Restrukturisasi Krakatau Steel, Bank Mandiri Tunggu Bank Asing

oleh
Bank Mandiri

Bank Mandiri sebagai salah satu debitur dalam rencana restrukturisasi PT Krakatau Steel Tbk, akan melaksanakan penandatanganan perjanjian restrukturisasi kredit pada September 2019 ini. dimana hal itu menjadi kelanjutan dari master restructuring agreement (MRA) yang ditandatangani pada bulan Juni 2019 lalu.

Direktur Korporasi Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan jika saat ini pihaknya sedang menunggu beberapa keputusan dari bank-bank asing yang juga akan terlibat menjadi kreditur KRAS.

Penandatanganan perjanjian restrukturisasi kredit tersebut, lanjut Royke, hanya persoalan waktu saja dan mengenai skema yang ditawarkan tidak akan ada perubahan. Pasalnya, beberapa bank asing yang menjadi kreditur Krakatau Steel harus meminta persetujuan restrukturisasi dari kantor pusat di negara asal masing-masing.

Menurut penuturan Royke pihaknya memiliki eksposur kredit ke KRAS hampir menyentuh Rp 7 triliun. Hingga saat ini, Krakatau Steel masih tercatat sebagai debitur lancar atau kolektibilitas 1 (kol.1).

“Kreditnya itu macam-macam, ada bank garansi, ada letter of credit (LC), kredit investasi, modal kerja ada semua,” ujar Royke di Jakarta, Senin (3/9).

Sebelumnya, lanjut Royke, pihaknya merencanakan tiga skema restrukturisasi yaitu penjualan aset, pembayaran menggunakan cash flow, serta sebagian berasal dari convertible bond.

“Tiga skema tersebut ini punya jenis tenor berbeda. Untuk skema pertama, ada potensi tenor pelunasan kredit diperpanjang, kemudian skema memiliki tenor tiga tahun.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa apabila dulu terdapat perjanjian berupa MRA, namun saat ini, sudah berbentuk perjanjian kredit (PK) yang akan ditandatangani terkait rencana restrukturisasi Krakatau Steel. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *