PT Wika Targetkan Progres 50 Persen Konstruksi Kereta Cepat Akhir Tahun

oleh
PT Wika

PT Wika telah menarget proses pembangunan konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung capai 50 persen di akhir tahun ini. Sampai sekarang, proyek pembangunan itu masih mencapai 27,2 persen.

Direktur Utama PT Wijaya Karya, Tumiyana, menyebut bahwa total investasi yang dikucurkan untuk membangun KA Cepat Jakarta-Bandung ini mencapai Rp80 triliun. 20 persen dari dana itu dipenuhi aset perseroan, sementara 80 persennya dari pembiayaan utang.

Sampai saat ini, progres pembangunan 27,2 persen tersebut memiliki nilai investasi sebesar Rp21,6 triliun. Hingga sampai akhir tahun dengan target 49-50 persen, berarti nilai investasinya akan menuju angka Rp40 triliun.

Lintasan KA Cepat Jakarta-Bandung tersebut mempunyai panjang sampai 142 kilometer dengan kapasitas lintas operasi 198 kereta per harinya. Adapun kecepatan KA Cepat tersebut, nantinya akan menembus 300 kilometer per jam.

Stasiun lintasan kereta sendiri akan melalui Halim, Jakarta, dan menuju Karawang, Walini, kemudian tiba di Tegalluar Bandung. Keempat stasiun tersebut akan menjadi pelengkap konsep transit oriented development (TOD) untuk masing-masing kawasannya.

PT Wika Pantau Progres Pembangunan

Masuk ke semester kedua 2019 ini, Tumiyana mengatakan, masih ada sekitar 2,7 persen total kebutuhan lahan yang masih belum dibebaskan. Lahan itu adalah fasilitas sosial dan fasilitas umum, hingga harus ada lokasi penggantinya jika akan dibangun lintasan kereta. Meski begitu, pembebasan lahan tersebut harus diselesaikan saat ini juga. Sementara, untuk trek utama sudah bebas dan sudah bergerak semua.

PT Wika menarget pembangunan proyek KA Cepat Jakarta-Bandung tersebut akan tuntas di pertengahan 2021 nanti. Wika juga sudah menetapkan waktu untuk uji coba, yaitu di kuartal kedua 2021 atau sekitar bulan April-Juni. Uji coba tersebut akan berlangsung selama tiga sampai lima bulan. Jika uji coba selesai tanpa kendala, maka operasi penuh akan segera diterapkan.

Tumiyana mengatakan, proyek ini akan menguntungkan PT Wika karena akan meningkatkan bisnis properti di sekitar lintasannya. PT Wika memprediksi, total pendapatan setelah kereta cepat ini beroperasi akan mencapai Rp78 triliun. Atau mungkin juga, lebih besar dari utang yang dikeluarkan untuk memenuhi biaya investasi itu, yakni Rp64 triliun. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *