Direktur PT Pos Indonesia (Persero) – Gilarsi W. Setijono: Hadapi Disrupsi, Pos Indonesia Lakukan Improvement Relevankan Seluruh Aspek Bisnis

by

Ekonomi digital akan terus semakin berkembang ke depan seiring perkembangan teknologi. Era teknologi digital menghadirkan disrupsi pada seluruh sektor bisnis. Disrupsi menjadi masa depan bagi pelaku bisnis yang tengah euphoria dengan perubahan pola konvensional menjadi digital. Namun sebaliknya, bagi pelaku bisnis yang nyaman dengan pola bisnis konvensional, disrupsi merupakan momok dan awal kepunahan. Bagi Pos Indonesia disrupsi merupakan masa depan yang harus diraih, karena saat ini Pos Indonesia tengah merombak seluruh dapur bisnisnya dengan merelevankan seluruh aspek-aspek strategis terhadap apa-apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat di era milenial saat ini.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata “disrupsi” memiliki arti hal yang tercabut dari akarnya. Jika dikaitkan dengan kondisi saat ini, disrupsi merupakan gangguan yang mengakibatkan suatu bisnis tidak berjalan dengan baik karena adanya kompetitor baru yang cenderung lekat dengan pelayanan berbasis teknologi, yang mengakibatkan pemain bisnis lama harus memikirkan ulang strategi berhadapan dengan era baru saat ini.

Baca Juga : 2018 Pos Indonesia Siap Merespon Tantangan Ekonomi Digital

Disrupsi tersebut hadir karena adanya kebiasaan-kebiasaan yang dianggap tidak efisien (inefisiensi). Ketidakefisienan tersebut menghilang dengan hadirnya teknologi digital, yang pada akhirnya menjadi faktor utama perubahan bisnis saat ini. Dengan kata lain, perubahan paradigma bisnis dari pola konvensional menjadi pola digital yang bertumpu pada teknologi menjadi driver pertumbuhan bagi mereka para pelaku bisnis saat ini. Paradigma tersebut pun mampu merubah gaya hidup masyarakat menjadi digital dan menjadikan segalanya menjadi serba mungkin. Bahkan esok pun bisa menjadi hari ini!

Menurut Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Gilarsi W. Setijono, perseroan sejatinya telah merespon hal tersebut sejak 2 tahun lalu. Perubahan landscape bisnis menjadi issue yang selalu hangat untuk dibahas oleh manajemen. Pos Indonesia, jelasnya, tidak hanya berdiam diri dan terpesona menyaksikan kompetitor yang tengah lahap menyantap pasar, tetapi BUMN orange ini tengah menyiapkan langkah dan strategi untuk merelevankan seluruh aspek bisnis sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat saat ini. Gilarsi menyebut, Infrastruktur bisnis berbasis teknologi adalah agenda utamanya Pos Indonesia.

“Istilahnya, kami bereskan dapur terlebih dahulu setelah yakin benar-benar sudah tidak ada masalah, baru kita percaya diri untuk perang. Jadi kami tidak ingin masyarakat hilang kepercayaan kepada kami setelah menggunakan produk kami yang ternyata memang bermasalah. Untuk menarik mereka kembali akan menjadi lebih sulit,” tandas pria kelahiran 10 Februari 1962 tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *