Connect with us
PERTAMINA

Airport Services

Seluruh Bandara Angkasa Pura I Terapkan Social Distancing

MediaBUMN

Published

on

social distancing

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) menerapkan social distancing di area pelayanan publik di bandara-bandara. Adapun konsep social distancing yang dimaksud yaitu upaya pengaturan jarak minimal satu meter antar orang di area pelayanan publik dengan menempelkan stiker panduan jarak.

Program ini dilakukan Angkasa Pura I sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui pidatonya terkait penanganan penyebaran dan dampak Virus Corona (Covid-19) di Istana Presiden di Bogor pada Minggu 15 Maret 2020, Surat Edaran Menteri BUMN terkait penanggulangan penyebaran Covid-19, dan Surat Edaran Direktur Utama Nomor: ED. 15 /KP.10.43.2020/DU tentang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Corona Virus Disease (COVID-19) di Lingkungan PT Angkasa Pura I (Persero).

social distancing

“Upaya ini merupakan upaya lanjutan Angkasa Pura I dalam menerapkan konsep social distancing di area pelayanan publik untuk meminimalisir potensi penularan Virus Covid di area publik,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Adapun penempelan stiker panduan jarak satu meter dilakukan di area:
1. Pemeriksaan saat masuk ke area check in
2. Setiap security check point
3. Antrean masuk ke dalam lift
4. Pemeriksaan boarding pass
5. Antrean di fixbridge dan garbarata,
6. Antrean pengambilan bagasi,
7. Antrean taksi.

social distancing

social distancing

Selain itu, pada setiap lift diberi label stiker maksimal kapasitas dengan posisi hadap penumpang lift. Jarak duduk antar orang di area boarding lounge juga diatur dengan posisi kursi hadap satu arah dan setiap orang duduk tidak bersebelahan, melainkan satu kursi dikosongkan. Hal ini dilakukan dengan pemberian label stiker petunjuk atau panduan.

“Kami himbau penumpang dan calon penumpang bandara agar dapat disiplin mengikuti imbauan ini agar dapat meminimalisir potensi penularan Virus Corona dan menjaga kenyamanan publik di tengah kondisi pandemi seperti ini,” tambah Faik Fahmi. []

Airport Services

Menhub Budi Karya Apresiasi Kesiapan dan Fasilitas YIA

MediaBUMN

Published

on

Budi Karya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi mengapresiasi kesiapan dan kelengkapan fasilitas Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dalam kunjungan kerjanya ke Bandara Internasional Yogyakarta pada Jumat, 26 Juni 2020 pagi.

“Saya lihat fasilitas YIA sudah semakin baik dan diharapkan YIA menjadi salah satu infrastruktur untuk meningkatkan pariwisata di Yogyakarta,” ujar Budi Karya Sumadi. Selain itu, Budi Karya Sumadi juga mendorong Angkasa Pura I untuk terus konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Angkasa Pura I harus selalu konsisten dalam melaksanakan protokol kesehatan dan berkoordinasi dengan Satgas Covid -19 Pusat dalam pengelolaan bandara di masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal,” imbuh Budi Karya Sumadi dalam kunjungannya untuk meninjau sarana dan prasarana transportasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat 26 Juni 2020.

Menanggapi apresiasi tersebut, Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menyampaikan, “YIA merupakan salah satu bandara di Indonesia dengan fasilitas terbaik. Hal ini dapat dilihat dari kualifikasi runway terbaik di Indonesia, panjang 3,250 m x 45 m dan ketebalan pavement classification number (PCN) 107 sehingga dapat didarati oleh pesawat terbesar dan terberat saat ini yaitu A380 dan Boeing 777-300ER. Terminal penumpang dengan luas 219.000 meter persegi mampu menampung 20 juta penumpang per tahun, 11 kali lipat dari Bandara Adisutjipto yang hanya 1,8 juta penumpang per tahun, serta memiliki 22 parking stand, 10 garbarata serta terminal kargo dengan kapasitas kargo 500 ton per hari”.

Bandara ini juga dirancang memiliki sistem penanggulangan bencana alam seperti bangunan gedung terminal anti gempa bumi hingga 8.8 skala richter dan terjangan tsunami hingga 12 meter. Selain itu, arsitektur bandara ini tidak hanya modern, namun secara eksterior dan interior tetap menggambarkan budaya Yogyakarta, baik itu melalui instalasi karya seni yang melibatkan berbagai seniman lokal Yogyakata, serta beragam area yang telah didesain secara khusus untuk menjadi etalase Yogyakarta, Kulon Progo dan sekitarnya.

Terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, YIA berupaya untuk selalu konsisten menerapkan protokol tersebut, bahkan melakukan pengetatan penerapan protokol kesehatan ketika terjadi peningkatan trafik penumpang.

Selain penerapan protokol kesehatan, YIA juga menyediakan layanan rapid test bagi calon penumpang yang berlokasi di lantai mezzanine gedung penghubung YIA dengan hasil cepat dan harga terjangkau. Proses pemeriksaan hingga mendapatkan hasil rapid test memakan waktu sekitar 30 menit, tergantung antrean. Pemeriksaan rapid test dilakukan oleh petugas rumah sakit. Layanan ini buka setiap hari pukul 06.00-16.00 WIB sehingga dapat memberikan kemudahan bagi calon penumpang yang akan melakukan keberangkatan dari YIA namun surat keterangan bebas Covid-19 nya sudah tidak berlaku.

ADAPUN PROTOKOL KESEHATAN YANG DITERAPKAN YAITU:

– Seluruh personil dan mitra usaha yang bertugas di bandara diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), terutama masker.

– Penyediaan hand sanitizer di berbagai titik di bandara.

– Penerapan jarak fisik atau physical distancing di seluruh area, termasuk di area mitra usaha.

– Kursi antrian pengecekan dokumen penumpang di area kedatangan dan keberangkatan telah diatur menjadi single-seat untuk memastikan jarak antar penumpang terjaga.

– Personil yang bertugas secara berkala juga mengingatkan seluruh penumpang untuk selalu menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menjaga kebersihan diri.

Sebagai informasi, pada periode 1 – 23 Juni 2020 terjadi peningkatan trafik penumpang mencapai 1.500 orang per hari, bahkan mencapai 2.000 orang per hari pada akhir pekan. Pada periode ini terdapat total 35.343 penumpang dengan trafik pesawat mencapai 556 pergerakan. Jumlah trafik penumpang di YIA ini merupakan trafik tertinggi ke-empat pada periode ini di antara bandara Angkasa Pura I lainnya.

Bandara Angkasa Pura I dengan trafik tertinggi pada periode ini yaitu Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan 107.123 penumpang, diikuti oleh Bandara Juanda Surabaya dengan 101.075 penumpan, dan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dengan 66.779 penumpang. []

Continue Reading

Airport Services

Tingkatkan Sinergi dengan UMKM, Angkasa Pura I Hadirkan Galeri UMKM di Bandara

MediaBUMN

Published

on

angkasa pura I

MEDIABUMN.COM, Jakarta – PT Angkasa Pura I (Persero) senantiasa bersinergi dengan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai perwujudan peran BUMN untuk berkontribusi terhadap perkembangan perekonomian. Upaya sinergi dilakukan salah satunya melalui penyediaan Galeri UMKM di bandara kelolaan.

Beberapa galeri UMKM bandara Angkasa Pura I yang cukup besar terdapat di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo dan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Di Bandara Internasional Yogyakarta, Angkasa Pura I menyediakan galeri seluas 1.513 meter persegi untuk merangkul sekitar 300-600 UMKM lokal Yogyakarta dan sekitarnya.

“Angkasa Pura I berupaya untuk meningkatkan kelas produk-produk UMKM lokal dengan melibatkan para pelaku UMKM di galeri-galeri UMKM yang ada di bandara sehingga dapat meningkatkan peluang produk-produk mereka untuk diperkenalkan dan dipasarkan ke penumpang pesawat, baik domestik maupun internasional. Salah satunya Galeri UMKM di YIA bernama Pasar Kota Gede yang juga merupakan area khusus UMKM terbesar di Indonesia. Pasar Kota Gede di YIA melibatkan tidak hanya pelaku UMKM di Yogyakarta, tapi juga Magelang, Purworejo, Klaten, dan daerah lain di Jawa Tengah,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi.

Galeri UMKM di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang terdapat di terminal keberangkatan domestik menampilkan berbagai gerai produk batik, produk olahan coklat, batik kayu, produk olahan aloevera, jamu herbal, makanan khas lokal lainnya.

Walau tidak seluas galeri UMKM di YIA, juga terdapat galeri UMKM seluas 120 meter persegi di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, tepatnya terletak di exhibition hall lantai 1 terminal penumpang. Galeri UMKM di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang ini beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB di mana terdapat sekitar 70 UMKM yang menjadi mitra galeri dengan 748 jenis produk.

Galeri ini dilengkapi dengan anjungan monitor layar sentuh dengan konten e-commerce Jawa Tengah Sadewa G-2 Market yang memberikan informasi katalog produk unggulan di Jateng. Terdapat lima zona dalam galeri ini yaitu zona pakaian yang berisi batik, tenun, bordir, kain lukis, mukena, kerudung dan syal; zona kedua yang berisi aksesoris yang menjual aneka ragam kerajinan tangan berupa tas wanita, topi, dekorasi rumah, mainan anak tradisional, dan sejenisnya; zona ketiga yang merupakan zona makanan kemasan; zona food and beverages yang menjual roti bekatul, mie ongkok instan, seduhan kopi dan coklat bubuk yang bisa langsung dinikmati; serta zona activity corner yang merupakan tempat pertunjukkan seperti demo membatik, kain lukis, sajian kopi, tarian tradisional, dan lainnya.

“Angkasa Pura I senantiasa berkomitmen untuk turut serta memajukan perekonomian daerah. Salah satunya upayanya adalah dengan memberikan peluang bagi pelaku UMKM dalam mempromosikan dan memperluas pangsa pasar bagi produk-produknya melalui keberadaan galeri UMKM di bandara-bandara Angkasa Pura I,” ujar Faik Fahmi. []

Continue Reading

Airport Services

Menparekraf Wishnutama Apresiasi Penerapan Protokol Kesehatan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali

MediaBUMN

Published

on

Wishnutama

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Wishnutama Kusubandio mengapresiasi penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Hal tersebut disampaikan Menparekraf Wishnutama setibanya di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada agenda kunjungan kerjanya di Provinsi Bali pada Rabu (16/6) siang.

“Saya sangat mengapresiasi penerapan protokol kesehatan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang telah berjalan dengan sangat bagus. Sistem pengaturan saat penumpang melakukan pengambilan bagasi pun telah diatur dengan sangat baik dengan memperhatikan konsep jaga jarak atau physical distancing,” ujar Wishnutama.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi menyampaikan bahwa, “Angkasa Pura I telah menerapkan prosedur pelayanan dalam masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal di 15 bandara yang dikelola. Hal ini merupakan komitmen kami untuk mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan tetap memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang yang melakukan perjalanan udara,” jelasnya.

“Kami selalu memastikan kebersihan pada fasilitas-fasilitas publik seperti konter check in, trolley, self check in machine, security check point (tray & x-ray), toilet, boarding pass scanner, hand rail, arm chair, dan lain sebagainya di bandara kami dilakukan pembersihan secara intens dan berkala menggunakan disinfektan,” tambah Faik Fahmi.

Selain itu Angkasa Pura I juga mendorong mitra usaha atau tenant di bandara untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru dalam pelayanan kepada pengguna jasa bandara dengan melalui penerapan:

1. Menyediakan peralatan pelindung yang mungkin dibutuhkan karyawan, seperti pelindung wajah, sarung tangan, masker dan pemeriksaan kondisi kesehatan (< 38ºC).

2. Penyesuaian ruang kerja dan bisnis sesuai dengan panduan jarak fisik yang berlaku.

3. Penyediaan beberapa stasiun pembersih tangan dan atau wastafel di seluruh area disertai dengan rambu/petunjuk yang memadai untuk penumpang.

4. Mempertimbangkan langkah-langkah perlindungan baru jika ada, seperti pemasangan perisai plexiglass antara karyawan yang berhadapan dengan pelanggan.

5. Menganjurkan penggunaan tiang penopang antrean dan atau marka lantai untuk mengampanyekan penerapan jaga jarak fisik.

6. Meningkatkan kebersihan, pembersihan, dan disinfeksi sebelum dan sesudah digunakan serta menyesuaikan jumlah staf yang dialokasikan untuk pelaksanaan pembersihan berdasarkan kapasitas atau volume penerbangan dan penumpang.

7. Implementasi pengaturan sirkulasi, jumlah pengunjung atau antrean dan batas waktu kunjungan di pintu masuk dan keluar untuk mencegah keramaian atau kerumunan.

8. Menyaratkan penggunaan peralatan makan sekali pakai dan penyediaan makanan dan minuman dalam kemasan untuk dibawa pulang dan atau dimakan di tempat.

9. Mengelola limbah secara efisien untuk meminimalkan penyebaran penyakit ke seluruh siklus hidup pemangku kepentingan dan titik kontak pengelolaan limbah.

Sedangkan kepada petugas operasional yang bertugas, Angkasa Pura I mewajibkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti kacamata pelindung (goggles), pelindung wajah (face shield), masker, sarung tangan serta menyediakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer di area-area terminal. Selain itu untuk pelaksanaan physical distancing kami telah melakukan pengaturan jarak antrian minimal 1,5 meter pada area check in counter, security check point, imigrasi, boarding lounge, garbarata, area baggage claim serta area tunggu transportasi publik.

“Penggunaan teknologi juga dilakukan melalui Airport Operation Control Center (AOCC) yang berfungsi untuk mengendalikan dan memonitor operasional bandara secara realtime dan memastikan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19. Selain itu diterapkan juga online customer service, boarding pass scanner serta digital meeting point (DMP) untuk meminimalisir interaksi langsung dengan penumpang dan mempermudah penjemputan penumpang, khususnya di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,” imbuh Faik.

Sebagai informasi, pada periode 1-15 Juni 2020, trafik penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencapai 8.116 orang dengan 260 penerbangan. Jika dibandingkan dengan trafik bandara Angkasa Pura I lainnya pada periode yang sama, jumlah ini berada pada posisi ke-8 di bawah Bandara Sultan Hasanuddin melayani trafik penumpang tertinggi yaitu 53.940 orang dengan 996 pergerakan pesawat, Bandara Juanda Surabaya dengan 50.261 orang dan 886 pergerakan pesawat, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dengan 34.345 orang dan 659 pergerakan pesawat. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!