Connect with us
PERTAMINA

Agrobisnis & Pangan

Target Bulog meleset, Karena Harga Gabah Tinggi

MediaBUMN

Published

on

Target Bulog

Target Bulog dalam pengadaan beras dalam negeri terbilang sangat minim yaitu berkisar di angka 20 ribu ton sepanjang Januari hingga Maret 2019 ini. Capaian itu dinilai masih jauh dari target Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yaitu 1,5 juta ton sampai pertengahan tahun ini hanya 1,3 saja.

“Kinerja serapan yang minim karena harga gabah yang masih tinggi di tingkat petani, dampaknya perum Bulog kesulitan membeli gabah milik petani.” Tri Wahyudi Saleh selaku Direktorat Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog memaparkan.

Instruksi Presiden Tahun 2015 Tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, perseroan hanya menyerap gabah seharga Rp 3.700 per kilogram. Fleksibilitas maksimal yang dapat diterapkan hanya 10%, yaitu 4.070 per kilogram.

BACA JUGA: LOWONGAN KERJA BULOG 2019

Tri Wahyudi optimis target Bulog akan optimal dalam melakukan penyerapan, sebab pada April harga gabah diprediksi menurun mendekati puncak musim panen raya. Wilayah Banyumas, Cilacap, dan Sulawesi Selatan sudah mulai panen.

Meski rendah, gudang Bulog memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencukupi. Khususnya pada Ramadhan dan Lebaran yang tinggal menghitung bulan.

OPTIMIS TARGET BULOG KE DEPAN

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriandi mengatakan, minimnya pengadaan disebabkan outlet penyaluran Bulog berkurang yang tidak diiringi oleh penurunan pembelian. Sejak Beras Sejahtera (rastra) dialihkan menjadi BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) pertengahan tahun. Hal ini yang menjadi tantangan dalam pemenuhan target Bulog ke depan.

Lebih lanjut Agung menilai Bulog harus mencari di luar ‘market’ yang telah ditetapkan. Agar dapat menjangkau daerah yang masih kekurangan atau tidak memproduksi beras sendiri, seperti wilayah Maluku Utara.

Dalam tiga tahun terakhir, penyaluran rastra mengalami pengurangan sehingga Bulog hanya mendapat tugas 230ribu ton hingga bulan April tahun ini. Agung pun menyarankan untuk memperpanjang penyaluran rastra sampai akhir Desember.

Agung optimis akan target Bulog dalam penyaluran akan tetap berjalan maksimal karena pemerintah telah memberikan keleluasan kepada Bulog dalam menyerap gabah petani. Melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2018 tentang pengelolaan CBP menggunakan skema pergantian selisih.

Assyifa Szami Ilman peneliti Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) memberikan saran. Bulog harus memperhatikan kualitas sebab para penerima BPNT mengeluhkan kualitas beras yang rendah. []

Agrobisnis & Pangan

Produksi Sawit PTPN V Pecah Rekor, Pendapatan Bisa Tembus Rp4,8 Triliun

Alfian Setya Saputra

Published

on

Produksi sawit

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Produksi sawit PTPN V atau PT Perkebunan Nusantara V berhasil mencatat rekor sepanjang sejarah.

Pasalnya, untuk kali pertama dalam sejarah PTPN V, produkditivas tandan kelapa sawit mencapai 23,9 ton per hektare.

Angka produksi sawit itu menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah sejak perusahaan pelat merah itu berdiri.

Chief Executive Officer PT Perkebunan Nusantara V, Jatmiko K. mengatakan, dengan produktivitas sawit itu, PTPN V menjadi salah satu anak perusahaan Perkebunan Nusantara yang berhasil meraih target kinerja yang ditetapkan perusahaan.

Sebagai perusahaan negara, kami memiliki dua bisnis utama yakni sawit dan karet.

“Dari unit Kebun Tamora, PTPN V meraih penghargaan dari holding usaha atas capaian mutu produk, produktivitas, dan indikator lainnya di semester 1 tahun ini. Jadi dari seluruh lingkungan PTPN Group, Tamora menjadi kebun sawit terbaik pertama di Indonesia,” ujar Jatmiko, Sabtu (20/9/2020).

Ia menjelaskan, untuk usaha karet, Tamora menempati posisi terbaik kedua di antara seluruh perkebunan karet di semua perusahaan negara milik negara.

Adapun untuk pabrik kelapa sawit (PKS) Sei Pagar yang ada di kabupaten Kampar juga menjadi PKS terbaik keempat di seluruh pabrik milik Holding Perkebunan Nusantara.

Optimis Produksi Sawit

Menurut Jatmiko, prestasi ini bisa diraih karena keakuratan data yang terus diperhatikan sebagai upaya mengembangkan data berbasis teknologi guna meningkatkan efektifitas pengawasan perkebunan.

Pelaksanaan SOP di perusahaan juga dilakukan secara ketat, tansparansi dan data yang akurat menjadi strategi perusahaan untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Ia pun berharap, kinerja ini akan terus berlanjut dan terus lebih baik ke depan.

“Makanya, proses penanaman, perawatan hingga panen harus terus menjadi perhatian. Sebagai pimpinan PTPN V, saya sangat bangga dengan prestasi ini, semoga ini menjadi pelecut motivasi karyawan dan manajemen untuk mempertahankan kinerja positif dan lebih baik di masa mendatang,” ujar mantan Indonesia Tourism Development Corporation ini.

Pihaknya pun optimistis bisa menjaga tingkat produksi sawit sebesar 24,24 ton per hektar hingga akhir tahun 2020.

Optimisme itu didasari dari hasil produksi sawit dan operasional sejumlah unit kebun sawit dan karet milik PTPN V yang saat ini kondisinya sedang optimal.

Dengan produksi sawit sebesar itu, ditargetkan pendapatan PTPN V bisa menembus angka Rp4,8 triliun, atau mengalami pertumbuhan hingga 16,25 persen dari pendapatan tahun 2019.

Namun target itu, tidak seluruhnya didapat dari kebun PTPN V, karena sekitar 40 persen produksi sawit yang dikelola adalah hasil kebun sawit milik rakyat, baik petani swadaya mapun mitra plasma PTPN V.

“Sinergi ini sejalan dengan upaya perseroan dalam membantu memulihkan ekonomi di daerah setempat, dengan meningkatkan kesejahteraan petani binaan,” tutupnya. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

UMKM Perikanan Dapat Modal dan Pendampingan Dari SIG

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

UMKM Perikanan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – UMKM Perikanan mendapat bantuan modal dan pendampingan usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

Pemberian bantuan modal usaha ini sebagai bagian dai upaya untuk meningkatkan kemandirian dan pengembangan usaha para pelaku UMKM khususnya di sektor perikanan.

Penyerahan bantuan modal ini salah satunya diberikan kepada kelompok budidaya ikan Prima Makmur, di Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu, Tuban.

Kelompok budidaya ikan Prima Makmur tergabung dalam UMKM binaan PT Semen Indonesia Klaster Perikanan.

Liek Setiadji selaku ketua kelompok budidaya ikan Prima Makmur, mengatakan, pihaknya mendapatkan bantuan modal usaha perikanan dari SIG sebesar Rp33 juta.

Bantuan tersebut digunakan untuk membuat empat kolam baru yang mampu menampung 16.000 bibit ikan lele.

Dengan bantuan ini, dipastikan para pelaku UMKM perikanan sangat terbantu karena mendapatkan modal usaha sekaligus pendampingan dari SIG.

“Kami juga mendapat kesempatan studi banding untuk belajar budidaya ikan lele yang baik. Dengan begitu usaha perikanan kami semakin berkembang. Ini ketiga kalinya kami melakukan panen ikan semenjak mengikuti program pemberdayaan dari SIG,” ujarnya, Jumat (18/9/2020).

Liek Setiadji mengatakan, saat ini hasil panen perikanan mereka bisa mencapai 1,4 ton ikan lele jenis Masamo.
Tingginya permintaan ikan lele di wilayah Kabupaten Tuban juga membawa berkah bagi UMKM perikanan di daerah tersebut, karena stok ikan mereka selalu habis dibeli konsumen.

Potensi UMKM Perikanan

General Manager of Corporate Social Responsibility (CSR) PT SIG, Edy Saraya mengatakan, pihaknya melihat ada potensi pasar di sektor UMKM perikanan.

Untuk itu, PT SIG selaku bagian dari BUMN terus mendukung upaya UMKM dalam mengembangkan usahanya, terlebih di masa pandemi saat ini.

“Hingga saat ini PT SIG telah melakukan pemberdayaan sebanyak 18 kelompok UMKM perikanan. Total bantuan modal usaha yang sudah kami salurkan sebesar Rp523 juta dan pendampingan usaha,” ujarnya.

Adapun jenis usaha budidaya yang dilakukan pelaku UMKM perikanan di antaranya budidaya udang vaname, ikan lele, dan ikan nila.

Sementara Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban, M Amenan, mengapresiasi langkah yang dilakukan PT SIG.

Dengan adanya bantuan kepada kelompok UMKM perikanan, diharapkan dapat memberikan potensi usaha baru dan dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak.

Sehingga akan memberikan penghasilan tambahan bagi pelaku UMKM perikanan dan mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di tengah masyarakat.

“Pemkab Tuban sangat mengapresiasi bantuandan pendampingan teknis dari SIG kepada pelaku UMKM. Harapan kami ke depan cakupan UMKM yang diberdayakan SIG semakin luas,” tandasnya. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Pupuk Bersubsidi Tetap Bisa Dibeli Meski Belum Punya Kartu Tani

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Pupuk bersubsidi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pupuk bersubsidi dari PT Pupuk Indonesia (Persero) tetap akan disalurkan secara efektif selama masa transisi penerapan Kartu Tani atau elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Hal ini disampaikan oleh pihak Pupuk Indonesia setelah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Senin (14/9/2020).

Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero), Wijaya Laksana mengatakan, para petani yang belum memiliki Kartu Tani, tapi sudah terdaftar di e-RDKK tetap bisa membeli pupuk bersubsidi.

“Hal itu juga berlaku bila kios pupuk belum memiliki electronic data capture Kartu Tani. Mereka tetap dapat menebus pupuk bersubsidi secara manual, asalkan bisa menunjukkan dua syarat yaitu, terdaftar dalam e-RDKK, serta menunjukkan foto open camera siap tanam dan persetujuan Dinas Pertanian setempat,” ujar Wijaya dalam keterangan tertulisnya.

Wijaya menjelaskan, beberapa syarat dokumen tersebut nantinya akan dijadikan dasar bagi pihak produsen pupuk untuk menyalurkan pupuk bersubsidi dan melakukan penagihan.

Diketahui, Kartu Tani bisa dimiliki petani bila sudah terdaftar dalam sistem e-RDKK yang digunakan petani untuk membeli pupuk bersubsidi.
Penerapan Kartu Tani secara menyeluruh ditargetkan selesai pada 2021 mendatang.

Untuk mempercepat penerapan Kartu Tani, PT Pupuk Indonesia bersama lima anak perusahaannya telah turut aktif dalam melakukan sosialisasi.

Hal ini dilakukan di berbagai daerah lokasi pabrik pupuk, seperti PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pupuk Kujang, dan PT Pupuk Iskandar Muda.

Pupuk Bersubsidi dengan Kartu Tani

Saat ini sejumlah pabrik pupuk itu sedang memastikan apakah seluruh kios pupuk resmi di daerahnya telah menjadi KPL dan siap menerima transaksi penebusan pupuk bersubsidi menggunakan Kartu Tani.

“Untuk itu, kami telah memberikan data kios pupuk secara lengkap kepada Himpunan Bank-Bank Milik Negara sebagai database yang dibutuhkan dalam penerapan Kartu Tani. Produsen juga segera berkoordinasi dengan pihak bank penanggung jawab jika masih ada kios KPL yang belum dilengkapi mesin debit,” ujar Wijaya.

Pupuk Indonesia juga berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat apabila ada petani yang sudah terdaftar dalam sistem e-RDKK tapi belum memiliki Kartu Tani.

Sesuai rekomendasi DPR RI, penerapan Kartu Tani dapat dimulai secara efektif di empat wilayah prioritas, yakni Pulau Jawa, Madura, Sumbawa, dan Sumbawa Barat.

Pada masa transisi penerapan Kartu Tani, keempat wilayah tersebut ditargetkan dapat efektif menerapkan kartu tani pada 20 September dan 25 September khusus di wilayah Jawa Timur.

Dengan penerapan Kartu Tani, Pupuk Indonesia Group berharapa penyaluran pupuk bersubsidi dapat berjalan lebih disiplin dan akuntabel.

“Untuk mempercepat penerapannya, kami juga telah menugaskan produsen untuk menyalurkan pupuk bersubsidi melalui Kartu Tani pada 7 provinsi 30 kabupaten/kota, dan 178 kecamatan yang sudah mengimplementasikan kartu tersebut secara efektif,” pungkasnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM