Connect with us
PERTAMINA

Finansial

Inilah Target Pendapatan PPA di 2018

Published

on

FOKUS PENUGASAN

Seperti diketahui bahwa PT PPA memiliki di sektor bisnis investasi, restrukturisasi dan revitalisasi, advisory serta sektor pembiayaan. Pada sektor retrukturisasi dan revitalisasi PT PPA masih memanfaatkan pada dana eksisting dari Penyertaan Modal Negara yang tersisa yaitu sebesar Rp500 miliar.

Menurut General Manager Business Advisory & Asset Management PT PPA, Dikdik Permadi, fokus PT PPA yaitu pada penugasan pemerintah agar dapat melakukan restrukturisasi dan revitalisasi terhadap perusahaan BUMN yang sakit.

Baca Juga : Pegadaian mendukung Pertumbuhan Core Business Melalui Pemanfaatan Aset Strategis

tetapi sejak 2 tahun lalu, PT PPA merencanakan adanya modal yang masuk yang dapat dihitung sebagai pendapatan perseroan.

“Jika hanya manfaatkan PMN untuk kegiatan restrukturisasi dan revitalisasi lama-lama anggaran PMN dari Kemenkeu bisa semakin berkurang. Oleh karena itu sejak dua tahun lalu direksi meng-create pendapatan baru dari sektor investasi,” tutupnya. []ct

Laman: 1 2

Perbankan

Segmen Ultra Mikro Jadi Target Baru Penyaluran Kredit BRI

Published

on

Segmen Ultra Mikro

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Segmen Ultra Mikro menjadi sumber pertumbuhan kredit baru dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Pasalnya, Bank BRI menargetkan sampai dengan akhir tahun 2020 ini pertumbuhan kredit dari perseroan dapat tumbuh hingga 7 persen.

Untuk mencapai target tersebut, maka segmen Ultra Mikro akan diupayakan menjadi salah satu segmen penerima kredit BRI yang lebih lebih optimal.

Melalui segmen ultra mikro, penyaluran kredit usaha dari Bank BUMN ini diharapkan dapat meningkat signifikan, karena memiliki potensi penyaluran pembiayaan yang sangat besar.

Aestika Oryza Gunarto selaku Sekretaris Perusahaan Bank BRI mengatakan, kebanyakan pelaku usaha di segmen ultra mikro belum mendapat akses pembiayaan yang formal.

Bahkan dari total 46 juta usaha di segmen ultra mikro di Indonesia diperkirakan tidak lebih dari setengahnya saja yang memperoleh sumber pendanaan formal.

Baik dari bank (BUMN/swasta) dan lembaga keuangan lainnya, kredit mikro dan pinjaman berbasis kelompok, gadai dan koperasi.

“Kami perkirakan pelaku usaha di ini yang sudah dapat permodalan dari lembaga keuangan yang formal hanya sekitar 20 jutaan. Maka di segmen ini perlu kita kuatkan penyaluran kredit agar bisa tumbuh hingga 7 persen,” ungkapnya, Jumat (24/9/2021).

Ia menyebut perseroan bisa memaksimalkan potensi penyaluran kredit di segmen Ultra Mikro karena BRI sudah tergabung dalam Holding BUMN Ultra Mikro (Umi).

Dengan pembentukan Holding ini, Aestika berharap mampu menciptakan ekosistem pembiayaan di segmen ultra mikro yang punya jangkauan luas dan terintegrasi.

“Dengan potensi penyaluran kredit bagi bisnis usaha di segmen ultra mikro, kami yakin akan mampu menjadi sumber pertumbuhan bisnis baru di berbagai daerah,” ucap Aestika.

BRI Concern Segmen Ultra Mikro

Untuk diketahui, penyaluran kredit BRI hingga Agustus tahun ini tercatat pertumbuhannya di angka 5,9 persen secara tahunan (YoY), sementara target perusahaan di angka 6 hingga 7 persen.

Segmen konsumer dan mikro tercatat menjadi penyerap terbebesar, yaitu masing-masing 3,3 persen dan 15,5 persen secara tahunan.

Terkait penyaluran kredit BRI yang baru di angka 5,9 persen, Aestika menyebut jumlah itu masih jauh lebih tinggi jika dibanding pertumbuhan kredit nasional yang hanya 1,16 persen.

Bank yang tergabung di Himbara ini juga masih punya kemampuan dalam menyalurkan kredit jumlah besar, sebab memiliki likuiditas yang cukup longgar, posisi loan to deposit ratio (LDR) sebesar 82 persen.

Menurutnya, indikator paling tinggi terhadap pertumbuhan kredit perbankan adalah daya beli masyarakat dan konsumsi kebutuhan rumah tangga.

Maka BRI pun berkomitmen untuk terus menyalurkan bantuan dan stimulus usaha dari pemerintah guna mendongkrak indikator tersebut. []

Continue Reading

Perbankan

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bank BTN Dorong Pertumbuhan Sektor Properti

Published

on

properti

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Industri properti di Indonesia menjadi salah satu industri yang semakin berkembang dengan potensi menjanjikan. Sektor properti menjadi bisnis strategis dalam perekonomian, sehingga mendatangkan banyak peluang bagi sektor lain untuk berkembang. Dengan kontribusi yang signifikan terhadap sektor-sektor lain, sektor properti punya peluang besar mempercepat pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Haru Koesmahargyo mengatakan, “Selain potensi yang besar, sektor perumahan itu juga mendorong sektor-sektor ekonomi yang lain. Sektor perumahan ini bukan hanya padat karya, jadi selain membutuhkan banyak pekerja tapi juga padat modal,” kata Haru Koesmahargyo pada acara CEO Talk – Establishing Property Business Ecosystem to Enhance Mortgage Experience yang berlangsung secara virtual, Jumat (24/9).

“Nah the beauty of housing industry itu adalah produk lokal ya. Kita lihat bahan pasirnya, bahan bakunya, semen-nya itu 90% menggunakan produk lokal. Jadi mendorong sektor-sektor lain,” lanjutnya.

Industri properti memiliki potensi yang besar di masa mendatang. Sehingga Bank BTN terus melakukan inovasi bisnis, seperti mengeluarkan BTN House Price Index sebagai salah satu alternatif indeks harga rumah di Indonesia. BTN House Price Index ini dapat digunakan sebagai sinyalemen pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Haru Koesmahargyo juga memaparkan tren terkini soal minat masyarakat terhadap perumahan. Tren tersebut yaitu ketertarikan pada hunian kecil, yang dipengaruhi oleh adanya peningkatan urbanisasi. Secara industri, sektor properti di Indonesia juga ditandai pembangunan masif hunian di area pembangunan infrastruktur dan kemudahan kepemilikan bagi warga asing di Indonesia.

Dengan tren tersebut, lanjut Dirut Bank BTN itu, akan mendorong peningkatan permintaan pasar. “Tidak dipungkiri bahwa tren properti ini akan mewakilkan permintaan pasar di beberapa tahun mendatang, tidak terkecuali bagi generasi milenial,” ujar Haru Koesmahargyo.

Dorong Milenial untuk Punya Rumah

Berdasarkan survei Kementerian PUPR tahun 2019, terdapat 31% populasi generasi milenial di Indonesia diperkirakan belum memiliki rumah. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan utama kalangan milenial dalam memilih rumah, yaitu terkait kecocokan jenis hunian dan masalah finansial. Data dari Perum Perumnas mengatakan bahwa kemampuan generasi milenial untuk membeli hunian di kisaran Rp 200 juta-Rp 400 juta.

Sejalan dengan fakta tersebut, Haru mengajak nasabah untuk tidak menunda memiliki rumah. Dia menjelaskan, “Biasanya kan suku bunga tinggi, harga properti rendah atau bisa suku bunga rendah tapi harga properti tinggi. Hari ini, suku bunga dan harga properti sama-sama rendah. Jadi pesan saya, jangan tunda punya rumah”.

Direktur Utama BTN itu juga berpesan kepada generasi milenial untuk memahami esensi kebutuhan sebuah rumah. Haru menjelaskan, “Mungkin kalau milenial karena sudah born with it, semuanya sudah ada, jadi ya buat apa mikir ini itu gitu ya. Tapi perlu dipahami esensi sebuah rumah. To build a civilization of a nation, itu starts from home”.

Dalam ekosistem perumahan, Bank BTN memiliki peran strategis yaitu sebagai enabler yang memberikan pembiayaan. Posisi Bank BTN mendukung sisi penyediaan (supply) melalui kredit konstruksi kepada developer, maupun pada sisi permintaan (demand) dengan memberikan KPR kepada masyarakat.

Hingga saat ini, Bank BTN mencatat realisasi KPR Milenial periode Januari 2021-Agustus 2021 yaitu sebesar Rp 3,737 miliar. Angka ini meningkat sebesar 67% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara secara keseluruhan, Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk lebih dari 4,9 juta unit rumah.

Ke depan, Bank BTN mematok target pembiayaan untuk 1 juta unit rumah dalam 5 tahun atau hingga 2025. “Kita mencanangkan 5 tahun sampai 2025 akan membiayai 1 juta unit rumah. Ya rata-rata 200 ribu unit rumah per tahunnya”. Tidak hanya penyaluran KPR rumah, Haru juga menjelaskan Bank BTN sedang bertransformasi mengembangkan platform digital untuk perumahan.

“Kita tetap (fokus di) perumahan. Cuma perumahan yang luas. Tidak hanya KPR ya, ada construction gitu ya. Nah yang ketiga ini yang akan dikembangkan termasuk bagaimana memberikan layanan keuangan digital terhadap semua participants di dalam ekosistem tersebut. Tentu dengan platform serba digital,” pungkas Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo. []

Continue Reading

Jasa Keuangan

Atasi Pandemi, Pegadaian Raih Penghargaan Best TJSL 2021

Published

on

TJSL Award 2021

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pada ajang Indonesia TJSL Award 2021 yang diselenggarakan Wartaekonomi.co.id. PT Pegadaian mendapat penghargaan di bidang sosial kemanusiaan dan bina lingkungan untuk kategori Best TJSL 2021 with Outstanding Partners Capacity and Capabilities Development Program, kategori Financial Services, atas konsistensinya dalam menolong masyarakat menghadapi pandemi Covid-19.

Basuki Tri Andayani, Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Pegadaian mengatakan bahwa penghargaan yang diterima adalah bentuk apresiasi terhadap tanggung jawab Pegadaian yang secara terus menrus menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BUMN (TSJL-BMUN) pada masyarakat.

“Peran aktif PT Pegadaian dalam membantu masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 tak hanya melalui penyaluran produk sera layanan yang disalurkan, tapi juga melalui program CSR yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Basuki.

Selanjutnya, dikatakan basuki bahwa Pegadaian akan terus berusaha maksimal dalam perannya untuk menolong masyarakat yang terdampak Covid-19 dan berharap agar pandemi segera usai.

“Harapan dan doa kita tentunya, agar pandemi cepat usai dan kondisi ekonomi Indonesia cepat pulih. Jadi otomatis dalam waktu yang tidak lama, program Pemulihan Ekonomi Nasional dapat terwujud.”

Pelaksanaan TJSL adalah salah satu bentuk nyata dari konsep bela negara yang dilakukan oleh Pegadaian di era pandemi, dalam usahanya membantu pemerintah untuk percepatan penanganan dampak pandemi di Indonesia.

Tidak itu saja, TJSL juga dapat mewujudkan keselarasan tujuan BUMN yang tidak hanya mengejar laba, namun turut aktif membimbing dan membantu para pelaku usha Ultra Mikro dan UMKM yang terdampak pandemi.

Seiring dengan hal ini, Pegadaian terus menerus menjalankan program-program sosial di masa pandemi, seperti pemberian APD (Alat Pelindung Diri), santunan untuk keluarga terdampak Covid-19 dan juga pemberian mobil ambulans.

Pegadaian juga menggelar konser amal virtual pada Agustus lalu, dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76. Melalui kegiatan Gebyar Merdeka Dari Kami Untuk Indonesia. Pada acara tersebut, Pegadaian menyerahkan dua buah ambulans kepada rumah sakit Gatot Subroto, dua buah ambulans dan memberikan tali kasih kepada nakes di berbagai wilayah Indonesia.

Tercatat sebanyak 23.000 penonton, menyaksikan konser amal virtual yang ditayangkan langsung via Youtube Pegadaian, dengan penambahan subscribers 4.879. Atas penambahan subscribe ini Pegadaian mengumpulkan donasi sebanyak Rp.493.950.000. Sementara dari pengumpulan donasi dari Komisaris, Direksi dan dari Insan Pegadaian terkumpul sebesar Rp250 juta, sehingga total donasi yang terkumpul sebanyak Rp 3,2 miliar.

Pegadaian juga meluncurkan program Gadai Peduli dengan bunga nol persen, selain melalui program CSR. Nasabah yang menggadaikan barangnya dengan pinjaman sampai dengan Rp1 juta dalam jangkan waktu maksimal 90 hari tidak dipungut biaya.

“Program ini sangat menolong masyarakat terutama para ibu rumah tangga dan kalangan mahasiswa. Melalui program ini juga, “kami ingin memberikan pengalaman baru kepada para milenial, agar Pegadaian dikenal sebagai lembaga keuangan yang memberikan solusi secara mudah, cepat, murah dan tanpa bunga.” []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!