Connect with us
PERTAMINA

Konstruksi & Properti

Suntikan Modal Waskita Toll Road Mencapai Rp559 Miliar

Alfian Setya Saputra

Published

on

Suntikan modal

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Suntikan modal untuk PT Waskita Toll Road (WTR) dari induk usaha yaitu PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencapai Rp559, 62 miliar.

Dana segar ini diberikan meningkatkan modal Waskita Toll Road yang akan ditempatkan dan disetor sebanyak 785.987 saham senilai Rp1,19 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Waskita Karya melakukan setoran modal secara tunai sebesar Rp559,62 miliar pada Selasa (28/7/2020).

Shastia Hadiarti selaku Senior Vice President Corporate Secretary PT Waskita Karya (Persero) mengatakan, suntikan modal ini akan digunakan untuk memberikan setoran modal atau pinjaman kepada anak perusahaan WTR.

“Kebijakan ini akan berdampak positif bagi induk perusahaan. Suntikan modal ke Waskita Toll Road merupakan yang kedua kalinya pada bulan ini. Dimana pada 14 Juli 2020 lalu, perseroan juga telah mengucurkan dana Rp10 miliar kepada WTR,” ujarnya.

Menurut Ahastia, jika Waskita Karya sebagai pemegang saham Waskita Toll Road tidak melakukan peningkatan modal, akan berdampak secara tidak langsung terhadap Waskita Karya sebagai kontraktor pada proyek pembangunan ruas jalan tol milik anak perusahaan.

“Kepemilikan saham Waskita Toll Road 80,56 persennya dikuasai oleh induk usaha Waskita Karya. Sebanyak 11,14 persen dimiliki oleh PT Sarana Multi Infrastruktur dan 8,29 persen lainnya dimiliki oleh PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri,” jelas dia.

Untuk diketahui, Waskita Toll Road saat ini memiliki 16 ruas jalan tol, baik secara langsung maupun melalui anak-anak usahanya.

Beberapa ruas tol yang dimiliki diantaranya adalah tol ruas tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan (Cisumdawu), Batang – Semarang, Bekasi – Cawang – Kampung Melayu (Becakayu), dan tol Kanci – Pejagan, tol Depok – Antasari (Desari).

Revisi Kontrak Baru

Di sisi lain, Emiten berkode saham WSKT ini juga merevisi target kontrak baru yang awalnya sekitar Rp45 triliun – Rp50 triliun kini menjadi Rp25 triliun hingga Rp26 triliun.

Shastia Hadiarti mengatakan, penyesuaian target kontrak baru dilakukan karena adanya pandemi Covid-19 yang sangat berdampak pada sektor infrastruktur.

“Target kontrak baru itu lebih rendah dari sebelumnya karena kami memproyeksikan perolehan nilai kontrak baru hingga akhir 2020 masih terdampak pandemi,” ungkapnya.

Dalam pencapaian kontrak baru ini, Shastia Hadiarti mengatakan perseroan siap berpartisipasi dalam proyek pembangunan infrastruktur di tanah air, seperti jalan dan jembatan.

Tercatat hingga akhir Juni 2020, perusahaan pelat merah ini memperoleh nilai kontrak baru senilai Rp4,37 triliun yang didominasi perolehan pekerjaan baru perseroan.

Di antaranya penggarapan Jalan Tol Pasuruan — Probolinggo Seksi 4 (Rp1,36 triliun), Proyek Jaringan Irigasi Rentang Jawa Barat (Rp553 miliar), dan Proyek UIN Jambi (Rp396 miliar). []

Konstruksi & Properti

Proyek Pelabuhan Patimban Ditarget Rampung Sesuai Target

Alfian Setya Saputra

Published

on

Proyek Pelabuhan Patimban

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek Pelabuhan Patimban yang digarap oleh PT PP (Persero) Tbk merupakan salah satu proyek infrastruktur terbesar di Indonesia.

Ada tiga paket pekerjaan yang akan dilakukan untuk pembangunan dan pengembangan proyek pelabuhan Patimban tersebut.

Paket pertama adalah Konstruksi Terminal dengan total nilai kontrak sebesar Rp6 triliun, yang digarap dengan membentuk Konsorsium bersama Penta, Rinkai, TOA dan WIKA.

Paket Tiga yaitu Jembatan Penghubungan dengan total nilai kontrak sebesar Rp524 miilar dengan membetuk Joint Operation bersama PT Wijaya Karya.

Selanjutnya Paket Empat adalah jalan akses (Access Road) dengan total nilai kontrak Rp1,12 triliun dengan membentuk Joint Venture bersama Shimizu–BCK.

Direktur Utama PTPP, Novel Arsyad, mengatakan PTPP mendapat kepercayaan oleh Pemerintah untuk mengerjakan proyek Pelabuhan Patimban, dan ditargetkan rampung sesuai target yang ditetapkan pemerintah.

“Per 3 Agustus kemarin, progress pembangunan konstruksi Terminal dan Peti Kemas telah mencapai 77,38 persen, untuk pembangunan Jalan Akses progressnya sudah 93,56 persen. Kami bersama perusahaan konstruksi lainnya optimistis dapat menyelesaikan proyek ini,” ujar Novel dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Dengan progress tersebut, Novel yakin Pemerintah dapat segera melakukan Soft Opening atas beroperasinya sebagian dari aktivitas di Pelabuhan Patimban.

Proyek Pelabuhan Patimban Terbesar

Menurut Novel, proyek Pelabuhan Patimban yang berlokasi di Subang, Jawa Barat ini akan menjadi salah satu pelabuhan besar di Indonesia.

“Terminal Pelabuhan yang dikerjakan sejak tahun 2018, saat ini progressnya sudah mencapai 77,38 persen. Kami berharap termina ini akan dilakukan soft opening pada bulan November mendatang,” ujarnya.

Dijelaskannya, Dermaga Peti Kemas Pelabuhan Patimban luasnya 420 meter x 34 meter dengan area reklamasi 60 hektar yang dapat menampung 250.000 TEUs angkutan kapal.

PTPP bersama WIKA membangun Jembatan Pengubung sepanjang 1 km yang ditarget penyelesaian di bulan Desember 2021.

Pembangunan Jembatan ini telah dikerjakan sejak bulan April 2020 nantinya akan menjadi akses utama penghubung badan pelabuhan dengan jalan akses dan back up area.

PTPP bersama Shimizu-BCK juga mengerjakan Jalan Akses Proyek Pelabuhan Patimban sepanjang 8,2 kilometer yang masuk paket 4 yang telah dimulai sejak Oktober 2018.

“Progress pembangunan Jalan Akses tersebut telah mencapai 93,56 persen dan kami targetkan selesai di akhir tahun 2020 dan bisa digunakan di awal tahun 2021,” tandasnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Kontrak Baru Waskita Karya Mencapai Rp8,13 Triliun

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Kontrak baru Waskita

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kontrak baru Waskita Karya per akhir Juni tahun 2020 sudah mencapai senilai Rp8,13 triliun. Perolehan kontrak baru ini didapat dari berbagai proyek, seperti pembangunan fasilitas kesehatan, pembangunan jalan tol, gedung, industri, dan proyek sipil lainnya.

Presiden Direktur PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Destiawan Soewardjono menjelaskan, proyek jalan tol masih yang paling mendominasi dalam perolehan kontrak baru Waskita Karya.

Dari total nilai kontrak baru Waskita Karya pada semester pertama tahun ini, 58 persen di antaranya merupakan proyek jalan tol.

Seperti pembangunan jalan tol ruas Tol Pasuruan-Probolinggo seksi IV dengan nilai kontrak Rp1,3 triliun dan ruas Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi paket III dan IV senilai Rp3,3 triliun.

BUMN konstruksi ini juga ikut menggarap berbagai proyek fasilitas kesehatan dan rumah sakit khusus Covid-19 di beberapa daerah.

“Kami membangun ruang isolasi Rumah Sakit Fatmawati di Jakarta, Ruang Isolasi Penyakit Infeksi di Rumah Sakit Adam Malik Medan dan fasilitas Observasi-Karantina di Pulau Galang Riau,” jelas Destiawan dalam keterangan resmi, Jumat (7/8/2020).

Selain itu Waskita Karya juga memperoleh kontrak baru proyek pembangunan sarana pendidikan, yaitu Gedung Politeknik Negeri Malang dan Universitas Islam Negeri (UIN) Jambi.

Untuk diversifikasi jenis proyek, emiten berkode WSKT ini melaksanakan pembangunan jaringan gas, dan pabrik kelapa sawit.

Dari berbagai kontrak baru Waskita ini, Destiawan menargetkan perseroan dapat merih total nilai kontrak sebesar Rp26 triliun sepanjang tahun 2020.

“Hingga Juni 2020, kami sudah mengantongi 30 persen dari target nilai kontrak baru, kami yakin target Rp26 triliun dapat terpenuhi. Ke depan, Waskita Karya fokus menggarap proyek-proyek konvensional agar tidak banyak bergantung pada proyek dari business development atau proyek jalan tol saja,” ujar Destiawan.

Sementara untuk mengendalikan beban keuangan, perusahaan pelat merah ini akan lebih selektif mengikuti proyek dengan skema turnkey project.

Dimana pemilik atau developer telah membayar secara keseluruhan kontrak proyek kepada kontraktor saat serah terima proyek dari pelaksana ke pemilik.

“Tak hanya itu, kami juga akan memulai ekspansi ke luar negeri dalam penggarapan proyek infrastruktur. Potensi proyek yang bisa kami garap seperti di negara di kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Afrika,” tuutpnya. []

Continue Reading

Konstruksi & Properti

Arena Aquatic Papua Proyek Waskita Karya Diakui Dunia

Alfian Setya Saputra

Published

on

Arena Aquatic

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Arena Aquatic yang digarap Waskita Karya untuk perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Papua senilai Rp401 miliar telah selesai dibangun.

Pembangunan Arena Aquatic Papua ini dimulai sejak 7 Desember 2018 melalui Building Division dan selesai pada 31 Agustus 2020.

Arena Aquatic Papua melaksanakan Sertifikasi Venue sesuai dengan standar federasi renang internasional atau FINA Facility Rules pada 27 Juli lalu.

Setelah selesai disertifikasi, Arena olahraga yang digarap Waskita Karya ini dinyatakan memenuhi standar olimpiade.

Adapun proses sertifikasi yang dilalui meliputi pengecekan dan pengukuran dimensi kolam dengan metode random sampling.

Pengecekan dilakukan oleh Ketua Bidang Sertifikasi Pengurus Besar (PB) PRSI, dalam Pengawasan Konsultan Spesialis FINA dari Spanyol melalui media video conference.

Dari hasil pengecekan tersebut, disimpulkan bahwa Kolam Tanding Arena Aquatic Papua ini sudah sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan FINA.

Terkait hal itu, Project Manager Proyek Pembangunan Arena Aquatic Papua, Hapsak Panca Pamungkas mengatakan, pembangunan Arena Aquatic PON XX memang digarap dengan serius.

Pihaknya menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM), mencakup struktur, arsitektur, mekanikal, elektrikal sampai dengan landscape.

“Penggunaan BIM sebagai gambaran kebutuhan lapangan dan untuk memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh FINA,” kata Panca Pamungkas dalam keterangannya, Selasa (4/8/2020).

Ia menjelaskan, arena Aquatic Papua ini berlokasi di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, dan akan menjadi venue Aquatic termegah di Indonesia bagian Timur.

Arena ini dibangun di atas lahan seluas 23.124 meter persegi dengan luas bangunan 17.733 meter persegi, memiliki kapasitas spectator 1.722 seat.

“Arena ini memiliki tiga arena bertanding yaitu kolam tanding sepanjang 51,23 m, lebar 25 m dan kedalaman 3 m. Lalu kolam loncat indah sepanjang 21 m, lebar 25 m dan dalam 5 m. Dan kolam pemanasan panjang 50 m, lebar 21 m dan dalam 1 hingga 2 m,” jelasnya.

Ia menjelaskan, arena Aquatic ini menggunaan pencahayaan field of play yang mumpuni sebesar 1500 lux untuk kolam tanding dan 600 lux untuk kolam diving.

Sementara dinding kolam terbuat dari panel baja modular dilapisi membran PVC liner, agar terhindar dari risiko kebocoran untuk jangka panjang.

Khusus kolam kompetisi, dipasangi Automatic Moveable Bulkhead yang digunakan untuk nomor pertandingan jarak pendek 25 meter.

“Pengelolaan air kolam kami gunakan sistem Ultra Violet yang befungsi untuk mematikan bakteri serta mengurangi kadar klorin. Ada juga robotic cleaner yang bisa membersihkan kotoran di dinding kolam secara otomatis,” tututpnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!