Connect with us
PERTAMINA

HIGHLIGHT BUMN

Sosialisasi LinkAja, Menteri BUMN: Tidak Boleh Kalah!

MediaBUMN

Published

on

Sosialisasi LinkAja

Sosialisasi LinkAja, layanan keuangan elektronik yang merupakan hasil sinergi dari berbagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara), terus dilakukan. Bahkan, Menteri BUMN, Rini Soemarmo sendiri turut serta menyosialisasikan produk layanan tersebut.

Rini menyatakan dalam sosialisasi LinkAja ini, bahwa apilkasi tersebut tidak boleh kalah bersaing dengan aplikasi layanan keuangan lain yang sudah beredar di masyarakat.

Dalam acara HUT-21 Kementerian BUMN yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo kemarin (7/4/2019), Rini mengungkapkan. Bahwa LinkAja adalah sistem pembayaran elektonik yang dikeluarkan oleh Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Karena itu, LinkAja tidak boleh kalah dengan aplikasi serupa.

Rini juga berharap, sosialisasi LinkAja yang baik akan menyebar di masyarakat. Tak hanya menyebar, namun juga digunakan khususnya untuk para generasi milenial. Rini memang mengincar generasi milenial ini karena dianggap lebih mudah menyerap kemajuan teknologi yang semakin mutakhir. Dibanding generasi sebelumnya, para milenial lebih cepat dalam menyerap kemutakhiran teknologi.

Dampak Positif Sosialisasi LinkAja

Sampai saat ini, diperkirakan pengguna yang mengunduh aplikasi LinkAja sudah mencapai 25 juta pengguna. Ini merupakan angka yang cukup fantastis bagi Rini sendiri. Rini juga mengatakan bahwa aplikasi ini masih akan terus dibenahi dalam kualitas pelayanannya. Hal ini berkaitan adanya sejumlah keluhan dari pengguna yang memakai aplikasi tersebut.

Seperti yang diketahui, LinkAja merupakan layanan keuangan elektronik dengan sistem Quick Response Code (QR code). Produk ini terlahir dari gabungan layanan pembayaran elektronik dari beberapa BUMN. Karena itulah menteri BUMN juga gencar sekali melakukan sosialisasi LinkAja ini.

Rini juga menyebutkan, sinergi antar BUMN ini mampu mendongkrak laba yang diperoleh BUMN. Rini mengaku laba yang diperoleh BUMN mencapai lebih dari Rp200 triliun. Angka ini merupakan kenaikan yang cukup drastis jika dibanding keuntungan sebelumnya yang hanya sampai pada angka Rp143 triliun.

Rini mengungkapkan, bahwa ini merupakan kerja keras dari seluruh pihak BUMN. Di luar hal itu, sinergi yang baik antara perusahaan-perusahaan yang masuk dalam BUMN juga menjadi faktor utama. Contohnya dengan terbentuknya LinkAja ini, yang merupakan solusi praktis bagi para milenial yang juga praktis. Rini juga menghimbau agar milenial lebih gencar melakukan sosialisasi LinkAja supaya semakin banyak penggunanya.

HIGHLIGHT BUMN

Pembubaran BUMN Lanjut! Menteri Erick Thohir : Ada 7 Perusahaan!

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Pembubaran BUMN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pembubaran BUMN yang sudah tidak produktif akan dijalankan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Tak tanggung-tanggung, totalnya ada tujuh perusahaan plat merah yang rencananya akan dihapus.

Langkah pembubaran BUMN ini dinilai menjadi solusi terbaik, karena ketujuh BUMN yang dimaksud sudah belasan tahun tidak beroperasi.

Menteri BUMN Erick Thohir, beberapa perusahaan tersebut sudah ‘mati suri’ sejak tahun 2008 lalu dan belum ada kejelasan hingga saat ini.

Untuk proses pembubaran BUMN ini, Kementerian akan melakukan asesmen terlebih dahulu yang dilakukan oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)/PPA.

Karena selain pembubaran BUMN, opsi yang tersisa yang mungkin bisa dilakukan adalah digabung dengan BUMN lainnya.

“Jadi sudah dari tahun 2008 lalu nggak beroperasi. Sehingga hal ini perlu dilakukan untuk memberikan kepastian. BUMN harus siap bersaing mengikuti perkembangan,” kata Erick di kantor Kementerian BUMN, Selasa (4/5/2021).

Hal senada disampaikan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, yang menyebutkan, PPA akan melakukan penilian kembali mengenai pembubaran BUMN terkait.

Penilaian yang dilakukan di antaranya terkait aset, tenaga kerja dan operasional perusahaan, dan juga penyelesaian utang perusahaan.

Dia mencontohkan beberapa perusahaan milik negara yang terpaksa ‘disuntik mati’ seperti PT Kertas Leces, PT Kertas Kraft Aceh, dan PT Industri Glas.

Ia juga menjelaskan terkait maskapai PT Merpati Nusantara Airlines yang saat ini masih memiliki aset dengan jumlah yang besar.

Di antaranya fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul, tapi juga masih punya utang yang harus diselesaikan.

Sehingga pembubaran BUMN sektor aviasi ini butuh kajian dan pertimbangan yang matang.

“Jadi ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan kita untuk melakukan pembubaran BUMN. Apakah perusahaan itu masih punya utang dan berapa besaran asetnya,” kata Kartiko.

Meski begitu, Kartiko menyebutkan pembubaran beberapa perusahaan yang sudah tidak produktif tersebut paling lambat akan dilakukan pada semester kedua tahun ini.

Sebelumnya, pemerintah sudah mengevaluasi dan memetakan kondisi masing-masing perusahaan BUMN yang saat ini jumlah sebanyak 108.

Dari seluruh BUMN ini, diketahui ada 19 perusahaan yang sedang dilakukan restrukturisasi, sementara 7 di antaranya kemungkinan akan ditutup. []

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Direksi PT Perinus Dirombak, Erick Thohir Fokus Pembentukan Holding

EKO PRASETYO

Published

on

Direksi PT Perinus

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Direksi PT Perinus atau PT Perikanan Nusantara (Persero) kembali dirombak oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

Perombakan di jajaran direksi PT Perinus ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-138/MBU/04/2021 per tanggal 29 April 2021.

Dalam SK tersebut, Menteri BUMN menetapkan Direktur Utama Perinus dijabat oleh Sigit Muhartono.

Ia menggantikan Dirut sebelumnya, Farida Mokodompit yang telah menjabat sejak 9 Juli tahun lalu.

Selain posisi Dirut, struktur kepemimpinan di perusahaan pelat merah ini juga mengalami perubahan sesuai nomenklatur yang baru.

Dimana jabatan Direktur Keuangan, SDM dan Umum resmi dihapus dari Direksi PT Perinus dan kini menjadi tanggungjawab langsung Direktur Utama.

Restrukturisasi internal ini dilakukan sebagai langkah efisiensi manajemen yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan.

Sebagai bos baru Perinus, Sigit Muhartono akan mengemban berbaga tugas penting, salah satunya menjalankan proses merger dengan BUMN Perikanan lainnya yakni Perum Perindo.

Beberapa BUMN saat ini sedang dalam proses merger untuk membentuk Holding BUMN Klaster Pangan yang ditarget rampung di tahun ini.

Konsep bisnis kedua BUMN Pangan ini yakni akan membentuk konsolidasi baru di sektor perikanan.

Dimana Perindo akan fokus di bisnis pengelolaan pelabuhan perikanan dan budi daya, sedangkan Perinus fokus di sektor perikanan tangkap.

Kementerian BUMN juga memastikan merger kedua perusahaan perikanan ini tidak akan memberi dampak buruk bagi para nelayan.

Diketahui, Sigit sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kargo dan Niaga Internasional di Garuda Indonesia.

Atas penunjukan tugas baru ini, Sigit berjanji akan mengembalikan kejayaan PT Perinus, terlebih akan bergabung dengan Perum Perindo.

“Kami akan berupaya mengembalikan kinerja perusahaan Perinus yang lebih maksimal seperti dulu,” ujar Sigit.

Sementara Erick Thohir menyebut, setelah kedua BUMN akan digabung menjadi satu manajemen.

Namun kedua perusahaan ini dipastikan tidak akan memiliki kapal untuk tangkap ikan karena dinilai akan memberi dampak buruk bagi nelayan.

Terkait merger ini, Kementerian BUMN juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait penyiapan rantai pasok pangan dari perseroan setelah digabungkan.

Berikut Susunan Direksi PT Perinus :

DIREKSI

Direktur Utama: Sigit Muhartono

Direktur Operasional dan Pemasaran: Primawan Badr

DEWAN KOMISARIS

Komisaris Utama: Slamet Soebjakto

Komisaris: M Riza Adha Damanik

Komisaris Independen: Andre JO Sumual

Continue Reading

HIGHLIGHT BUMN

Nasabah PNM Naik Kelas, Kementerian BUMN Terus Dorong!

MediaBUMN

Published

on

nasabah PNM

MEDIABUMN.COM, Jakarta – nasabah PNM / PT Permodalan Nasional Madani (Persero) terus didorong untuk bisa naik kelas.

Dengan demikian maka para seluruh nasabah PNM bisa mendapatkan dana yang optimal dan usahanya bisa semakin maju.

Dalam keterangan resminya, Kementerian BUMN pun memberi dukungan penuh terhadap program yang mendorong kemajuan para nasabah PNM.

Hal ini tergambar dari kunjungan kerja Menteri BUMN Erick Thohir bersama Direktur Utama PNM Arief Mulayadi (01/05), yang berkesempatan meninjau nasabah difabel di Boja, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Erick memberikan apresaisi kepada ibu-ibu nasabah yang terus semangat berusaha tengah sejumlah keterbatasan dampak pandemic Covid-19.

Dalam kunjungannya tersebut, Erick sekaligus meresmikan Ruang Pintar Permata Hati yang merupakan program inisiatif PNM.

Adapun program tersebut menjadi wujud tanggung jawab sosial perusahaan dalam rangka memfasilitasi anak-anak dalam melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi.

Pada momentum tersebut, Erick Thohir terlihat sangat bahagia menyapa anak-anak yang bergabung di Ruang Pintar Permata Hati tersebut.

“Saya merasakan haru dan sangat senang sekali bahwa BUMN dapat selalu dekat dengan rakyat dengan berbagai program-program yang dihadirkan. Saya terus memberi dukungan penuh serta terus menjaga program untuk rakyat, bersama rakyat ini”, ujar Erick.

Selain itu, Erick juga menyempatkan diri melakukan kunjungan pada kegiatan Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) PNM Mekaar sekaligus melakukan dialog interaksi dengan para nasabah PNM dan pendamping nasabah PNM Mekaar.

“Kita saling bersinergi, ibu-ibu tulang punggung keluarga dan account officer (AO) yang membantu juga naik kelas”, kata Erick.

Erick juga menyampaikan dukungannya terhadap pendamping nasabah untuk mengembangkan kapasitas AO.

Lebih lanjut ia juga mengatakan bahwa Kementerian BUMN akan menyiapkan program beasiswa untuk AO PNM Mekaar untuk kuliah dan menjadi sarjana.

Program PNM Mekaar adalah layanan pemberdayaan melalui pembiayaan berbasis kelompok bagi perempuan pra-sejahtera dengan pendampingan dan pembinaan oleh para AO.

Adapun Mayoritas AO merupakan perempuan berusia 19 tahun-23 tahun atau lulusan SMA. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!