Connect with us
Pln

Asuransi

Restrukturisasi Asuransi Jiwasraya Hampir Rampung, ini Langkah Perseroan!

Published

on

Restrukturisasi Asuransi Jiwasraya

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Restrukturisasi Asuransi Jiwasraya yang dijalankan oleh pemerintah melalui Indonesia Financial Group (IFG) sudah hampir rampung.

Program restrukturisasi asuransi Jiwasraya terhadap para pemegang polis pada bulan Desember 2022 sudah memasuki tahap akhir.

Hal itu ditandai dengan rencana pengalihan polis, aset dan liabilitas dari Jiwasraya kepada IFG Life yang masuk kloter akhir.

Untuk itu, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mulai mempersiapkan rencana pengembalian izin perusahaan kepada pemerintah.

Direktur Utama PT Jiwasraya, Angger P Yuwono mengatakan, dengan pengalihan polis, aset dan liabilitas ini, artinya restrukturisasi asuransi Jiwasraya secara menyeluruh akan selesai.

Menurutnya, proses restrukturisasi ini telah dijalankan sesuai dengan peraturan dan Undang Undang yang berlaku.

“Kami berkomitmen menjalankan restrukturisasi asuransi Jiwasraya dengan mengedepankan prinsip kepatuhan dan kehati-hatian,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (15/12/2022).

Angger menyebutkan program restrukturisasi dilakukan lantaran kondisi keuangan perusahaan yang terus mengalami tekanan sekaligus untuk menghindari potensi kerugian besar yang dialami pemegang polis dan negara.

Hingga akhir tahun 2021 ada beberapa jenis pemegang polis yang mengikuti restrukturisasi, yaitu polis kategori korporasi (99,3%), polis kategori ritel (99,6%) dan polis kategori bancassurace (98,4%).

Sementara per 1 November 2022, total asset dan liabilitas yang dialihkan PT Jiwasraya kepada IFG Life masing-masing Rp7 triliun dan Rp29 triliun.

Menurut Angger, pengalihan ini sudah mencapai 74,14 persen dari total seluruh nilai aset dan liabilitas yang akan dialihkan.

“Seiring dengan pelaksanaan tahap akhir restrukturisasi, kamu pun berupaya melakukan efisiensi beban perusahaan. Hal itu untuk menjamin seluruh pemegang polis akan menerima haknya setelah pengalihan ke perusahaan baru yakni IFG Life,” ujarnya.

Perusahaan asuransi milik negara ini juga akan menjalankan program rightsizing struktur organisasi dan rasionalisasi yang selama ini telah disosialisasikan.

Program ini sudah diatur dalam PP Nomor 35 tahun 2021, PP Nomor 36 tahun 2021 dan Perjanjian Kerja Bersama antara PT Jiwasraya dan Serikat Pekerja Jiwasraya di tahun 2020.

Direktur Manajemen Risiko, SDM dan Umum PT Jiwasraya, R Mahelan Prabantarikso menjelaskan program rightsizing dan rasionalisasi ini sebagai langkah efisiensi beban perusahaan.

Mahelan mengatakan saat ini sudah tidak ada lagi aktivitas penjualan produk dan perusahaan sudah mengalami kerugian sejak lama sehingga perlu dilakukan rasionalisasi.

“Beban kerja di Jiwasraya sudah banyak berkurang dan kami perlu melakukan perombakan struktur organisasi dan penyesuaian dengan kebutuhan perusahaan,” kata dia.

Selain itu rightsizing dan rasionalisasi juga harus dilakukan karena perseroan sedang mengajukan pengembalian izin kepada regulator.

Meski begitu, Mahelan memastikan seluruh hak pegawai akan tetap dipenuhi meski kondisi keuangan perusahaan masih terus menurun. []

Continue Reading

Label

Copyright © 2023 MEDIABUMN.COM