Connect with us
PERTAMINA

CEO TALK

Strategi Konkret Pos Indonesia Capai Kinerja Gemilang

Published

on

digital

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Beberapa strategi konkret yang dijalankan perseroan untuk mencapai kinerja yang gemilang antara lain yaitu mengenalkan kembali kepada para milenial bahwa Pos Indonesia merupakan perusahaan layanan jasa pengiriman barang, bukan hanya mengirim surat.

Menurut Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi, Pos Indonesia menyasar milenial karena dianggap sebagai pengelola bisnis UMKM, terutama di platform online saat ini. Salah satu upaya yang dilakukan Pos Indonesia, imbuh Faizal, adalah membuat program promosi berupa point reward bagi para pengirim paket yang dilakukan baik melalui Kantor Pos, maupun berbagai layanan platform online yang tersedia.

Nantinya, program point reward akan menghasilkan sejumlah pemenang yang akan mendapatkan hadiah berupa masing-masing 1 unit motor atau mobil.

“Hal itu kami lakukan sebagai cara campaign untuk memperkenalkan kembali produk service kami, agar branding pos dikenal kembali,” tuturnya.

Tak hanya itu, Pos Indonesia juga memperkenalkan produk pengiriman internasional dengan harga kompetitif.

“Jadi intinya, channel kami perbaiki, produk baru terutama ekspor kami perbaiki, campaign promosi juga dilakukan, product pricing internasional baru yang murah juga kami sediakan. Tujuannya, agar UMKM bisa agresif ekspor, baik melalui marketplace maupun channel online lain,” ungkap Faizal.

Terkait pengembangan lini bisnis jasa keuangan Pos Indonesia, SVP Sales & Marketing Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero), Haris Husein mengatakan bahwa selain menyiapkan aplikasi digital yang mumpuni untuk para pelanggan, Pos Indonesia juga menyiapkan platform back end yang mampu memberi pengalaman lebih baik. Pos Indonesia terus berupaya mengembangkan layanan jasa keuangan dengan membangun platform berkualitas yang menggabungkan antara fungsi agen kurir dan agen jasa keuangan.

Penggabungan agen dalam satu platform digital diharapkan mampu mendorong peningkatan jumlah transaksi.

“Kami sedang membangun platform bernama Pos Giro Mobile, mirip seperti uang elektronik yang sudah kami jadikan sebagai single identity mitra pelanggan. Jadi bisa bertransaksi bayar-bayar, tarik tunai dan lainnya. Account aktif sudah ada sekitar 240.000 yang bisa mengambil uang di ATM,” jelas Haris.

Selain itu, lanjut Haris, Pos Indonesia juga berupaya menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra strategis. Dia berharap kerja sama yang dilakukan dengan berbagai pihak mampu mendorong percepatan bisnis fintech.

Pos Indonesia menyadari, untuk memenangkan persaingan yang ketat di industri fintech, pihaknya tak bisa bermain sendiri, melainkan harus berkolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya di area hilir usaha. Sinergi dengan mitra strategis diharapkan mampu meningkatkan volume transaksi.

Sementara itu Faizal menambahkan bahwa pada dasarnya, Pos Indonesia memiliki produk fintech yang sangat lengkap dibandingkan lembaga fintech lain. Hal itu terjadi berkat kerja sama dengan banyak mitra strategis. Dalam hal produk fintech investasi, Pos Indonesia bekerja sama dengan bank BUMN yang menyediakan produk tabungan sekolah yang bisa disetor dan diambil di seluruh cabang kantor pos di Indonesia.

Terkait produk fintech pembiayaan, Pos Indonesia bekerja sama dengan lebih dari 20 koperasi yang mampu meminjamkan dana melalui kantor pos. Begitu pula produk asuransi dan pembayaran.

“Kalau dilihat, Pos Indonesia ini fintech yang unik. Kami punya digital platform, tetapi kami juga punya physical platform yang besar dan tidak dimiliki oleh fintech lain,” ungkap Faizal.

Sementara itu terkait pengembangan lini bisnis logistik, Menurut SVP Sales and Marketing Kurir & Logistisk PT Pos Indonesia (Persero), Budi Prakoso, Perseroan ke depannya akan melakukan pengembangan solusi pengelolaan rantai pasok bagi korporasi besar. Pasalnya, tren saat ini, sebut Budi, mengarah pada supply chain management.

“Pola kebutuhan pengelolaan logistik antara satu perusahaan dan perusahaan lain bisa sangat berbeda. Maka itu, bisnis solusi bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan kinerja Pos Indonesia,” jelas Budi.

Selain itu upaya lain yang dilakukan adalah mendorong penambahan jumlah agen, baik agen kurir maupun agen jasa keuangan. Penambahan jumlah agen terutama dilakukan di berbagai pusat-pusat bisnis UMKM berada.

“Sampai saat ini, Pos Indonesia memiliki kantor di 34 provinsi dengan total 205 cabang utama, dan 4.800 cabang kecil di titik layanan kantor pos. Sementara itu, sekitar 4.000 agen kurir juga tersedia dengan jangkauan titik layanan yang mendekat pada pusat industri dan UMKM,” papar Budi. []

CEO TALK

Asuransi Asei Perkuat Digitalisasi dan Tingkatkan Kompetensi Milenial

Published

on

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Sebagai anak usaha BUMN, PT Asuransi Asei Indonesia hadir menjadi perusahaan asuransi yang lebih dinamis dan mampu menghadapi tantangan serta persaingan di industri. Asei memiliki visi menjadi perusahaan asuransi keuangan terkemuka dan terpercaya di Indonesia melalui layanan terintegrasi berbasis teknologi.

Menurut Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia Arie Surya Nugraha, Asei berupaya mewujudkan visi tersebut dengan mengembangkan infrastruktur teknologi informasi sebagai prasyarat dalam mendukung kelancaran proses operasional bisnis di masa new normal. Di tengah kondisi yang cukup sulit saat ini, Asei terus melangkah untuk melakukan perbaikan di segala aspek, melalui dukungan sistem teknologi informasi.

Saat itu, Asei telah selesai membangun sistem aplikasi pemasaran digital yang siap diimplementasikan dalam waktu dekat. Sistem aplikasi ini hadir untuk menunjang kegiatan pemasaran yang lebih masif di seluruh wilayah operasional bisnis perusahaan, di tengah pemberlakuan social distancing saat pandemi Covid-19.

Bagi Asei, pengembangan infrastruktur teknologi informasi merupakan prasyarat dalam mendukung kelancaran proses operasional bisnis ke depan. Di tengah kondisi yang cukup sulit saat ini, Asei terus melangkah untuk melakukan perbaikan di segala aspek melalui dukungan sistem teknologi informasi.

Selain itu, percepatan kinerja bisnis juga dilakukan melalui program host to host dengan sumber bisnis. Hal lain yang menjadi prioritas di tahun 2021 yaitu dukungan sistem IT dalam merespon keluhan dan saran dari nasabah.

Arie berharap, Asei mampu mengembalikan posisi sebagai perusahaan asuransi BUMN yang diandalkan setidaknya dalam lima tahun ke depan. Indikator peningkatan performa tersebut akan dibuktikan dengan capaian produksi premi yang diharapkan bisa menembus angka Rp1 triliun.

Perusahaan bisa mencapai pertumbuhan secara berkelanjutan jika Asei melakukan perbaikan dan perubahan, terutama dengan menerapkan tata kelola perusahaan, dan manajemen risiko yang baik. Salah satu upaya teknis yang dilakukan adalah mewajibkan seluruh kepala divisi dan kepala cabang perusahaan untuk memperoleh pendidikan dan pelatihan manajemen risiko.

Asuransi

Tongkat Estafet di Generasi Milenial

Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), Asei terus berupaya meningkatkan keahlian para tenaga kerjanya. Salah satu usaha yang dilakukan adalah melakukan pemetaan kompetensi SDM melalui assessment eksternal. Jika terdapat kekurangan dari berbagai divisi, maka perusahaan akan terus melakukan perbaikan, misalnya melalui pelatihan-pelatihan.

Di masa mendatang, menurut Arie, generasi milenial akan menempati posisi-posisi penting di dalam struktur perusahaan. Maka itu, perusahaan terus meningkatkan kemampuan dan keahlian karyawan di level menengah yang nantinya akan menjadi pemimpin perusahaan.

Selain softskill dan hardskill, generasi milenial yang menjadi tenaga kerja perusahaan juga diharapkan memiliki integritas yang tinggi dalam bekerja. Hal itu akan menjadi tolak ukur untuk mengetahui performa perusahaan di masa mendatang.

Jika kemampuan, keahlian dan integritas dapat dipenuhi, bukan tak mungkin Asei mampu memenuhi target pertumbuhan kinerja perusahaan. Rasanya hal itu sudah lebih dari cukup untuk bisa memberikan tongkat estafet Asei ke generasi milenial yang akan menjadi generasi penerus perusahaan di masa mendatang.

“Melalui serangkaian strategi dan program strategis yang telah dicanangkan, serta kondisi pandemi Covid-19 yang mulai mereda, Asei yakin dapat melalui tahun ini dengan kinerja bisnis yang gemilang,” tutup Arie. []

Continue Reading

CEO TALK

Transformasi Bisnis: Asei Fokus Garap Asuransi Perdagangan

Published

on

Asuransi Perdagangan

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pandemi Covid-19 memberikan tekanan yang luar biasa terhadap perekonomian nasional, sehingga hal ini tentu berdampak negatif terhadap seluruh pelaku industri dan bisnis di tanah air, tidak terkecuali bisnis Asei.

Meskipun tahun ini perekonomian masih dibayang-bayangi dengan ketidakpastian, namun Asuransi Asei menatap optimis dengan strategi yang siap diimplementasikan untuk membawa kinerja perseroan tumbuh lebih baik dan mampu meraih sasaran dan target di tahun 2021.

Menutup tahun 2020 dengan berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri, Asei tetap mampu menjaga kinerjanya dengan cukup baik untuk selanjutnya sebagai modal penting untuk meraih kinerja yang jauh lebih optimal di tahun 2021.

Melewati kuartal I/2021, Asei terus berupaya menjalankan strategi bisnis yang baru sehingga mampu membalikkan keadaan dengan peningkatan produksi premi dan perolehan hasil underwriting yang lebih tinggi.

Hasilnya, perusahaan mampu mencetak pertumbuhan produksi premi yang positif pada tiga bulan pertama tahun ini, yakni melonjak hingga 68,8% dari Rp70,4 miliar pada 2020 menjadi Rp118,8 miliar pada 2021.

Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia Arie Surya Nugraha mengatakan tahun 2021 akan menjadi tahun kebangkitan bagi perusahaan. Maka itu, manajemen menetapkan target kinerja yang optimis dengan pertumbuhan premi mencapai 40% sepanjang 2021 yakni mencapai Rp448 miliar, dibanding produksi premi pada tahun sebelumnya Rp 318 miliar.

“Kami targetkan laba bersih Asei sepanjang 2021 bisa jauh meningkat hingga tumbuh di atas 100% dari perolehan tahun 2020 lalu,” ujar Arie.

Optimisme perusahaan untuk mencapai target pertumbuhan kinerja pada tahun ini bukan tanpa alasan. Asei menilai, selain tantangan bisnis, perusahaan juga melihat bahwa peluang bisnis semakin terbuka lebar seiring kondisi perekonomian nasional yang terus membaik.

Kinerja industri perbankan yang mulai stabil menjadi indikator penting bagi Asei dalam meningkatkan kinerja usaha pada 2021. Disamping itu, kerja sama bisnis Asei dengan sumber bisnis potensial juga dapat kembali berjalan dengan baik.

Optimalkan Asuransi Perdagangan

Demi mewujudkan pencapaian kinerja perusahaan secara berkelanjutan, Asei setidaknya memiliki tiga strategi utama yang akan dilaksanakan. Pertama, transformasi bisnis Asei dengan fokus bisnis pada asuransi perdagangan.

Kedua, digitalisasi untuk seluruh kegiatan bisnis dan pendukung operasional perusahaan. Ketiga, menetapkan asas kehati-hatian dan kepatuhan (prudent and compliance) terhadap seluruh bisnis yang masuk.

Pada 2021, Asei akan berfokus pada core business yaitu mengoptimalkan bisnis asuransi keuangan, khususnya asuransi perdagangan. Sebagai langkah awal, perusahaan menargetkan bisnis Asei akan didominasi oleh portofolio asuransi keuangan, yang jauh lebih besar dibandingkan bisnis asuransi umum.

Asuransi perdagangan merupakan jenis asuransi yang memberikan ganti rugi kepada Tertanggung, baik penjual atau eksportir, bank, maupun institusi keuangan non-bank.

Ganti rugi yang dimaksud terhadap kemungkinan risiko kerugian akibat tidak diterimanya sebagian atau seluruh pelunasan pembayaran dari importir atau bank pembuka Letter of Credit (L/C) yang disebabkan oleh risiko komersial atau risiko politik.

Continue Reading

CEO TALK

PERUM PPD MENGUCAPKAN SELAMAT HARI ULANG TAHUN BUMN KE-23

Published

on

HUT BUMN
Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!