Connect with us
PERTAMINA

Agrobisnis & Pangan

Stok Pupuk PT Pupuk Indonesia Disiapkan 15,3 Juta Ton

Published

on

Stok pupuk

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Stok pupuk dari PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk kebutuhan petani di berbagai daerah di tahun 2021 dipastikan aman.

Perseroan telah menyiapkan stok pupuk untuk kebutuhan sepanjang tahun ini sebanyak 15,3 juta ton.

Total stok pupuk itu dibagi atas lini I hingga lini IV yang terdiri dari pupuk hasil produksi tahunan sebanyja 13,4 juta ton, ditambah stok dari tahun sebelumnya 1,9 juta ton.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengatakan, untuk stok pupuk di lini III yakni Juni hingga Agustus, sebesar 911.458 ton, atau setara dengan 304 persen di atas ketentuan pemerintah.

“Dalam penyalurannya, kami juga melakukan pengawasan dengan membangun sistem berbasis teknologi informasi. Seperti aplikasi gudang, webcommerce, dan distribution planning and control system,” kata Bakir dalam rapat bersama Komisi IV DPR di Jakarta, Senin (14/06/2021).

Selain itu, perusahaan pelat merah ini juga akan mengembangkan sistem retail management system dalam distribusi pupuk.

Tercatat hingga bulan Mei, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi sudah mencapai 3 juta ton atau setara 76 persen dari target yakni 4 juta ton.

Pastikan Stok Pupuk Aman

Bakir menambahkan, PT Pupuk Indonesia akan terus mengawal penyaluran stok pupuk subsidi di sisa tahun 2021 agar tetap sesuai ketentuan.

Namun untuk pupuk non subsidi juga akan tetap disediakan guna mendorong program agrosolution dalam memenuhi kekurangan pupuk subsidi.

Sepanjang tahun 2020, realisasi pupuk subsidi (PSO) mencapai 8,43 juta ton yang terdiri dari pupuk urea, NPK, ZA, dan pupuk organik.

Sementara total volume penjualan yang mencapai 14,37 juta ton yakni pupuk subsidi 8,43 juta ton, non PSO sebesar 4,94 juta ton dan produk non pupuk 970 ribu ton.

“Karena penyediaan stok pupuk ini merupakan amanah dari pemerintah. Maka kami tetap memprioritaskan penyediaan pupuk untuk kebutuhan pangan di dalam negeri,” tegas Bakir.

Di sisi lain, pihak perusahaan juga tetap melakukan berbagai inovasi agar produk PT Pupuk Indonesia bisa bersaing dan memiliki penetrasi pasar yang baik.

“Tidak hanya di sektor pertanian, perkebunan dan industri di dalam negeri, kita juga bergerak di pasar internasional untuk memasarkan produk Pupuk Indonesia,” ungkapnya.

Untuk diketahui, BUMN ini mendapat mandat untuk menyalurkan pupuk bersubsidi sebanyak 9 juta ton dan 1,5 juta liter pupuk cair yang sudah diatur dalam Peraturan Mentan Nomor 49 tahun 2020. []

Agrobisnis & Pangan

Program Peremajaan Sawit Bagi Petani, Erick Thohir Apresiasi PTPN V

Published

on

Program peremajaan sawit

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Program peremajaan sawit terus digencarkan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui anak perusahaan PTPN V.

Langkah konkret yang dijalankan PTPN V yaitu menyediakan bibit sawit unggul bersertifikat kepada para petani yang menjadi mitra perusahaan.

Program peremajaan sawit ini dilakukan dengan penanaman perdana di Koperasi Unit Desa (KUD) Mojopahit Jaya, Desa Sari Galuh, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Jumat (26/11/2021) sore.

Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir dalam acara ini memberikan apresiasi kepada PTPN V karena sudah memberikan dukungan nyata bagi para petani.

Menurut Erick, selama ini petani berada di posisi yang lemah, tetapi oleh PTPN V dijadikan mitra kerja dan memberikan bibit unggul.

“Kebijakan ini luar biasa, karena PTPN membuka lebar peluang untuk petani mendapat bibit unggul, sementara banyak perusahaan yang berupaya mengontrol bibit sawit unggul kepada petani,” kata Erick.

Sejak tahun 2020 hingga November 2021, tercatat sudah ada sebanyak 1,1 juta bibit unggul sawit yang telah dibeli oleh petani.

Erick pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Jajaran Direksi dan Komisaris PTPN yang terus mendukung peningkatan ekonomi para petani sawit di daerahnya masing-masing.

Adapun dalam kegiatan tanam perdana ini dilakukan di lahan seluas 879 Hektare, dilanjutkan dengan penyerahan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui program pendanaan UMK bagi 33 petani plasma PTPN V sebesar Rp2,5 miliar.

Target Program Peremajaan Sawit

CEO PTPN V, Jatmiko K Santosa mengatakan, realisasi program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR yang telah dijalankan PTPN V sudah hampir 10 ribu hektare.

Luasan itu pun menjadi realisasi program PSR terluas yang dilakukan oleh jajaran PTPN hingga saat ini.

Ia pun menargetkan, PTPN V akan mereplanting hingga 21 ribu Hektare kebun sawit plasma di tahun 2023, dan membantu peremajaan sawit rakyat seluas 23 ribu hektare di tahun 2025.

“Untuk tahun ini kami rencanakan seluas 2.140 hektare dan hingga tahun 2025 sudah kami susun dalam roadmap untuk mendorong percepatan peremajaan sawit rakyat sesuai arahan pemerintah,” sebut Jatmiko.
Jatmiko menyatakan, dengan peremajaan ini maka produktivitas dari kebun milik para mitra PTPN V akan meningkat bahkan jauh di atas standar nasional.

“Program peremajaan sawit rakyat kita lakukan dengan mengganti tanaman sawit yang lama dengan bibit unggul, sehingga, kami turut menyiapkan tujuh sentra pembibitan sawit unggul di seluruh Riau,” ungkapnya.

Keberadaan sawit unggul dan bersertifikasi itu, sambung dia, akan menjawab kebutuhan para petani yang selama ini sering menjadi ‘korban’ penggunaan bibit unggul palsu.

Selain itu, BUMN pertanian ini juga menyiapkan empat program percepatan peremajaan sawit rakyat yakni pola single management, penyediaan bibit unggul bersertifikat, kemitraan swadaya sebagai off taker, dan pemberdayaan KUD untuk menjadi calon mitra teknis para petani. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Produk Pupuk Baru Diluncurkan Anggota Holding BUMN Pupuk

Published

on

Produk pupuk

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Produk pupuk baru resmi diluncurkan PT Mega Eltra yang merupakan Anggota Holding BUMN Pupuk.

Peluncuran produk pupuk baru ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pupuk majemuk di dalam negeri.

Adapun merek dagang yang diberi untuk produk baru ini yaitu ‘Bunga Tulip’ yang dibernama NPK Melagenda.

Dalam hal ini, PT Mega Eltra menjalin kerjasama dengan PT Lagenda NPK Indonesia sebagai wujud komitmen BUMN dalam memenuhi pasokan pupuk dalam negeri.

Direktur Keuangan dan SDM PT Mega Eltra, Dundi Insan Perlambang mengatakan, kerjasama ini diteken oleh Direktur Utama PT Mega Eltra Hilman Taufik dan Direktur PT Lagenda NPK Indonesia, Fadilawaty.

Ia menjelaskan, secara struktur biaya NPK Melagenda diharapkan dapat mencapai Harga Pokok Penjualan (HPP) yang paling ekonomis.

Dengan begitu, produk pupuk baru ini bisa cepat terserap di pasaran dan mudah dijangkau oleh para petani.

“Dengan HPP yang rendah, kita harapkan penjualannya akan lebih efisien dan mudah dijangkau,” kata Dundi dalam keterangannya, Minggu (21/11/2021).

Hal senada disampaikan Direktur Utama PT Mega Eltra, Hilman Taufik yang berharap kolaborasi kedua perusahaan ini dapat berjalan efektif.

Terutama dalam menambah pangsa pasar dan memenuhi kebutuhan pupuk di pasar retail.

“Harapan kami brand pupuk NPK Melagenda mampu bersaing dan menjadi menjadi pemain besar di industri pupuk tanah air,” harapnya.

Hilman bahkan menargetkan penjualan produk pupuk NPK Melagenda bisa mencapai 500 ton di tahun ini.
Ia pun optimis kerjasama dua perusahaan ini dapat terjalin dengan baik karena sudah didasari oleh komitmen dari kedua pihak.

Sehingga sinergi yang sudah terjalin akan berkelanjutan dan turut memajukan industri pupuk di Indonesia.

Untuk diketahui, PT Mega Eltra sebagai bagian dari Holding PT Pupuk Indonesia selama ini bergerak di bidang industri cat, Perdagangan, Jasa Konstruksi dan Keagenan.

Pada masa kolonial, PT Mega Eltra bernama NV Electro Import yang kemudian dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia pasca kemerdekaan.
Pada tahun 1970, perusahaan ini berganti nama menjadi PT Mega Electro yang masih bertahan hingga saat ini. []

Continue Reading

Agrobisnis & Pangan

Ekspor Beras BUMN Pangan ke Arab Saudi Mencapai 140 Ton

Published

on

Ekspor beras

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Ekspor beras yang dilakukan BUMN Klaster Pangan sektor Pertanian resmi dikirimkan ke negara tujuan, yaitu Arab Saudi.

Ekpor ini dijalankan oleh PT Sang Hyang Seri (SHS) dengan jumlah secara keseluruhan 140 ton yang dikirim secara bertahap.

Pelepasan ekspor perdana ini menjadi momentum yang penting bagi BUMN Klaster Pangan untuk menuju Go Global dan memperluas pasar ekspor pada komoditas beras.

Direktur Utama PT RNI (Persero) Arief Prasetyo Adi mengatakan, BUMN Pangan tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan nasional saja, tapi juga merealsasikan ekspor ke berbagai negara.

“Untuk komoditas beras, RNI bersama SHS mengirimkan beras untuk memenuhi permintaan dari NegaraArab Saudi. Kegiatan ekspor beras akan dilakukan secara bertahap,” kata Arief melalui siaran persnya, Jumat (29/10/2021).

Arief menjelaskan, di bulan ini, pihaknya mengirimkan sebanyak 20 ton beras ekspor senilai 21.200 dollar AS.

Kemudian di bulan November nanti akan dikirim lagi sebanyak 120 ton beras, dengan nilai 127.200 dollar AS.

“Sehingga secara total ekspor kurang lebih 140 ton beras, dengan nilai per ton sebesar 1.060 dollar AS. Sementara nilai totalnya mencapai 148.400 dollar AS,” kata Arief.

Adapun beras yang diekspor ini yaitu jenis sang rice yang diproduksi di lahan sendiri dengan Varietas Mekongga dengan kualitas Super Premium.

Dorong Ekspor Beras

Menurut Direktur Utama PT SHS Karyawan Gunarso, beras sang rice sudah sesuai standar internasional dan diharapkan ekspor ini menjadi kontribusi SHS bagi negara.

“Beras sang rice yang diekspor ini menjadi kebangaan bagi kami, karena produk dalam negeri untuk dunia bisa diproduksi oleh PT Sang Hyang Seri,” kata Gunarso.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir terus memberikan dorongan kepada BUMN Klaster Pangan untuk menjalankan inovasi.

Tujuannya agar dapat mendukung program swasembada pangan nasional dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Namun ia juga mendorong agar dilakukan ekspor pangan ke berbagai negara untuk menaikkan daya saing BUMN Pangan di skala internasional dan tentunya memberi pemasukan bagi perusahaan.

Namun tak hanya fokus pada profit, Erick juga menegaskan agar BUMN Pangan juga harus turut mendukung peningkatan kesejahteraan para mitranya, terutama para petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM. []

Continue Reading

BNI

Label

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!