Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia Negosiasi Utang

MediaBUMN

Published

on

Sriwijaya Air

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Para pemagang saham Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Group saat ini tengah melakukan negosiasi ihwal penyelesaian kewajiban dan utang Sriwijaya Air.

Negosiasi tersebut dilakukan guna menyelesaikan persoalan utang dan diharapkan dapat diselesaikan dengan cara yang baik dan sama-sama menguntungkan keduabelah pihak.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan, Jumat (8/11/2019) mengatakan pihaknya tengah berdiskusi dan bernegosiasi dengan para pemegang saham Sriwijaya.

“Saat ini kami tengah berdiskusi dan melakukan negosiasi dengan para pemegang saham Sriwijaya terkait penyelesaian kewajiban dan utang-utang Sriwijaya ke institusi negara seperti misalnya BNI, Pertamina, Gapura Angkasa, GMF dan lainnya.

Dijelaskan Ikhsan, pada awal masuknya Sriwijaya Group ke dalam tubuh Garuda Indonesia Group hingga terjalin kerjasama adalah untuk mengamankan aset dan piutang negara pada Sriwijaya Group.

Bahkan kata Ikhsan, Garuda Indonesia sangat berharap Sriwijaya memiliki iktikad baik terkait penyelesaian kewajibannya kepada institusi negara seperti yang telah disebutkan.

Diketahui Sriwijaya Air Group telah menunggak utang ke PT GMF AeroAsia untuk biaya perawatan pesawat hingga Rp800 miliar.

Tak sampai disitu saja, kondisi perusahaan telah masuk rapor merah, yaitu dalam Hazard, Identification dan Risk Assessment telah berstatus merah 4A dengan tingkat paling parah 5A.

Kondisi tersebut, dijelaskannya sudah tak lagi memungkinkan untuk maskapai bisa meneruskan operasional penerbangan.

Sementara itu terkait posisi Garuda Indonesia atas Sriwijaya saat ini kembali pada hubungan business to business dan saat ini untuk tanggung jawab Sriwijaya kepada Lessor suydah menjadi tanggung jawab Sriwijaya sendiri, tak lagi melibatkan Garuda Indonesia.

Terpisah, Ketua Komisi V DRP fraksi PDI Perjuangan Lasarus mengimbau Garuda Indonesia dan Sriwijatya Air agar konflik tak meluas hingga mengorbankan hak-hak penumpang.

Sebab saat ini menurutnya, konflik keduanya menjadikan kondisi yang tak sehat hingga mengganggu pelayanan publik.

“Garuda ini kan BUMN, dalam bisnisnya tak hanya memikirkan bisnis, tetapi juga ada pelayanan publik. Ini juga kan perusahaan pelayanan publik,” kata dia.

Begitu juga dengan Sriwijaya, menurutnya mengutamakan kepentingan yang lebih luas.

“Masyarakat ini kan sudah beli tiket, menjadi penumpang dan sudah mengatur perjalanannya,” tandasnya. []

HIGHLIGHT BUMN

Proyek Strategis Nasional Tetap Jalan di Tengah Pandemi Covid-19

Alfian Setya Saputra

Published

on

Proyek strategis

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Proyek strategis nasional dipastikan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap berjalan meskipun tengah dilanda pandemi virus corona (COVID-19). Salah satu Proyek strategis nasional yang tetap menjadi prioritas pemerintah untuk dilanjutkan adalah program listrik 35 ribu MW.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan saat ini kementerian tengah memilah proyek mana yang tetap menjadi prioritas di tengah pandemi virus corona. Saat ini pihaknya sedang melakukan mapping (pemetaan) berbagai proyek nasional. Namun ia memastikan semuanya proyek strategis nasional yang paling dibutuhkan akan tetap berjalan.

“Untuk melanjutkan berbagai proyek ini, tugas Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) untuk mengurus perizinan.Tapi pembuat keputusan tetap ada di kami karena pengelola,” kata Erick dalam video conference, Rabu (1/4/2020).

Dia juga memastikan untuk proyek 35 ribu MW yang menjadi salah satu Proyek strategis nasional akan terus dilanjutkan untuk mengantisipasi kebutuhan listrik yang terus meningkat terutama usai corona berlalu. Menurut Erick, Indonesia jangan sampai terlena dalam menyiapkan infrastruktur kelistrikan. Karena kebutuhan listrik akan mengalami peningkatan sejalan dengan meningkatnya kebutuhan listrik dari sektor industri.

“Proyek strategis nasional harus tetap berjalan untuk antisipasi. Jangan sampai ekonomi (negara) yang lain sudah kembali, kita masih stagnan karena terlambat melakukan antisipasi,” ucap Erick.

Pada kesempatan ini, Erick juga memeberikan arahan kepada seluruh perusahaan BUMN untuk melakukan konsolidasi, efisiensi, dan menjalankan proses bisnis yang tata kelola yang baik.

Untuk diketahui, mega proyek listrik yang sudah digagas sejak tahun 2015 ini progresnya belum begitu signifikan. Sampai tahun 2020 kapasitas yang terbangun baru ditargetkan 15.634 MW. Diperkirakan proyek ini baru akan rampung pada 2029 mendatang. Pembangunan proyek ini melambat karena asumsi makro yang dipakai sebelum proyek dijalankan lebih tinggi ketimbang dengan realisasi yang ada saat ini.

Sementara Pengamat BUMN, Toto Pranoto menilai langkah yang diambil Menteri BUMN Erick Thohir sudah tepat. Karena rencana pengadaan listrik 35 MW sebaiknya tetap dilanjutkan, agar daya saing industri nasional ke depannya bisa ditingkatkan. Sementara untuk proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, menurut Toto bukan prioritas yang harus dikejar saat ini.

“Langkah Erick Thohir memetakan proyek BUMN ini sudah tepat, prioritas mana yang tetap harus bekerja dalam kecepatan tinggi, sedang, atau bahkan bisa ditunda dulu. Langkah ini menurut saya bisa mendorong roda ekonomi negara yang terus tertekan akibat pandemi virus ini,” kata Toto. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Usulan Pemberian Dana PMN Untuk BUMN Masih Dikaji

Alfian Setya Saputra

Published

on

PMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih mengkaji usulan pemberian dana Penyertaan Modal Negara (PMN) bagi perseroan milik negara yang terkena dampak virus corona atau Covid-19. Usulan ini dipertimbangkan sebagai antisipasi untuk menjaga kelangsungan semua BUMN.

Hal itu disampaikan Staf Khusus Bidang Komunikasi Kementerian BUMN Arya Sinulingga, Senin (30/3/2020). Pihaknya sedang melakukan analisis dan kajian terkait dengan kelangsungan usaha perusahaan negara yang mengalami kesulitan di masa pandemi ini.

“Pasti kami memikirkan kelangsungan semua BUMN. Hal itu sedang kami analisis,” tutur Arya.

Dia menjelaskan pada akhir 2019, Pemerintah telah merembuk alokasi dana PMN. Sepanjang 2020, besaran PMN dalam APBN Tahun 2020 dianggarkan senilai Rp17,73 triliun. Anggaran ini akan diberikan untuk beberapa perusahaan. Dua di antaranya ialah PT PLN (Persero) mendapatkan PMN terbanyak sebesar Rp5 triliun, dan PT Hutama Karya (HK) sebanyak Rp3,5 triliun.

Untuk penanganan wabah corona yang semakin meluas, Kementerian BUMN menggandeng seluruh platform telemedis untuk membantu pasien dalam melakukan isolasi mandiri. Salah satunya Good Doctor. Layanan dan teknologi yang dimiliki Good Doctor bisa memberikan kontribusi positif yang signifikan dalam memerangi pandemi ini.

“Penggunaan teknologi ini kami harapkan bisa memfasilitasi pasien atau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan medis di rumah,” jelas Arya.

“Dalam situasi seperti ini, penting untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak demi mempercepat penanganan Covid-19. Seperti Good Doctor dan Grab, meraka ini sudah memiliki teknologi yang mumpuni serta cakupan pengguna luas, yang bermanfaat demi percepatan penanganan Covid-19,” tandasnya.

Diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN mendapat permintaan dari Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Sekarga) terkait penggelontoran dana PNM di tengah pandemi virus corona. Kondisi yang telah mempengaruhi sisi pendapatan ini dikhawatirkan akan menggoncang bisnis emiten berkode GIAA tersebut. Bahkan, karyawan juga merasa was-was bila nantinya Garuda mengambil opsi pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ketua Harian Sekarga Tomy Tampatty meminta Menteri BUMN Erick Thohir untuk membantu maskapai pelat merah ini dengan dana PMN agar kinerja tetap stabil di tengah krisis corona. Saat ini operasional Garuda diklaim berkurang pesat hingga mencapai 50 persen.

“Perasaan was-was itu wajar. Kami memahami kondisi perusahaan akibat merebaknya virus corona, tapi kami minta tak ada pengurangan karyawan,” kata Tomy beberapa waktu lalu. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Erick Thohir Serukan Jaga Indonesia Dari Rumah

Alfian Setya Saputra

Published

on

erick

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berseru mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga Indonesia dari rumah. Seruan ini adalah salah satu imbauan Erick kepada masyarakat untuk bersatu padu melawan wabah Covid-19 atau virus corona.

Menurut Erick di Jakarta, Minggu (29/03) masyarakat bisa menjaga dan mencintai Indonesia dari rumah masing-masing.

“Saat inilah waktunya kita bersama-sama melakukan yang mungkin kerap kita lupakan karena aktifitas yang padat. Perbanyak perbincangan dengan orang tua, mesra dalam cengrama antara suami istri dan anak-anak, serta jangan lupa bantu mereka yang tengah dalam kondisi yang sulit,” seru Erick.

Ditambahkannya, sudah saatnya sekarang ini seluruh elemen bangsa bersatu padu melawan corona dengan cara gotong-royong saling membantu dan memberikan solusi dan tentunya juga dengan jaga Indonesia dari rumah.

“Di rumah aja karena virus ini tentu membosankan. Hanya saja kita perlu ingat, jangan bosa mencintai Indonesia,” imbuhnya.

Erick juga menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh masyarakat yang aktifitas keluarganya telah dibatasi untuk membantu memperlambat penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

Untuk itu, Erick Thohir menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya ke seluruh para petugas kesehatan yang saat ini sedang berjibaku di garis terakhir di Puskesmas dan berbagai rumah sakit.

Tak lepas juga, Erick menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemuka agama yang turun secara langsung memastikan semua warga bisa mengikuti aturan pemerintah untuk tetap di rumah.

Demikian juga untuk para pemuka agama yang tak pernah bosan untuk bisa terus mendoakan dan terus berupaya mengingatkan semua masyarakat akan wabah yang tengah melanda negeri ini.

“Teruntuk masyarakat yang terbiasa sholat Jumat di Masjid, dan yang biasa di setiap hari Minggunya beribadah di gereja, ada yang biasa ke pura dan vihara, saya sampaikan terimakasih telah berkenan untuk beribadah di rumah. Insya Allah, kita dapat melewati semua ini bersama dan kita dapat kembali beribadah seperti biasanya,” kata Erick.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang saat ini akhirnya memutuskan untuk tidak mudik ke kampung halaman.

Langkah ini menurutnya tepat untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, sehingga tidak terjadi penyebaran.

Ia juga sampaikan terimakasih kepada para pengusaha, aktivis, donatur, komunitas dan dermawan yang saat ini terus bergerak membantu para petugas kesehatan dan mereka yang secara ekonomi terdampak.

“Mari terus bahu membahu membantu saudara kita dengan ikut berdonasi. Bantuan kita semua tentunya sangat membantu mengatasi wabah ini,” tandasnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM