Restrukturisasi Utang Ditandangani Krakatau Steel dengan Bank

oleh
Restrukturisasi utang

Restrukturisasi utang atau perubahan dan pernyataan kembali utang perseroan, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk ditandatangani. Penandatanganan dilakukan untuk semua utang KRAS, baik dengan bank swasta atau bank milik pemerintah alias BUMN.

Sampai saat ini penandatanganan restrukturisasi utang sudah dilakukan Krakatau Steel dengan tiga bank BMUN yaitu PT Bank Mandiri (Perser) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Sementara bank swasta sindikasi yang ikut menandatangani adalah PT Bank Central Asia Tbk. Ditambah tandatangan dari Lembaga Pembiayaan Eksor Indonesia.

Penandatanganan surat pernyataan kembali utang yang dilakukan BCA dan Lembaga Pembiaaan Ekspor Indonesia disaksikan oleh perwakilan bank swasta, yaitu PT Bank Cimb Niaga Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank ICBC Indonesia, Standard Chartered Bank Indonesia, dan PT Bank DBS Indonesia.

Tujuan Restrukturisasi Utang PT Krakatau Steel

Tujuan restrukturisasi utang, menurut Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim adalah menyelematkan perseroan. Menurut Silmy, perjanjian kerja sama perbankan harus dilakukan mengingat KRAS memiliki aspek strategis dalam pembangunan nasional.

KRAS adalah tulang punggung industri dan pembangunan infrastruktur. Diharapkan, setelah restrukturisasi, perseroan akan lebih lincah dalam pengembangan bisnis dan pasar di masa yang akan datang.

Restrukturisasi utang dilakukan Krakatau Steel (KRAS) dengan melibatkan anak-anak usahanya. Perusahaan akan berkomitmen dalam menjaga kelangsungan operasional dan anak usaha tersebut guna memenuhi perjanjian kerjasama.

Dengan ditandatanganinya persetujuan kerjasama pembiayaan, KRAS memeproleh pinjaman untuk modal kerja tambahan sebesar US$200 juta dari sindikasi bank. Pinjaman yang diberikan bertujuan membuat perseroan mencapai likuiditas yang sehat. Selanjutnya, tranformasi bisnis dan keuangan akan berjalan lancar.

Selain restrukturisasi utang, perusahaan baja berpelat merah ini melakukan beberapa langkah lain untuk menyelematkan perseroan. Langkah tersebut, antara lain menjual aset-aset non-core, perampingan organisasi, dan mencari mitra bisnis strategis.

Langkah tersebut juga ditambah dengan pelepasan unit kerja yang semula bersifat cost centre atau hanya melayani induk perusahaan dalam hal ini Krakatau Steel, menjadi bagian dari pengembangan bisnia anak usaha yang dimiliki. Perusahaan menjadi bersifat profit centre.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *