Ridwan Kamil: “Hasil RUPS bank bjb, Dirut Diberhentikan”

by
RUPS bank bjb

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham / RUPS bank bjb yang digelar di Hotel Arya Duta Bandung (11/12) telah memutuskan untuk memberhentikan Ahmad Irfan sebagai Direktur Utama.

Usai menggelar RUPS bank bjb, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membeberkan alasan pemberhentian tersebut karena para pemegang saham dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Banten ingin mengembalikan fungsi bank bjb sebagai Bank Pembangunan Daerah atau BPD dengan terus mendongkrak perekonomian daerah melalui kredit mikro.

Baca Juga: Bank bjb menerima penghargaan dari Majalah Indonesia Business News dalam acara TOP Bank 2018

“Kami membutuhkan profil baru yang mampu menjawab tantangan dari pemegang saham. Oleh karena itu keputusan yang diambil adalah memberhentikan Direktur Utama dan menggantinya dengan sosok baru,” jelas pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan dalam rangka menjaga azas keadilan, pihaknya akan mencari figur baru dengan mekanisme yang sesuai dengan aturan dan kebutuhan bank bjb. Termasuk, mempersilahkan kembali Ahmad Irfan mengikuti seleksi tersebut.

“Dalam tantangan bank bjb yang baru ini Dirut sebelumnya (Ahmad Irfan) tentunya boleh ikut fit and proper test. Apabila memungkinkan Ahmad Irfan meyakinkan pemegang saham di dua bulan pelaksanaan fit and proper test untuk visi baru bank bjb yaitu sebagai bank pembangunan daerah dan mikro, maka bukan hal yang mustahil beliau kembali diangkat sebagai Direktur Utama,” pungkas Emil.

Namun, dalam proses ini, lanjut Emil, pihaknya akan tetap fair dengan memberi kesempatan kepada pihak lain yang memiliki pengalaman dalam bidang pembangunan dan mikro sebagai warna baru bank bjb.

Baca Juga: Bank bjb Masuk SWA Top 100 Perusahaan Publik Terbaik

“Setelah hasil RUPS disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru setelah itu kami akan buka proses seleksi. Hasil dari seleksi Dirut baru bank bjb akan diumumkan dan dilantik pada Maret 2019 sesuai dengan RUPS tahunan,” terangnya.

Adapun untuk mengisi kursi kosong Direktur Utama untuk sementarawaktu akan diisi oleh Direktur Kepatuhan dan manajemen risiko, Agus Mulyana sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *