Connect with us
PERTAMINA

Finansial

Tekanan Ekonomi Global, Bank Mandiri: Perbankan Masih Kuat

MediaBUMN

Published

on

Tekanan ekonomi global

Tekanan ekonomi global memberikan dampak yang buruk terhadap laju industri dan bisnis di tanah air di seluruh sektor strategis. Namun Bank Mandiri menilai kondisi perbankan saat ini masih sangat kuat menghadapi tekanan ekonomi global yang terjadi hingga saat ini.

Menurut Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan hal tersebut terlihat dari catatan Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal perbankan yang masih cukup tinggi yang mencapai 22,6 persen pada Juni 2019.

“Kondisi perbankan nasional saat ini kami nilai masih sangat kuat menghadapi berbagai risiko yang timbul akibat tekanan ekonomi global, pelemahan harga komoditas serta perang dagang,” ujarnya di Jakarta (10/9).

Selain kecukupan modal, dari sisi kualitas aset perbankan nasional terus mengalami perbaikan, dengan rasio kredit bermasalah / Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,5 persen atau menurun dibandingkan pada periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 2,67 persen.

Namun demikian Bank Mandiri, sebut Panji, menyadari betul tantangan ekonomi global terhadap perbankan nasional ke depan masih akan terus meningkat. Menurutnya tantangan tersebut diyakini akan menekan permintaan kredit perbankan nasional. Karenanya perbankan nasional harus lebih selektif dalam penyaluran kredit dengan tetap mempertimbangkan prospek bisnis yang semakin ketat.

“Kami menilai perbankan nasional masih memiliki banyak peluang bisnis bagi baik dari sisi kredit atau bisnis transaksi,” ujar Panji.

Lebih lanjut ia mengatakan terdapatbBeberapa sektor yang prospektif yang didorong oleh berbagai program pemerintah, yaitu sektor jasa kesehatan, farmasi, pendidikan, ekonomi kreatif dan pariwisata. []

Perbankan

bank bjb Salurkan Bantuan Kemanuasiaan Penanganan COVID-19 kepada BNPB

MediaBUMN

Published

on

covid

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Percepatan penanganan wabah COVID-19 masih menjadi salah satu agenda fokus utama pemerintah. Selama berbulan-bulan, wabah ini terus menyelimuti Indonesia. Tanda-tanda pandemi akan segera berhenti juga belum terlihat. Karenanya, bantuan dan kerja sama dari berbagai pihak diperlukan guna mengantisipasi dampak negatif sekaligus mempercepat penanganan.

bank bjb sebagai agen perubahan nasional kembali menunjukkan perannya dalam membantu pemerintah menanggulangi penyakit yang hingga kini telah menjangkit jutaan orang di dunia ini. Bertempat di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (14/7/2020), bank bjb menyerahkan sejumlah paket bantuan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Paket bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi kepada Kepala BNPB Doni Monardo serta turut hadir Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Suartini. Adapun paket bantuan yang diberikan yakni berupa 1 (satu) unit kendaraan operasional Covid-19, 50 unit wastafel portable dan 10.000 masker medis untuk disalurkan kepada tenaga medis di rumah sakit pemerintah maupun swasta yang membutuhkan.

Yuddy Renaldi mengatakan bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan dukungan bank bjb dalam membantu pemerintah memerangi COVID-19. Menurutnya dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19 ini, pemerintah harus mendapat dukungan yang solid dari berbagai pihak.

“Situasi yang saat ini kita hadapi merupakan tantangan bagi soliditas dan solidaritas antar warga, tidak hanya dalam lingkup nasional, namun juga dalam skala global. Pandemi ini menjadi musuh tak kasat mata yang menguji ketahanan umat manusia. Karena itu, kita semua harus bersatu-padu saling bahu-membahu berbagi tugas sesuai kapasitas dan fungsi masing-masing agar bisa bertahan dan memenangkan pertarungan melawan COVID-19 dan ekses negatifnya,” kata Yuddy.

covid

Seperti diketahui, COVID-19 ini berdampak terhadap segala sendi kehidupan manusia. Tak hanya memicu krisis kesehatan global, dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi juga terasa di mana-mana. Karena itu Yuddy juga berharap agar aktivitas perekonomian nasional bisa kembali normal seperti sedia kala.

“bank bjb mengajak seluruh lapisan masyarakat aktif dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan mengikuti peraturan yang dikeluarkan pemerintah agar sesuai dengan rencana percepatan penanganan,” kata dia.

Bantuan ini merupakan yang kesekian kalinya diserahkan perseroan. Sebelumnya, bank bjb juga telah beberapa kali mengulurkan tangannya. Untuk disebut, pada Maret 2020 lalu bank bjb juga menyerahkan bantuan CSR senilai Rp2 miliar melalui Jabar Quick Response. Bantuan juga diberikan kepada para tenaga medis, panti asuhan dan kelompok warga terdampak lainnya di berbagai daerah di tanah air.

Tak cuma melalui aksi sosial, sumbangsih bank bjb juga diberikan dalam bentuk program-program yang digulirkan perseroan. bank bjb, menjadi salah satu perbankan yang paling awal mengumumkan pemberlakuan kebijakan relaksasi kredit. Keringanan cicilan pinjaman bagi debitur, khususnya UMKM yang terdampak COVID-19 diberikan sebagai bentuk langkah stimulasi ekonomi.

Beriringan dengan itu, dorongan terhadap pelaku UMKM terus diberikan via Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (PESAT). Program yang diluncurkan pada 2015 ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas usaha bagi pelaku usaha. Dengan harapan, bukan saja memberikan permodalan, melainkan juga pendampingan agar UMKM semakin maju dan berkembang. []

Continue Reading

Perbankan

Kredit BRI Tersalurkan Rp7,7 Triliun Dalam 3 Minggu

Alfian Setya Saputra

Published

on

Kredit BRI

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kredit BRI atau PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang berasal dari penempatan dana pemerintah telah tersalurkan senilai Rp 7,7 Triliun dalam kurun waktu tiga minggu.

Jumlah itu setara 77 persen dari alokasi dana pemerintah yang diterima yaitu sebesar Rp10 Triliun.

Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan, kredit BRI atas penempatan dana dari pemerintah tersebut disalurkan kepada hampir 150 ribu pelaku usaha.

Jika dilihat sebaran secara geografis, penerima kredit BRI tersebut 58 persen berada di Pulau Jawa dan sisanya sebesar 42 persen tersebar di luar Pulau Jawa.

Untuk segmennya, 61 persen kredit BRI ini disalurkan ke segmen mikro, dengan pertanian dan perikanan mencapai 21 persen.

“Hingga pertengahan Juli 2020, BRI berhasil menyalurkan kredit 7,7 triliun. Ini merupakan upaya BRI untuk melakukan pemerataan ekonomi di Indonesia sesuai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ujarnya.

Sunarso menegaskan, pihaknya berkomitmen bahwa atas dana pemerintah yang ditempatkandi BRI tersebut akan mampu me-leverage ekspansi kredit BRI setidaknya tiga kali untuk mendorong sektor riil, terutama Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Khusus BRI, misalkan kita dapat Rp 10 triliun maka harus ekspansi menjadi Rp 30 triliun, dan kami komitmen mencapai lebih dari itu. Target UMKM yang kami salurkan kredit yakni untuk mendukung sektor pangan, baik pertanian maupun pendukung industri pangan. Sektor kesehatan dan distribusi juga kami dorong, tapi fokus paling besar ke sektor pangan,” ujar Sunarso.

Kredit BRI Dorong Ekonomi Daerah

Pihak BRI berharap UMKM akan tetap berdaya dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja, sehingga akan terjadi penurunan angka pengangguran di berbagai daerah.

Upaya sesuai program Pemerintah agar terus berupaya agar membangkitkan kembali usaha kecil menengah yang sempat terpukul akibat pandemi Covid-19.

“Untuk mempercepat dana disalurkan dengan lancar, kami juga melakukan kolaborasi di bidang e-commerce terutama untuk segmen-segmen lebih kecil,” terang Sunarso.

Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mengatakan, sejumlah bank BUMN lain juga mendapat kucuran dana dari pemerintah. Yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk senilai Rp10 trililun, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk masing-masing sebesar Rp5 triliun.

Pemerintah menempatkan dana di bank BUMN untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional setelah dihantam pandemi virus corona.

Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara di Bank Umum dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional. []

Continue Reading

Perbankan

Inisiatif Stimulus Kredit bank bjb Terus Dorong UMKM Berdaya Hadapi New Normal

MediaBUMN

Published

on

pelaku UMKM

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Keberlangsungan usaha para pelaku UMKM di tanah air menghadapi tantangan serius dari kehadiran pandemi COVID-19. Stimulasi terhadap sektor usaha yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional ini mutlak diperlukan. Fondasi permodalan yang kuat akan membuat mereka perkasa menghadapi terpaan krisis.

Dalam rangka mendorong UMKM agar tetap berdaya menghadapi situasi New Normal, bank bjb memberikan dukungannya dengan memberikan stimulasi ekonomi. Salah satu bentuk dukungan tersebut diberikan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pengusaha di dua daerah sekaligus, yakni Kabupaten Garut dan Tasikmalaya.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan langkah ini wujud komitmen perseroan dalam melindungi usaha para pelaku UMKM dari hambatan yang muncul akibat COVID-19. Peran UMKM yang teramat sentral dalam anatomi ekonomi Indonesia sangat perlu untuk mendapat prioritas perlindungan.

“Dengan atau tanpa adanya situasi pandemi, bank bjb memiliki komitmen yang sangat kuat untuk menjadi mitra setia para UMKM untuk bertumbuh dan berkembang. Kehadiran situasi pandemi semakin menguatkan komitmen kami untuk berbagi peran dan beban guna memulihkan situasi perekonomian nasional, khususnya para pelaku UMKM. Penguatan modal UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional menjadi salah satu strategi guna menopang percepatan pemulihan ekonomi,” kata Widi.

Penyerahan KUR kepada UMKM tersebut dilakukan berbarengan dengan rangkaian acara kunjungan Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dalam pelatihan bagi koperasi dan UMKM untuk menghadapi pandemi COVID-19 dua daerah di kawasan Priangan Timur itu. Pelatihan ini juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar, Walikota Tasik Budi Budiman, Bupati Tasik Ade Sugianto, Bupati Garut Rudy Gunawan, beserta sejumlah pejabat kementerian/lembaga dan instansi daerah lainnya.

pelaku UMKM

Di Tasikmalaya, kegiatan diselenggarakan pada Jumat (10/7/2020) bertempat di Hotel Horison. Penyerahan KUR dilakukan Pemimpin bank bjb Kantor Cabang Tasikmalaya Achmad Djuansjah didampingi Pemimpin Grup Kredit Program Divisi Kredit UMKM bank bjb Firman. KUR senilai Rp100 juta diberikan kepada nasabah atas nama Sutan Akbar Kusaeri yang menekuni usaha di sektor bumbu masakan.

Di Garut, kegiatan diselenggarakan pada Sabtu (11/7/2020) bertempat di Hotel Harmoni. Penyerahan KUR dilakukan Pemimpin bank bjb Kantor Cabang Garut Maman Rukmana dan Pemimpin Divisi Kredit UMKM bank bjb Denny Mulyadi. KUR senilai Rp250 juta diberikan kepada nasabah atas nama Edi Nurcahyadi yang menekuni usaha kuliner es goyobod.

Selain kepada dua nasabah di Garut dan Tasik, bank bjb juga telah menyalurkan stimulus pembiayaan kepada nasabah UMKM di berbagai daerah yang usahanya terdampak situasi pandemi COVID-19. Belum lama ini bank bjb menalurkan kredit modal usaha kepada nasabah atas nama Aminah yang bergerak di bidang usaha reklame dan toko tas dengan plafon senillai Rp110 juta. Selain itu, bank bjb juga telah menerbitkan kebijakan relaksasi kredit bagi para pelaku usaha yang terkena dampak ekonomi COVID-19.

Di luar yang telah dilakukan, bank bjb berkomitmen untuk terus mengupayakan langkah-langkah strategis sokongan perekonomian kepada semua pihak yang membutuhkan dalam rangka menghidupkan kembali nadi perekonomian. Inisiatif-inisiatif ini diambil perseroan guna memdukung program percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dicanangkan pemerintah.

Stimulasi dana segar yang sudah disalurkan diharapkan akan memperkuat ketahanan dan menambah semangat usaha para nasabah. Dengan permodalan yang bertambah, diharapkan UMKM dapat mempertahankan atau bahkan memperbesar skala usahanya agar tingkat serapan tenaga kerja dapat terjaga, sehingga perputaran ekonomi warga di tingkat akar rumput tidak mengalami hambatan yang berarti.

“Sebagai dukungan di luar pembiayaan, bank bjb juga rutin menyelenggarakan seminar dan pelatihan dalam rangka program bjb PESAT bagi para pelaku UMKM agar dapat mengonversi tantangan menjadi peluang usaha di tengah pandemi. Salah satunya kami secara konsisten memberi rekomendasi agar para pelaku UMKM lebih serius memanfaatkan ruang pemasaran digital karena model ini semakin relevan di tengah tumbuhnya kebiasaan interaksi baru,” ujar Widi. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!