Connect with us
PERTAMINA

Jasa Keuangan

Surat Utang Diterbitkan! Pegadaian Tambah Modal Kerja

EKO PRASETYO

Published

on

Surat Utang

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Surat Utang (obligasi) dan sukuk dari PT Pegadaian (Persero) telah ditebitkan untuk membidik dana tambahan modal kerja senilai Rp3,25 triliun.

Penerbitan surat utang ini merupakan bagian obligasi berkelanjutan IV Pegadaian tahap tiga tahun 2020 senilai Rp 2,42 triliun.

Kemudian sukuk mudharabah berkelanjutan I Pegadaian tahap tiga tahun 2020 sebesar Rp 835 miliar.

Sekretaris Perusahaan Pegadaian R. Swasono Amoeng Widodo mengatakan, rencananya dana dari penerbitan surat utang ini akan digunakan untuk menambah modal perusahaan.

“Dana itu akan digunakan untuk modal kerja pada bisnis pembiayaan konvensional maupun syariah tahun ini. Permintaan surat utang melebihi jumlah yang diterbitkan (oversubscribed). Dengan begitu, perseroan dapat kantongi dana yang ditarget,” ujarnya, Sabtu (13/9/2020).

Menurut Widodo, sudah ada permintaan oversubscribed, bahkan sudah habis diserap pasar dengan harga menguntungkan pihak Pegadaian.

Dari data PT Kustodian Sentra Efek Indonesia, disebutkan bahwa Obligasi berkelanjutan IV Tahap III Pegadaian di tahun 2020 itu ditawarkan dalam dua seri yaitu seri A dan B.

Seri A memiliki jumlah pokok Rp1,29 triliun jangka waktunya 370 hari dengan tingkat bunga tetap 5,50 persen per tahun.

Sedangkan Seri B jangka waktunya ditawarkan tiga tahun dengan jumlah pokok sebesar Rp1,12 triliun dan tingkat bunga tetap 6,45 persen per tahun.

Penerbitan sukuk dari Pegadaian juga dibagi dalam dua seri, yaitu Seri A senilai Rp704 miliar dan Seri B Rp131 miliar.

Untuk masa penawaran umum obligasi dan sukuk dilakukan pada 16-17 September, distribusi secara elektronik pada 22 September, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 September.

Adapun bagi hasil mengambang (floating) dari kedua seri ini per tahun pembayaran bagi hasilnya dilakukan tiap tiga bulan.

Untuk diketahui, surat utang dan sukuk mudharabah Pegadaian tersebut mendapat hasil pemeringkatan triple A dengan outlook stabil yang diberikan PT Pemeringkat Efek Indonesia dan telah diperbaharui pada tanggal 4 September 2020.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi surat utang dan sukuk mudharabah diantaranya PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Bahana Sekuritas,

PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas sebagai wali amanat telah dipercayakan kepada PT Bank Mega Tbk. []

Jasa Keuangan

Peduli Pendidikan! Jamkrindo Serahkan Bantuan Perpustakaan Digital

MediaBUMN

Published

on

perpustakaan digital

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Jamkrindo menyerahkan bantuan Bina Lingkungan berupa perpustakaan digital kepada Sekolah Dasar Negeri Rancaekek 1, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ini merupakan pertama kalinya PT Jamkrindo memberikan bantuan dalam bentuk perpustakaan digital.

Sekretaris Perusahaan PT Jamkrindo Abdul Bari menjelaskan, penyerahan bantuan dalam bentuk perpustakaan digital itu merupakan bukti komitmen dan keberlanjutan perusahaan di sektor pendidikan. ”Kami secara konsisten terlibat dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan melalui pemberian bantuan Bina Lingkungan. Kami berharap, perpustakaan digital ini bisa ikut mendorong peningkatan pengetahuan dan kualitas anak-anak di SDN Rancaekek 1,” ujar Abdul Bari dalam siaran pers, Jumat (18/12/2020).

Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan kepada Kepala SDN Rancaekek 1, Yayat Ruhiyat. Yayat mengucapkan terima kasih atas bantuan perpustaan digital yang diserahkan oleh Jamkrindo. ”Kami mengucapkan terima kasih bantuan perpustakaan digital dari PT Jamkrindo. Semoga bantuan ini bisa meningkatkan mutu dan daya baca anak-anak, serta meningkatkan mutu pendidikan di Rancaekek,” kata Yayat.

Perpustakaan digital adalah pusat koleksi buku dalam format digital dengan segmen khusus dan disesuaikan dengan kebutuhan pembacanya. Untuk SDN Rancaekek 1, perpustakaan digital disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan untuk level sekolah dasar.

Abdul Bari menambahkan, penyaluran bantuan dalam bentuk perpustakaan digital itu juga selaras dengan transformasi PT Jamkrindo yang mengedapankan pola pikir digital dalam proses bisnisnya. Hal itu ditandai dengan perubahan proses bisnis manual ke digital melalui berbagai aplikasi. Di sektor pendidikan, bantuan berupa perpustakaan digital ini merupakan yang pertama. Namun, tidak menutup kemungkinan, ke depan bantuan serupa bisa didistribusikan kepada sekolah-sekolah lain yang membutuhkan.

”PT Jamkrindo merupakan perusahaan dengan kepemilikan modal negara minoritas yang memiliki fokus bisnis penjaminan kredit. Namun, selain kami menjalankan bisnis, kami juga ingin berkontribusi bagi masyarakat melalui distribusi bantuan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Abdul Bari.

Sepanjang 2020 ini, PT Jamkrindo telah menyalurkan bantuan Bina Lingkungan di berbagai daerah, antara lain di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Selatan. Bantuan diberikan, antara lain dalam bentuk beasiswa, taman bacaan, renovasi bangunan sekolah, penyediaan toilet, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.

PT Jamkrindo yang menjalankan bisnis penjaminan kredit, merupakan anggota holding Indonesia Finansial Group (IFG) dengan induk holding PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero). []

Continue Reading

Jasa Keuangan

BUMN Permodalan! Erick Thohir: “Dilarang Pasang Bunga Tinggi Untuk UMKM”

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

BUMN Permodalan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – BUMN Permodalan diminta oleh Kementerian BUMN agar tidak mematok bunga pinjaman tinggi bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hal ini ditegaskan Menteri BUMN Erick Thohir agar membebani para pengusaha kecil di masa pandemi yang masih terjadi saat ini.

Erick meminta BUMN Permodalan agar memberikan bunga murah kepada pengusaha kecil, bukan hanya perusahaan besar.

“Saya menekankan agar bunga pinjaman untuk pengusaha kecil itu dibuat mahal, tapi sebaliknya pengusaha besar malah dapat bunga murah,” kata Erick dalam Acara Inovasi Digital Dalam Masa Pandemi, Rabu (16/12/2020).

Menurutnya, hal itu sudah terjadi pada PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM yang memberikan bunga sebesar 9 persen kepada debitur kategori usaha mikro.

Namun Erick menyebut hal itu lantaran debitur PNM tidak sebesar luas seperti BUMN Permodalan lainnya, seperti BRI dan Pegadaian.

Untuk itu, Kementerian BUMN sudah memulai langkah untuk menyatukan tiga BUMN permodalan yakni PNM, BRI dan Pegadaian agar bisa memberikan akses permodalan dengan bunga yang lebih murah.

“BRI punya pangsa pasar yang besar sehingga bisa memberikan bunga tiga persen. Jadi dengan penggabungan ini, nantinya BRI akan membantu PMN dalam memberikan permodalan pada pengusaha kecil dengan bagi hasil yang lebih baik,” kata dia.

Erick pun kembali menegaskan, agar BUMN Permodalan jangan berat sebelah, yaitu memberikan kemudahan akses bagi pengusaha besar, tapi memberatkan sektor UMKM.

“Jangan kita berat sebelah, yang miskin malah dibuat bunganya mahal. Masyarakat mampu atau pengusaha besar malah diberikan yang murah,” tandasnya.

BUMN Permodalan Harus Dorong UMKM Bangkit

Terkait sinergi tiga BUMN Permodalan yaitu PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero), dan PT BRI (Persero) mendapat respon baik dari berbagai pihak.

Salah satunya dari Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) yang menilai sinergi tersebut akan membantu pelaku usaha kecil dalam mendapatkan akses permodalan.

Ketua Umum Akumindo, M Ikhsan Ingratubun mengatakan, terobosan Erick Thohir ini menjadi bukti perhatian BUMN untuk mendukung sektor UMKM dengan membuat lembaga khusus pembiayaan.

“Ini akan mendorong pengembangan pengusaha kecil untuk mendapatkan modal dengan bunga yang lebih terjangkau nantinya. Kami menyambut rencana ini karena ke depan yang dibutuhkan adalah pembiayaan yang sifatnya menalangi dahulu,” kata Ikhsan.

Menurutnya, dengan digabungnya BUMN permodalan ini akan, maka pelaku UMKM akan terbantu dalam pengembangan usaha karena modalnya sudah tersedia.
Akses pembiayaan yang mudah akan membuat pelaku usaha kecil ‘naik kelas’ dadi usaha menengah dan kemudian pengusaha besar.

Namun ia meminta agar berbagai persyaratan untuk dapat mengakses modal tersebut tidak dipersulit.

“Maka aksesnya juga perlu dipermudah, karena ini kan lembaga keuangan nonbank. Jadi harusnya lebih mudah dapat peluangnya tidak bertele-tele syaratnya,” ungkap Ikhsan. []

Continue Reading

Jasa Keuangan

Omset Pegadaian Hingga Kuartal Ketiga Tahun Ini Tembus Rp124 Triliun

Alfian Setya Saputra

Published

on

Omset Pegadaian

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Omset Pegadaian hingga kuartal III atau per bulan September tahun 2020 tercatat mencapai Rp124,16 triliun.

Raihan omset Pegadaian yang cukup besar ini berkat kemampuan perseroan dalam memperluas pasardan mengembangkan saluran transaksi.

Dengan capaian tersebut, PT Pegadaian (Persero) mampu mempertahankan kinerja positif meski diterpa pandemi covid-19.

Direktur utama Pegadaian, Kuswiyoto, mengatakan, omset Pegadaian ini meningkat sebesar 17,07 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019.

“Peningkatan ini terjadi karena kami melakukan berbagai inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Selain omset pegadaian, jumlah nasabah di perusahaan kami juga terus bertambah,” ujar Kuswiyoto, Kamis (10/12/2020).

Kuswiyoto menjelaskan, pihaknya menjalin kerjasama dengan 843 lembaga dan institusi di berbagai daerah, mulai dari sektor bisnis, keagenan hingga edukasi.

Perusahaan BUMN inni juga berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan pembiayaamn hingga e-commerce untuk pengembangan bisnis perusahaan.

Selain itu, jumlah nasabah Pegadaian saat ini mencapai 15,65 juta dan tumbuh sebesar 28,83 persen secara tahunan.

Peningkatan juga terjadi pada nilai aset perusahaan yang saat ini bernilai Rp70,88 triliun atau naik 8,51 persen.

“Kami juga terus mengembangkan aplikasi Pegadaian Digital untuk menjangkau anak-anak muda atau kalangan milenial agar dapat bertransaksi dengan cepat, mudah, dan akurat. Jadi sekarang tidak perlu lagi harus datang ke outlet Pegadaian untuk transaksi,” tandasnya.

Berkat kinerja operasional yang tetap tumbuh di masa pandemi, perusahaan pelat merah ini berhasil meraih penghargaan bergengsi yaitu The Best Industry Marketing Champion 2020.

Bagi Kuswiyoto penghargaan kategori Multifinance sector ini di ajang Markplus Conference 2021 ini menjadi motivasi bagi Pegadaian untuk terus melakukan sinergi dan kolaborasi.

Tidak hanya bagi sesama perusahaan BUMN, tapi juga dengan swasta, koperasi, asosiasi, komunitas maupun kelompok masyarakat lain, sehingga segmen Pegadaian semakin luas.

“Dengan penghargaan ini kami juga semakin termotivasi untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kami ingin Pegadaian menjadi perusahaan yang peduli masyarakat, terlebih di masa pandemi yang masih terjadi saat ini,” tandasnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!