PT Waskita Karya Terbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan IV

oleh
PT Waskita Karya

PT Waskita Karya (Persero) Tbk berencana untuk menerbitkan dua surat utang sebesar Rp6,50 triliun selama semester kedua 2019. Hal itu dilakukan guna melunasi utang lama dan modal pengembangan proyek barunya.

Haris Gunawan selaku Direktur Keuangan PT Waskita Karya menuturkan bahwa, surat utang yang bakal diterbitkan, yakni berupa Penawaran Umum Berkelanjutan atau PUB IV yang bernilai Rp3 triliun. Dan juga surat utang global yang setara dengan Rp3,50 triliun.

PT Waskita Karya Tawarkan Global Bond

Surat utang global atau global bond sendiri merupakan obligasi internasional atau surat utang negara yang diterbitkan dalam valuta asing. Global bond sangat bergantung terhadap rating dari lembaga internasional. PT Waskita Karya berencana menggunakan global bond dalam pembiayaan investasi baru juga beberapa ruas tol.

Penerbitan global bond dinilai menawarkan risiko yang paling rendah dari sisi biaya dan juga faktor. Hal itu tengah dalam proses penawaran oleh PT Waskita Karya, dari dalam maupun luar negeri. Yang ditargetkan untuk selesai pada semester kedua tahun 2019.

Obligasi dalam negeri bakal diterbitkan terlebih dahulu pada bulan September 2019 nanti. Alhasil, rencana penerbitan surat utang paling banyak akan ditargetkan mencapai Rp6,50 triliun. “Ini PUB yang baru, PUB yang keempat. Total kami (akan) terbitkan Rp4,95 triliun, tapi tahun ini kami terbitkan Rp3 triliun dahulu. Underwriter-nya (ini) keroyokan,” kata Haris.

Perusahaan sekuritas yang bakal menjadi penjamin pelaksana emisi atau underwriter antara lain. Yaitu, PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT DBS Vickers Securities, serta PT BNI Securities.

Sebelumnya, PT Waskita Karya juga sudah menuntaskan dalam penerbitan tiga obligasi berkelanjutan. Per Juni 2019, total utang obligasi bersih yang masih jadi kewajiban perseroan mencapai hingga Rp12,94 triliun. Rata-rata tingkat bunga dari obligasi yang masih belum dilunasi berkisar antara 7,75 sampai dengan 11,10 persen.

Selain dengan menerbitkan obligasi dalam negeri, PT Waskita Karya juga tengah menelaah dalam penerbitan obligasi global. Dengan menggandeng salah satu bank asing sebagai arranger, yang bakal mengatur sedemikian rupa.

Supaya perseroan bisa mendapatkan dana segar dalam denominasi rupiah. Untuk risiko nilai tukar bakal ditanggung melalui lindung nilai atau disebut hedging yang mana menjadi porsi dari arranger. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *