PT Waskita Beton Precast Incar Pendapatan Rp9,4 Triliun

oleh
PT Waskita Beton Precast

PT Waskita Beton Precast Tbk terus pacu kinerjanya di semester II/2019 untuk mencapai target yang disasarnya tahun ini. Berdasarkan  laporan keuangan di semester I/2019, PT Waskita Beton Precast sudah mengantongi pendapatan sampai dengan Rp3,82 triliun. Posisi tersebut turun tipis 0,61 persen dari periode yang sama tahun lalu yakni Rp3,84 triliun. Dari situlah perseroan membukukan laba bersihnya Rp376,73 miliar per Juni 2019 ini. Posisi itu juga turun dari tahun lalu yang mencapai Rp690,68 miliar.

PT Waskita Beton Precast Kejar Pendapatan

Meski begitu, arus kas dari berbagai aktivitas operasi perseroan ini mencatat hasil positif yakni Rp311,77 miliar. Nilai tersebut naik sampai 495,09 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu. Pada tahun ini, PT Waskita Beton Precast telah mengincar pendapatannya sampai Rp9,4 triliun. Sementara itu, laba bersihnya dibidik mencapai Rp1,3 triliun tahun ini.

Bisa disimpulkan bahwa perseroan harus mengejar pendapatan Rp5,58 triliun lagi serta laba bersih Rp923,27 miliar di semester II/2019 ini untuk mencapai target itu.

Sekretaris PT Waskita Beton Precast, Siti Fathia Maisa Syafurah menjelaskan bahwa sekarang ini sudah tidak ada proyek turn key yang dicatat pada semester I/2019 ini. Selain itu, perseroan juga lebih banyak menggarap proyek eksternal di luar tol hingga marginnya lebih rendah.

Untuk mempercepat kinerja di semester Ii ini, Siti mengatakan bahwa perseroan berusaha untuk melakukan inovasi produk serta pengembangan kompetensi tenaga kerja. Selain itu, perseroan juga memanfaatkan peluang bisnis yang ada pada sektor infrastrukutur seperti pelabuhan, bandara, kereta api dan sebagainya.

Pihaknya terus optimis mencapai proyeksi hingga akhir tahun ini, serta akan menggenjot laju pertumbuhan pendapatan usaha di semester II/2019 ini. Di semester I lalu, PT Waskita Beton mengantongi nilai kontrak baru senilai Rp3,25 triliun. Pencapaian tersebut tumbuh 9,4 persen dibanding dengan periode yang sama di tahun lalu.

Perolehan kontrak baru tersebut berasal dari proyek besar seperti Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar Seksi 2 dan 3, serta proyek jalan tol lainnya. Karena inilah, total nilai kontrak yang dikelola perseroan mencapai Rp12,59 triliun. Sedangkan nilai kontrak yang diincar tahun ini mencapai Rp10,39 triliun. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *