yang digeser menjadi Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero).

Siapakah Setyanto Hantoro? Sosok pria 45 tahun ini bukan wajah baru pada perusahaan industri seluler terbesar di tanah air tersebut. Pada tahun 2016 silam, Setyanto pernah tercatat pada bursa direksi PT Telkom Indonesia (Persero), Tbk.

Setyanto sebelumnya juga pernah tercatat sebagai President director pada anak perusahaan Telkom yang bergerak di sektor investasi yaitu PT Multimedia Nusantara.

Ia juga merangkap sebagai Komisaris Utama pada anak perusahaan Telkom lainnya yaitu PT Jalin Pembayaran Nusantara dan sebagai Komisaris pada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) yang tercatat sebagai anak usaha Telkom.

Jabatan terakhir Setyanto pada induk usaha yaitu PT Telkom adalah EVP Strategic Investment. Ia pun sempat masuk sebagai kandidat sebagai salah satu direksi Telkom bersama dengan Project Director Probis TV Video Telkom Joddy Hernady, Presiden Direktur TelkomSigma Judi Achmadi, serta SVP Sinergi Telkom Achmad Sugiarto.

Telkomsel menetapkan Setyanto sebagai Bos barunya berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Senin lalu (13/1).

Setyanto sendiri masuk sebagai Dirut baru Telkomsel dengan kondisi perusahaan dalam keadaan yang sangat baik usai ditinggalkan Emma Sri Martini pada medio November 2019 silam.

Bersama Martini, pada kuartal III/2019 Telkomsel berhasil mencetak revenue sebesar Rp68,3 triliun. Adalah peningkatan pelanggan data Telkomsel yang terus tumbuh sehingga berkontribusi besar terhadap pendapatan perusahaan.

Dari sisi infrastruktur, Telkomsel juga mencatat pertumbuhan. Jumlah BTS mengalami pertumbuhan sebesar 14,5 persen pada kuartal III/2019 atau menjadi 209.910 unit BTS. []

Teknologi & Komunikasi

Bisnis Digital Tumbuh Signifikan, Telkom Raup Laba Rp18,66 Triliun

EKO PRASETYO

Published

on

Bisnis digital

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Bisnis digital Telkom atau PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengalami pertumbuhan signifikan, terutama yang dikelola oleh Telkomsel dan Indihome.

Pertumbuhan ini berdampak pada pendapatan PT Telkom yang mencapai Rp 135,57 triliun sepanjang 2019, atau tumbuh sebesar Rp 4,78 triliun alias 3,7 persen dibanding tahun 2018.

Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo menjelaskan, Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi atau EBITDA Telkom mencapai Rp 64,83 triliun di tahun 2019 atau naik 9,5 persen.

Sementara laba bersih sebesar Rp 18,66 triliun, naik 3,5 persen disbanding tahun 2018.

Arif menjelaskan, melalui Telkomsel, perseroan mencatat memiliki basis pelanggan terbesar di Indonesia dengan 171,1 juta pelanggan dengan pengguna mobile data tercatat 110,3 juta pelanggan.

Kebutuhan layanan data yang terus meningkat sesuai perubahan gaya hidup masyarakat, mendorong pertumbuhan trafik data menjadi 6.558 petabyte atau naik 53,6 persen.

“Bisnis digital Telkomsel dan IndiHome tumbuh signifikan dan menjadi kontributor utama pertumbuhan Perseroan. Pendapatan bisnis digital Telkomsel tumbuh cukup signifikan sebesar 23,1 persen atau Rp 10,94 triliun,” ujar Arif Prabowo dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5/2020).

Pertumbuhan pendapatan bisnis digital Telkomsel ini, tercatat sebagai pertumbuhan tertinggi secara industri di tahun 2019. Sehingga pendapatan bisnis digital Telkomsel menjadi Rp 58,24 triliun.

Kontribusi pendapatan bisnis digital pun meningkat menjadi 64 persen dari total pendapatan Telkomsel, dari 53 persen pada tahun sebelumnya.

“Pendapatan ini seiring dengan pengembangan berbagai layanan digital, seperti Big Data, Digital Lifestyle, Digital Enterprise Solution, Mobile Payment hingga Digital Advertising,” jelasnya.

Di tahun 2019, Telkomsel juga berhasil membangun 23.162 Base Tranceiver Station (BTS) 4G LTE baru.

Sehingga jangkauan layanan 4G LTE sudah mencapai lebih dari 90 persen populasi penduduk. Tercatat saat ini Telkomsel telah memiliki sebanyak 212.235 BTS. Sebanyak 161.938 unit di antaranya adalah BTS untuk 3G dan 4G.

“Jumlah dan jangkauan BTS 3G dan 4G, serta peningkatan lalu lintas data akan menjadi pondasi untuk pertumbuhan positif kinerja Telkomsel di tahun 2020 dan tahun berikutnya,” ujar Arif.

Seolah tak mau ketinggalan, IndiHome juga terus melanjutkan kinerja positif dan menjadi pendorong pertumbuhan Perseroan.

Di segmen consumernya, jumlah pelanggan IndiHome menjadi 7 juta pelanggan pada akhir 2019, tumbuh 37,2 persen dari tahun sebelumnya.

IndiHome juga mencatat kenaikan pendapatan sebesar Rp 18,3 triliun atau naik 28,1 persen.

“Pencapaian positif yang diraih IndiHome semakin mengukuhkan posisinya sebagai market leader bisnis fixed broadband di Indonesia. Pendapatan dan laba IndiHome juga semakin baik dengan EBITDA margin mencapai 33,9 persen, angka ini mendekati standar profitabilitas global,” ujar Arif. []

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

CSR Telkomsel Sumbang 100 Ribu APD dan Bansos

Alfian Setya Saputra

Published

on

CSR Telkomsel

MEDIABUMN.COM, Jakarta – CSR Telkomsel tahun ini disumbangkan dalam bentuk bantuan alat medis kepada sejumlah Rumah Sakit Darurat dan Rumah Sakit Rujukan penanganan Covid-19 di seluruh Indonesia. Selain itu juga dibagikan bantuan sosial kepada masyarakat yang secara ekonomi terdampak oleh pandemi Covid-19.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan total nilai keseluruhan CSR Telkomsel dalam menghadapi Covid-19 mencapai Rp 25 miliar. Bahkan selama bulan Ramadan 1441 H ini, Telkomsel juga memberikan bantuan bagi 25.000 anak yatim, kaum duafa, serta pekerja informal yang terdampak Covid-19.

“Di usia yang saat ini memasuki 25 tahun, keberadaan Telkomsel perlu menguatkan perannya untuk hadir bersama Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dengan menghadirkan aktivitas CSR Telkomsel yang diharapkan dapat meringankan tugas pada tenaga medis,” ujar Setyanto Hantoro, Senin (11/5/2020).

Setyanto menyebut, berbagai alat medis yang diberikan dari CSR Telkomsel di antaranya ventilator, alat pelindung diri (APD) seperti baju hazmat, pistol pengukur suhu, masker, serta alat medis lainnya. Lebih dari 100.000 unit alat medis ini akan disalurkan secara langsung kepada beberapa Rumah Sakit Darurat (RSD). Seperti RS Pertamina Jaya yang menjadi rumah sakit rujukan Covid-19 tersebar di berbagai daerah, serta melalui pihak ketiga seperti Yayasan BUMN.

Dalam penyediaan ventilator, pihak Telkomsel menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui program Salman ITB Peduli. Lalu pada program Penanganan dan Pencegahan Covid-19 yang dilakukan PMI, Telkomsel menjadi penyedia solusi IoT FleetSight dan TOMS untuk membantu PMI enerapkan pembatasan fisik dalam pengelolaan kegiatan, distribusi dan kendaraan operasional PMI.

“Penanggulangan wabah Covid-19 ini menurut kami hanya bisa dilakukan dengan berbagai upaya kolektif secara bersama-sama, usaha ini tidak akan berhasil tanpa kolaborasi di berbagai lini,” kata Anto.

Sementara Ketua Yayasan BUMN Harjawan Balaningrath mengatakan pihaknya sangat berharap semua donasi ini akan tersalurkan hingga ke daerah-daerah yang selama ini masih sulit dijangkau.

“Kami berharap distribusi bantuan CSR Telkomsel ini agar sampai ke seluruh Rumah Sakit BUMN yang dikelola oleh Pertamina Bina Medika IHC yang saat ini memiliki sekitar 70 rumah sakit di seluruh Indonesia,” kata dia.

Kemudian Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC Dr. dr. Fathema Djan Rahmat mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas inisiatif Telkomsel ini. Menurutnya, bantuan tersebut akan dikirim ke beberapa daerah terutama Sorong, Tarakan, Dumai, Padang, Palembang, Jawa Timur yang mencatat kenaikan tinggi jumlah pasien Covid-19.

“Bantuan Telkomsel sangat berarti bagi kami terutama ventilator ini sangat dibutuhkan para pejuang kesehatan di daerah untuk menangani pasien pasitif covid-19,” katanya. []

Continue Reading

Teknologi & Komunikasi

Saham Telkom Anjlok 11,8 Persen

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Saham Telkom

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Saham Telkom (PT Telekomunikasi Indonesia) (Persero) Tbk mengalami penurunan harga sebesar 11,8 persen selama pandemi virus corona. Kondisi penurunan harga saham Telkom ini telah terjadi sejak awal tahun. Namun jika dibandingkan dengan perusahaan telekomunikasi yang lain, penurunan harga saham PT Telkom ini masih lebih baik.

Menurut Direktur Utama PT Telkom Ririek Adriansyah, untuk wilayah Asia, penurunan harga saham perusahaan telekomunikasi yang paling terdampak yakni China Unocom yang turun hingga 31,74 persen.

“Disusul Singtel dengan penurunan 16,91 persen; China Telcom 15,63 persen; dan Telestra 13,84 persen. Jadi Telkom masih bagus,” ujar Ririek dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Selasa (5/5/2020).

Dijelaskannya, Telkom berada di posisi keenam dalam data tersebut. Sedangkan penurunan harga saham telekomunikasi terendah dialami Softbank sebesar 2,59 persen dan Chunghwa 0,45 persen. Bila dibandingkan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG), penurunan harga saham Telkom juga diklaim lebih baik. Saat ini harga saham emitennya melorot 11,8 persen; posisi IHSG turun 25,1 persen.

“Kendati harga saham perusahaan menurun, kecenderungan harga untuk naik alias menguat dialami dua pekan terakhir. Potret kedua pekan terakhir TLKM telah menunjukkan kondisi bullish 12,54 persen, yaitu pada 15-30 April,” jelas Ririek.

Kondisi ini terjadi seiring dengan kenaikan tren IHSG sebesar 1,95 persen. Di samping itu, sejak April 2020, kapitalisasi pasar Telkom naik satu peringkat di pasar Bursa Efek Indonesia menjadi nomor dua setelah BCA. Kapitalisasi market TLKM 6,4 persen.

Di sisi lain, trafik penggunaan internet Telkom mengalami peningkatan 15,6 persen. Trafik internet pada periode 15 Maret hingga 1 April ini sebelumnya 8,3 Tbps menjadi 9,6 terabits per seconds (Tbps). Ririek menjelaskan, kenaikan trafik penggunaan internet itu dipengaruhi oleh mewabahnya virus corona, yakni ada anjuran untuk beraktivitas di rumah. Seperti bekerja, belajar, dan beribadah.

“Peningkatan trafik paling banyak terjadi pada aplikasi belajar jarak jauh, seperti Ruang Guru dan Ilmupedia. Trafik juga meningkat pada aplikasi rapat virtual seperti Zoom, Webex, Skype, maupun Telkomsel CloudX,” jelas dia.

Karena ada peningkatan trafik internet, Telkom telah menambah bandwidth internet sebesar 1,75 Tbps menjadi 10 Tbps. Bahkan, Telkom akan menambahkan bandwidth internet hingga akhir tahun menjadi 16,32 Tbps.

Telkom juga mempersiapkan infrastruktur jaringan tulang punggung antar-kota. Saat ini Telkom telah menambah kapasitas backbone sebesar 3 Tbps menjadi 26,2 Tbps. Dengan peningkatan infrastruktur jaringan di masa pandemi corona ini, pihak Telkom berharap bisa mendukung kualitas layanan agar menjadi lebih baik.

“Terutama, untuk mendukung kegiatan kerja dan belajar dari tempat tinggal masing-masing. Untuk itu kami sudah menyiapkan berbagai infrastruktur yang utamanya menambah kapasitas untuk antisipasi pertumbuhan trafik tersebut, baik di jaringan akses, backbone, maupun internet,” tutupnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM