Connect with us
PERTAMINA

Transportasi

Subsidi Rapid Test Penumpang Kereta, PT KAI Beri Dukungan

EKO PRASETYO

Published

on

Subsidi rapid test

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Subsidi rapid test rencananya akan diberikan pemerintah kepada para penumpang kereta api (KA).

Pemberian subsidi rapid test ini tujuannya untuk memudahkan masyarakat memenuhi syarat jika hendak bepergian menggunakan jasa kereta api.

VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus mengatakan pihaknya sangat mendukung rencana subsidi rapit test untuk penumpang kereta api tersebut.

“Kami tentunya mendukung rencana pemerintah tersebut, karena itu akan memudahkan masyarakat yang akan menggunakan kereta api,” ujar Joni Martinus, Jumat (18/9/2020).

Namun, Joni menyebutkan hingga saat ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan belum menyampaikan secara langsung rencana subsidi rapid test itu kepada pihak PT KAI.

Saat ini, PT KAI telah bekerja sama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) untuk menyediakan layanan rapid test dengan harga terjangkau di sejumlah stasiun, tarifnya ditetapkan hanya Rp85 ribu.

“Untuk menyediakan layanan rapid test, kami bekerjasama dengan RNI di 17 Stasiun. Sampai saat ini masih berjalan dan harganya pun terjangkau,” imbuhnya.

Diketahui, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Zulfikri menyampaikan bahwa pemerintah berencana memberikan subsidi biaya rapid test untuk penumpang kereta api.

Dengan subsidi itu, diharapkan dapat meringankan beban operator kereta api di tengah sepinya jumlah penumpang akibat terdampak pandemi covid-19.

“Rencana pemberian subsidi rapid test salah satu upaya meringankan biaya yang dikeluarkan masyarakat. Rencana ini masih kami diskusikan dengan pihak operator kereta,” ungkap Zulfikri dalam Dialog Publik Hari Perhubungan Nasional, pada Kamis (17/9/2020).

Menurut Zulfikri, jumlah perjalanan dan penumpang kereta api pada akhir tahun 2019 sebenarnya mengalami lonjakan drastis jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Namun, di awal tahun 2020 terjadi pandemi dan membalikkan kondisi tersebut, karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan di sejumlah daerah.

Secara operasional, operator kereta api sempat mencoba menambah jadwal perjalanan di bulan Agustus lalu.

Tapi ternyata jumlah penumpang masih tetap bertahan di angka 60 ribu penumpang, sehingga tingkat isian penumpang (okupansi) tidak lebih dari 47 persen.

“Bahkan menjelang September, kembali terjadi penurunan okupansi karena jumlah perjalanan ditingkatkan. Artinya penambahan jumlah perjalanan kereta tidak berhasil menambah jumlah penumpang,” tutupnya. []

Transportasi

Kargo Garuda Indonesia Angkut Ekspor Makanan Laut ke Jepang dan Singapura

Alfian Setya Saputra

Published

on

Kargo Garuda Indonesia

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kargo Garuda Indonesia mulai mengangkut ekspor makanan laut di tengah minimnya jumlah penumpang.

Maskapai penerbangan milik pemerintah ini menggarap potensi penerbangan kargo untuk mendukung ekspor produk makanan laut dari dalam negeri.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, rencana ini merupakan salah satu langkah yang dilakukan pihak perseroan untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.

Pasalnya jumlah penerbangan penumpang selama pandemi ini masih sangat rendah.

“Kami menyadari bahwa pergerakan barang terutama bahan pangan terus berjalan, meningkat adanya perdagangan online atau e-commerce,” ujarnya, Jumat (30/10/2020).

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Mengakui bahwa porsi untuk penerbangan kargo masih rendah jika dibandingkan penerbangan penumpang, hanya berkisar 20 persen.

Meski begitu, pihaknya yakin bahwa potensi ekspor terutama produk makanan laut masih sangat besar.

“Kami serius menggarap penerbangan kargo produk makanan laut. Saya yakin kalau peluang ini benar-benar diseriusi, proporsinya bisa naik di atas 30 persen,” katanya.

Tambah Penerbangan Kargo Garuda Indonesia

Adapun saat ini kargo Garuda Indonesia sudah memiliki dua rute penerbangan yaitu Makassar-Singapura, dan Manado-Jepang.

Daya angkut kargo rute Singapura rata-rata 40 ton setiap penerbangan, dengan jadwal penerbangan sekali dalam sepekan.

Sementara rute menuju Jepang rata-rata 35 ton sekali jalan dengan jadwal yang sama yaitu sekali sepekan.

“Melalui layanan kargo Garuda Indonesia para nelayan juga akan mendapatkan keuntungan lebih karena hasil tangkapannya terjual lebih mahal di pasar ekspor. Terlebih komoditas makanan laut ini sangat diminati oleh masyarakat di kedua negara tersebut,” jelasnya.

Selain itu, jarak tempuh dari Makassar dan Manado juga lebih dekat sehingga biaya logistiknya akan lebih murah dibandingkan pengiriman yang dilakukan dari Jakarta.

Bahkan Irfan siap menambah jumlah pesawat untuk layanan penerbangan kargo Garuda jika nantinya pengiriman barang ini mengalami peningkatan.

“Kalau harus menambah jumlah pesawat, kita siap tambah jika memang dibutuhkan. Karena ini untuk mendorong ekspor perikanan. Makanan laut ini sebenarnya ekspor yang punya potensi besar, namun selama ini terabaikan,” tandasnya.

Di luar rute ekspor, Kargo Garuda juga melayani 10 penerbangan domestik setiap harinya. Untuk itu, Irfan tetap yakin bahwa bisnis penerbangan kargo Garuda cukup menjanjikan di tengah penurunan penumpang yang terjadi selama pandemi. []

Continue Reading

Transportasi

PT KAI Rugi Hingga Rp2,3 Triliun Selama Pandemi

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

PT KAI rugi

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT KAI rugi senilai Rp2,37 triliun di bulan September atau kuartal ketiga tahun 2020.

Anjloknya laba Kereta Api Indonesia (Persero) hingga menjelang akhir tahun ini akibat pendapatan dari penumpang yang merosot tajam selama pandemi Covid-19.

Jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2019, kondisi keuangan PT KAI sangat terpuruk, karena di kuartal III 2019, KAI masih mencetak laba bersih sebesar Rp1,5 triliun.

Tercatat sejak Januari hingga September 2020, pendapatan BUMN sektor transportasi ini turun menjadi Rp9,8 triliun.

Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, PT KAI mampu meraup pendapatan sebesar Rp16,3 triliun.

Meski dari jasa angkutan PT KAI turun, namun pendapatan dari sektor konstruksi justru mengalami peningkatan menjadi Rp 2,3 triliun.

Dari publikasi laporan keuangan PT KAI yang dipublish pada Selasa (27/10/2020), total pendapatan KAI sejak Januari hingga September mencapai Rp12,2 triliun.

“Namun perseroan harus mengeluarkan dana sebesar Rp12 triliun untuk menutupi beban operasional angkutan dan konstruksi. Kemudian dana beban usaha mencapai Rp1,8 triliun,” tulis manajemen PT KAI.

Diketahui, pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 memberikan dampak negatif terhadap hampir seluruh sektor usaha, khususnya transportasi.

Hal ini lantaran adanya berbagai kebijakan pemerintah seperti PSBB, jaga jarak, bekerja dari rumah dan membatasi pergerakan orang yang membuat jumlah penumpang KAI anjlok.

Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartyanto mengatakan untuk mengatasi kondisi PT KAI rugi, pihaknya sedang mencari sumber pendapatan lain di luar sektor angkutan penumpang.

Potensi pendapatan yang digarap PT KAI yaitu di sektor logistik untuk pengiriman barang retail kecil, produk UMKM, hasil pertanian hingga kerajinan tangan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mendongkrak kinerja keuangan perusahaan yang sudah merugi beberapa bulan terakhir.

“Pengiriman barang punya potensi besar untuk dikembangkan perusahaan. Pasalnya angkutan logistik KAI saat ini baru melayani segmen besar minimal 10 kilogram. Layanan angkutan barang juga masih terbatas dari stasiun ke stasiun,” ungkapnya.

Bahkan PT KAI berencana menggandeng perusahaan ojek online untuk menjadi perantara yang menjemput atau mengirim barang jarak dekat. []

Continue Reading

Transportasi

Karyawan Garuda Indonesia Di-PHK Massal, Kontrak 700 Orang Disetop

Alfian Setya Saputra

Published

on

Karyawan Garuda Indonesia

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Karyawan Garuda Indonesia kembali mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal.

Kali ini maskapai pelat merah itu memutus kontrak sebanyak 700 pekerjanya setelah dirumahkan tanpa gaji sejak bulan Mei 2020 lalu.

Kebijakan pemutusan kontrak karyawan Garuda Indonesia ini akan diberlakukan mulai 1 November 2020 mendatang.

Terkait hal itu, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra mengatakan, kebijakan ini adalah penyelesaian lebih awal masa kerja karyawan Garuda Indonesia yang berstatus tenaga kerja kontrak.

Langkah ini terpaksa diambil oleh manajemen perusahaan lantaran Garuda Indonesia sudah terimbas cukup parah sejak pandemi covid-19 menyebar di Indonesia.

“Jumlah penumpang pesawat dalam beberapa bulan terakhir turun drastis, hal ini jelas berdampak buruk pada kinerja keuangan Garuda. Maka PHK ini adalah keputusan sulit yang terpaksa kami ambil untuk memastikan keberlangsungan perusahaan,” kata Irfan melalui rilis resminya, Selasa (27/10/2020).

Penuhi Hak Karyawan Garuda Indonesia

Meski melakukan PHK secara besar-besaran, ia memastikan pihak manajemen akan tetap memenuhi seluruh hak karyawan Garuda Indonesia yang tidak diperpanjang kontraknya.

Seperti pembayaran kewajiban perusahaan untuk sisa masa kontrak karyawan, sehingga PHK ini tetap sesuai aturan yang berlaku.

Irfan mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan di tengah tantangan dampak pandemi yang semakin berat.

Maka salah satunya adalah dengan memutus kontrak karyawan Garuda Indonesia agar dapat mengurangi biaya operasional, dalam hal ini gaji pekerja.

Irfan menegaskan, kepentingan karyawan selama ini merupakan prioritas utama perusahaan.

Bahkan ketika maskapai lain mulai mulai mengurangi jumlah karyawan, perusahaan pelat merah ini masih berupaya mengoptimalkan langkah strategis untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

Selanjutnya, emiten berkode saham GIAA menyampaikan ucapan terima kasih kepada seulurh karyawan Garuda Indonesia atas dedikasi dan kontribusi yang selama ini telah diberikan kepada perusahaan.

Menurutnya, pandemi saat ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi perusahaan.

Hal itu tampak dari kondisi keuangan perusahaan yang juga belum ada perbaikan signifikan, padahal pandemi corona sudah memasuki akhir tahun 2020.

Diketahui, pada bulan Juni lalu, Garuda Indonesia juga memberhentikan 135 pilot dan copilot dengan mempercepat penyelesaian kontrak kerjanya.

Langkah ini dilakukan lantaran PHK menjadi opsi terakhir bagi pihak maskapai untuk menekan biaya operasional. []

Continue Reading

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!