Connect with us
PERTAMINA

Industri

Sarinah Targetkan penjualan Rp 500 miliar

MediaBUMN

Published

on

Pada tahun 2018, PT Sarinah (Persero) menargetkan penjualan mencapai Rp500 Miliar atau setara dengan 20% pertumbuhan jika dibandingkan proyeksi penjualan pada 2017.

Direktur Utama Sarinah, GNP Sugiarta Yasa menyebut bahwa salah satu faktor pendukung kinerja perusahaan di tahun depan yaitu adanya penugasna dari pemerintah dalam pemasaran merchandise Asian Games 2018.

Baca Juga : AirNav Indonesia Hadirkan Sistem Chronos Untuk Atur Jam Terbang yang Transparan

Pria yang akrab disapa Ngurah tersebut optimis akan proyeksi penjualan di 2018. Dimana momentum tersebut akan mengatrol penjualan.

“Secara khusus produk dari tujuan pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Tahun 2018, Sarinah  akan menambah gerai di Bandung dan Semarang. Selain itu kami merencanakan untuk melakukan renovasi gerai di Malang. Selain itu, ia menyebut bahwa Sarinah siap bersinergi dengan Angkasa Pura I & II dalam rangka membuka gerai di setiap bandara yang mereka kelola.

Baca Juga : Laba Pelindo III Melesat Berkat Inovasi Pemasaran

Di era digital saat ini, Sarinah juga berencana memiliki lapak online dengan meluncurkan aplikasi online. Perusahaan pun siap melakukan investasi Rp150 Miliar untuk membangun aplikasi tersebut beserta infrastruktur bisnisnya.

“Kami membidik penjual yang tinggi di 2018 dengan komposisi yang diharapkan yaitu 30% dari online dan 70% dari offline. Tetapi 3-5 tahun ke depan kami berharap komposisi tersebut berbalik seiring perkembangan digital,” jelasnya.

Bagaimana kinerja 2017? Ngurah menyebut sepanjang 2017 pihaknya optimis akan mencetak penjualan sebesar Rp440 Miliar. []ct

Teknologi & Komunikasi

Aplikasi QRen Telkom Dukung Percepatan Program Smart City

GUNADI WITJAKSONO

Published

on

Aplikasi QRen

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Aplikasi QRen kini disiapkan untuk mendukung layanan pembayaran menggunakan Kode Quick Response (QR) pada Gerakan Menuju 100 Smart City melalui QRen.

QRen sendiri merupakan aplikasi milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang menyediakan layanan untuk menghubungkan penjual dengan penerbit alat bayar.

Sistem ini akan memberikan kemudahan bagi pembeli dalam melakukan pembayaran dengan menggunakan teknologi QR code secara mobile.

Fajar Eri Dianto selaku Chief Executive Officer QRen mengatakan, aplikasi QRen dihadirkan untuk membantu efektifitas pembayaran layanan masyarakat agar program Smart City di berbagai daerah segera terwujud.

PT Telkom berupaya menghadirkan inovasi pembayaran digital berbasis kode QR yang terintegrasi dan tepat guna melalui aplikasi QRen bekerjasama dengan Bank Indonesia.

“Apikasi QRen bisa menjadi solusi pembayaran yang dapat dimanfaatkan oleh semua penyelenggara sistem pembayaran. Baik di Indonesia maupun di luar negeri yang telah sesuai dengan standardisasi BI. Juga bisa digunakan oleh pihak swasta maupun pemerintah daerah dalam meningkatkan dan memantau Pendapatan Asli Pemerintah (PAD),” kata Fajar Eri Dianto dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/2020).

Melalui aplikasi ini, kata Fajar, pengguna bisa bertransaksi dengan cepat dan praktis, bisa dilakukan tanpa uang tunai, dan dapat digunakan saat melakukan transaksi online dan offline pada semua segmen merchant.

Adapun layanan dan fitur inovatif yang disediakan aplikasi QRen sangat beragam, seperti mencetak kode QR untuk pembayaran kode QR, layanan PPOB, top up E-Money, Integrated QR Payment Application, dan riwayat transaksi dan pemisahan modal usaha dan pendapatan.

“Bagi para pelaku UMKM, Aplikasi QRen dapat meningkatkan produktivitas, dan membantu pengelolaan bisnis agar lebih tertata dengan baik,” ujarnya.

Aplikasi QRen Dukung Program Smart City

Sementara Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Barat Setiaji, mengungkapkan, pemda setempat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan program Smart City, salah satunya dengan aplikasi QRen.

Menurut Setiaji, transaksi menggunakan kode QR sangat bermanfaat bagi masyarakat di masa pandemi saat ini karena dilakukan secara digital dan mengurangi transaksi tunai secara langsung.

“Kami berharap dengan pembayaran kode QR, akan mendukung terwujudnya misi pemerintah yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh masyarakat,” kata dia.

Adapun program Smart City merupakan pembentukan kota yang berbasis teknologi, dimana pemda dan masyarakatnya telah menggunakan teknologi informasi dalam kegiatan sehari-hari.

Dengan menyusun Masterplan Smart City, pemerintah berupaya untuk menciptakan fasilitas kota atau wilayah berbasis teknologi guna menghadirkan layanan terbaik kepada masyarakat. []

Continue Reading

Transportasi

Pinjaman Jangka Pendek Garuda Indonesia Rp2 Triliun Mulai Diproses

Alfian Setya Saputra

Published

on

Pinjaman jangka pendek

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pinjaman jangka pendek atau bridging loan untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mulai diproses sebagai alternatif penopang keuangan perseroan.

Pinjaman jangka pendek ini digunakan oleh Garuda Indonesia sambil menunggu pencairan dana pinjaman dari pemerintah yang belum cair.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, besaran dana pinjaman dari pemerintah senilai Rp8,5 triliun diperkirakan baru akan cair pada kuartal IV tahun 2020.

“Besaran pinjaman yang disetujui oleh Komisi VI DPR itu sebesar Rp8,5 triliun, kami berharap bulan Oktober atau November mendatang cair, sudah sangat bagus. Untuk itu, kami perlu mencari alternatif sumber pendanaan lain sembari menunggu pencairan pinjaman pemerintah,” ujarnya.

Irfan menjelaskan, pinjaman jangka pendek untuk Emiten berkode saham GIAA itu tengah dibahas dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan diharapkan segera cair dalam waktu dekat.

Pembahasan bridging loan sekitar Rp2 triliun ini dilakukan dengan Bank BNI, Bak BRI, dan Bank Mandiri.

“Kami minta pinjaman jangka pendek sekitar 2 triliun, kami sudah bahas bersama Himbara,” jelasnya.

Pinjaman Jangka Pendek Untuk Pemulihan

Sebelumnya, Garuda Indonesia mengungkapkan kebutuhan biaya operasional perusahaan mencapai Rp9,5 triliun.

Maka perusahaan pelat merah itu mengharapkan dana talangan dari pemerintah senilai Rp8,5 triliun untuk dapat menjaga likuiditas perusahaan hingga tahun 2023 mendatang.

Diketahui kerugian PT Garuda Indonesia sudah mencapai Rp10,34 triliun (USD712,73 juta) akibat terdampak pembatasan pergerakan dan penerbangan pada masa pandemi.
Pendapatan Garuda Indonesia anjlok hingga turun 90 persen, sementara perseroan hanya mampu melakukan efisiensi biaya operasional sebesar 60 persen.

Meski dalam situasi sulit, Irfan Setiaputra menegaskan pihaknya akan terus berupaya melakukan pemulihan imbas pandemi.

“Kami terus melakukan berbagai langkah pemulihan secara terukur dan berkelanjutan. Kami lakukan perbaikan seoptimal mungkin agar perseroan dapat segera bangkit dan memdapat pencapaian kinerja terus membaik,” jelas Irfan di Jakarta, Minggu (2/8/2020).

Dampak terparah yang dialami perusahaan kata Irfan yaitu jumlah penerbangan yang sebelumnya melayani lebih dari 400 penerbangan per hari, menurun drastis hanya sekitar 100 penerbangan saja.

Tak hanya rute penerbangan, jumlah penumpang juga anjlok hingga mencapai 90 persen dari sebelum pandemi.

Maka upaya pemulihan kinerja perlu dilakukan secara menyeluruh pada lini bisnis Garuda Indonesia, mulai dari layanan kargo udara, optimalisasi pendapatan penumpang penerbangan berjadwal, hingga penerbangan charter.

Perseroan juga melakukan upaya lain seperti restrukturisasi utang, negosiasi biaya sewa pesawat, dan efisiensi biaya operasional. []

Continue Reading

Transportasi

Kereta Batubara Mulai Naik Jadi Jadi 20 Rangkaian

EKO PRASETYO

Published

on

Kereta batubara

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Kereta batubara yang melintasi jalur Tanjung Enim Baru-Tarahan mengalami peningkatan rata-rata rangkaian kereta. Pada awal pandemi covid-19, angkutan kereta batubara hanya maksimal 16 rangkaian, kini bertambah menjadi 19 hingga 20 rangkaian pada periode Juni-Juli 2020.

Komisaris PT Kereta Api Indonesia (Persero) Cris Kuntadi, mengatakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah melakukan upaya peningkatan pelayanan bongkar harian angkutan Batubara di berbagai jalur.

Salah satunya di relasi Tanjung Enim Baru-Tarahan yang menghubungkan Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung.

“Upaya yang sama dilakukan di Stasiun Tarahan Pelayanan bongkar harian angkutan Batubara relasi Tanjung Enim Baru-Tarahan. Hasilnya mulai ada peningkatan rata-rata rangkaian kereta. Awalnya hanya 16 rangkaian kini melayani 19-20 rangkaian kereta batubara setiap harinya,” ujar Cris Kuntadi, dalam keterangannya, Minggu (2/8/2020).

Kereta Batubara Sempat Turun

Berdasarkan data KAI, angkutan Kereta Batubara PT Bukit Asam di jalur ini sempat mengalami penurunan volume angkut sekitar 20 persen dari triwulan I dan triwulan II tahun 2020.

Pada Triwulan I kereta batubara mengangkut 5,3 juta Ton batubara sementara Triwulan II turun menjadi 3,9 juta Ton.

Ia berharap gerbong kosong yang tidak memuat balik muatan yang melintas dari Tarahan ke Palembang seharusnya dapat berisi muatan.

Menurut Cris, Jika hal ini dimanfaatkan maka nilai tambah yang dihasilkan akan sangat luar biasa.

“Kami berharap ke depan pengangkutan muatan dapat dimaksimalkan karena pengangkutan maksimal 19 hingga 20 rangkaian kereta yang membawa 59 hingga 60 gerbong kereta melintas setiap hari. Jadi sekitar 1.200 gerbong yang bermuatan 52 ton belum dimanfaatkan,” jelas Cris yang juga menjabat Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan.

Menurut Cris, untuk peningkatan angkutan kereta yang mengangkut batubara di Tarahan dapat terus maksimal, dengan melakukan perawatan di Depo Tarahan dan Balai Asahan Rejosari, Lampung Selatan.

Sementara Deputi EVP Divre IV Tanjungkarang Teguh Imam Santoso, berharap ada peningkatan volume angkutan batubara dan muatan lain, seperti bahan bakar minyak dan semen.

Teguh mengatakan kereta api yang membawa batubara menuju Tarahan mendapat perawatan yang maksimum dan terjadwal dengan sistem trainset.

“Perawatan ini kami lakukan secara rutin agar kereta batubara dan muatan lainnya berjalan dengan maksimal,” ujarnya. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!