Connect with us
PERTAMINA

Finansial

PT Pos Indonesia Realistis dalam Target Bisnis Remitansi

MediaBUMN

Published

on

PT Pos Indonesia

PT Pos Indonesia menjadikan bisnis remitansi sebagai salah satu andalan baru perseroan yang termasuk dalam BUMN ini. Remitansi sendiri adalah transaksi pengiriman uang yang dilakukan oleh para pekerja asing kepada penerima di negara asalnya.

Didasari data perbankan, bisnis remitansi pekerjaan imigran pada tahun 2019 ini diperkirakan bakal naik sebanyak 23 persen. Dari perolehan remitansi pada akhir tahun 2018 lalu yang mencapai angka US$10,8 miliar. Akan tetapi perkiraan tersebut bisa saja meleset seiring dengan menurunnya tren bisnis remitansi secara global.

Abdussyukur Muharam selaku Manajer Remitansi Luar Negeri PT Pos Indonesia mengatakan. Bahwa pada tahun 2019 ini, perseroan menargetkan perolehan kiriman uang sebanyak Rp13,7 triliun dengan total transaksi mencapai 2,9 juta transaksi.

“Kami sangat realistis terhadap target di tahun ini, kami ikuti tren yang terjadi pada 4 tahun terakhir. Seiring kebijakan moratorium bagi tenaga migran di Indonesia. Tetapi kami juga berharap bisa melampaui target tersebut,” jelas Abdussyukur. Adapun hingga triwulan satu tahun 2019, PT Pos Indonesia sudah menghimpun total transaksi remitansi yang mencapai 700 ribu transaksi. Dengan jumlah kiriman uang sebanyak Rp3,1 triliun.

PT Pos Indonesia Alami Penurunan

Apabila dicermati, dalam 4 tahun terakhir terjadi penurunan kinerja bisnis remitansi yang terjadi bukan hanya terhadap PT Pos Indonesia saja. Tetapi, secara global berdampak terhadap seluruh pelaku usaha bisnis remitansi. Salah satu penyebabnya yakni, karena berlakunya moratorium pengiriman tenaga kerja ke negara Timur Tengah atau Middle East.

“Pemerintah makin memperketat pengiriman TKI ke negara-negara di Kawasan Timur Tengah. Kalaupun ada, hanya perpanjangan masa kerja, bukan (untuk) penambahan tenaga kerja baru. (Hal) ini tentunya berdampak bagi seluruh pemain pada bisnis remitansi,” tutur Abdussyukur.

Saudi Arabia menjadi salah satu negara dengan market terbesar untuk PT Pos Indonesia. Bila dibandingkan 5 tahun yang lalu, jumlah TKI ke negara ini terus berkurang, seiring dengan kebijakan moratorium tenaga kerja asing.

“Mungkin ke depannya apabila pemerintah mencabut kebijakan moratorium tersebut, pasti dampaknya akan makin baik bagi bisnis remitansi. Namun di luar itu, pemerintah tentunya sudah memikirkan yang terbaik dalam memberikan perlindungan. Terhadap tenaga migran Indonesia,” tambah Abdussyukur.

Selama moratorium diberlakukan, pemerintah Indonesia terus mendorong negara yang ada di kawasan guna memperbaiki aturan. Atau tata kelola penempatan dan perlindungan pekerja migran dan juga memiliki mekanisme penjelasan yang jelas. Apabila terjadi masalah yang menimpa para pekerja migran Indonesia. []

Jasa Keuangan

Modal BPUI Rp20 Triliun Diprioritaskan Untuk Askrindo dan Jamkrindo

EKO PRASETYO

Published

on

Modal BPUI

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Modal BPUI atau PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) disiapkan oleh pemerintah sebesar Rp20 triliun.

Dana ini diberikan dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) yang akan digunakan oleh PT Askrindo dan PT Jamkrindo.

Kedua perusahaan yang bergerak dalam bidang jaminan dan asuransi kredit itu sekarang berada di bawah naungan BPUI dan diberi tugas dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dimana keduanya diminta oleh pemrintah untuk memberikan penjaminan atas pemberian insentif kredit kepada UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata mengatakan, sebelumnya telah diusulkan penambahan modal BPUI karena Jamkrindo dan Askrindo sudah menjadi anak BPUI.

“Maka kami menyalurkan modal kepada Bahana yang kemudian disalurkan lagi ke Jamkrindo dan Askrindo. Dengan tambahan PMN itu kita harapkan gearing ratio sesuai ketentuan OJK bisa dikendalikan pada level yang di bawah 20 kali,” ujar Isa dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Ia menjelaskan, dalam peraturan POJK Nomor 2 Tahun 2017, maksimum gearing ratio dalam penjaminan usaha produktif hanya 20 kali.

Gearing ratio sendiri adalah perbandingan total nilai penjaminan yang ditanggung dengan ekuitas lembaga penjamin.

Sementara kondisi gearing ratio PT Jamkrido dan PT Askrindo masing masing 18,1 kali dan 19,1 kali.

“Dengan adanya penugasan di program PEN, gearing ratio keduanya kami perkirakan akan naik menjadi 21,9 kali dan 22,7 kali di tahun 2021. Kalau tahun ini masih berupaya memenuhi ketentuan gearing ratio dari OJK, tahun depan diperkirakan akan meningkat,” harapnya.

Untuk penjaminan kredit UMKM dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional, sudah ditetapkan maksimum 3 tahun.

Maka potensi kenaikan gearing ratio akan terus terjadi hingga tahun 2024 mendatang hingga 25,1 kali dan 23,2 kali.

“Kalau ini tercapai, tentunya akan melampaui batas yang diperkenankan oleh OJK,” ujarnya.

Tercatat, realisasi penjaminan program PEN hingga September 2020 dari PT Jamkrindo baru mencapai Rp2,95 triliiun.

Artinya persentase capaian target penjaminan baru 27 persen dari pagu total penyaluran program PEN Rp23,2 triliun. []

Continue Reading

Perbankan

Dana PEN Bertambah, BTN Target Penyaluran Kredit Rp30 Triliun

Alfian Setya Saputra

Published

on

Dana PEN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) dari Pemerintah Pusat kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan ditambah.

Bank BUMN ini akan mendapatkan penambahan dana PEN sebesar Rp5 triliun.

Sehingga total penempatan uang negara di Bank BTN menjadi Rp10 triliun dari penempatan semula Rp5 triliun.

Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan, bertambahnya dana PEN ini, membuat BTN semakin optimis mampu memenuhi komitmen jumlah penyaluran kredit sebesar Rp30 triliun, atau naik 3 kali lipat dari dana yang ditempatkan Pemerintah.

“Kami berkomitmen memenuhi target untuk menyalurkan pembiayaan kredit dari dana PEN. Dengan tambahan dana itu maka target penyaluran kredit Bank BTN untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional juga meningkat menjadi Rp30 triliun,” kata Pahala Nugraha di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Pahala menjelaskan, porsi terbesar dari penyaluran kredit itu ada di sektor perumahan, sesuai dengan inti bisnis (core business) Bank BTN.
Pihak perseroan juga akan terus berupaya memaksimalkan ekspansi kredit dengan tetap memperhatikan pengelolaan risiko.

“Dalam realisasi penyaluran kredit, kami tetap memegang prinsip kehati-hatian agar rasio kredit bermasalah bisa terjaga. Selain itu debitur juga tidak terbebani dengan cicilan di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti yang terjadi saat ini,” kata Pahala.

Ia menambahkan, kredit kepada sektor properti yang disalurkan Bank pelat merah ini menyasar pada lebih dari 170 industri di sektor pembangunan perumahan, dan telah banyak menyerap tenaga kerja.

Bisnis properti juga menjadi sektor yang banyak memanfaatkan bahan baku dari dalam negeri, sehingga secara tidak langsung ikut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jadi sektor ini sangat strategis untuk mendukung roda perekonomian di masa pandemi Covid-19 karena bisnisnya terus berjalan,” jelasnya.

Selain itu, penduduk Indonesia masih banyak yang membutuhkan rumah tempat tinggal.

Hal itu tampak dari masih ada backlog sebesar 11,4 juta berdasarkan kepemilikan dan 7,6 juta berdasarkan hunian, masih besarnya backlog ini membuka peluang ekspansi bisnis properti.

Tingginya backlog ini juga menunjukkan masih besarnya peluang untuk penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Menurut Pahala, hal itu menunjukkan prospek dan juga kebutuhan rumah di berbagai daerah di Indonesia masih sangat tinggi. []

Continue Reading

Perbankan

Dua Dekade Mengabdi dan Bertransformasi, Langkah bank bjb Diganjar Apresiasi

MediaBUMN

Published

on

Infobank Awards 2020

MEDIABUMN.COM, Jakarta – 20 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk menjaga keberlangsungan sebuah usaha. Dalam rentang waktu yang panjang itu, banyak hal bisa terjadi. Halangan dan tantangan silih ganti berdatangan, mengintervensi, menguji daya tahan perusahaan terhadap berbagai macam terpaan, akankah bertahan atau tumbang secara perlahan.

Dua dekade terakhir di tanah air adalah masa-masa yang mendebarkan dan penuh tantangan bagi dunia usaha. Saat milenium kedua baru dimulai, situasi perekonomian negeri belum sepenuhnya pulih dari hantaman krisis moneter tahun 1998. Dampak luar biasa dahsyat dari krisis membuat ekonomi terseok-seok. Dunia usaha yang menjadi pilar utama bangkit secara perlahan dalam pada ini, tak terkecuali bank bjb yang saat itu tengah bertumbuh.

Seiring waktu berlalu, badai krisis mulai dapat dilalui. bank bjb ikut mencicipi buah dari hasil kerja kerasnya bangkit dari titik terendah. Namun belum lama rasa manis itu dicecap, krisis kembali menghampiri pada tahun 2008. Tak sebesar dan sedahsyat yang sebelumnya memang, namun tetap saja mampu membunyikan alarm waspada.

Berangkat dari pengalaman sebelumnya, bank bjb tak kesulitan berbenah. Perseroan tetap mampu berlari kencang dengan mencatatkan pertumbuhan di tahun-tahun berikutnya. Pertumbuhan ini diikuti dengan konsistensi perusahaan dalam memberikan sumbangsih mendorong perekonomian negeri, melaalui optimalisasi fungsi intermediasi dan program-program untuk memperkuat sendi-sendi ekonomi nasional lewat sokongan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara terpadu dan berkesinambungan.

Kinerja sangat baik dan penuh kontribusi ini terus diperlihatkan bank bjb hingga dua dekade setelah pergantian milenium. Badai krisis yang dipicu pandemi COVID-19 memang memberi dampak kepada perseroan. Namun berkat pengalaman dan kematangan bank bjb, perusahaan masih sanggup menorehkan catatan positif. Tercatat bank bjb berhasil memperoleh laba bersih mencapai Rp808 miliar yang ditopang pertumbuhan total nilai aset sebesar 3,8% year on year (y-o-y) menjadi Rp125,3 miliar.

Pertumbuhan yang ditorehkan dalam dekade-dekade penuh tantangan ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan patut diganjar apresiasi. Bak gayung yang bersambut, bank bjb meraih penghargaan khusus atas predikat “Sangat Bagus Selama 20 Tahun Berturut-turut” dalam ajang 25th Infobank Awards 2020 yang diserahkan pada Kamis (24/9/2020).

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan apresiasi ini merupakan bukti nyata pengakuan atas kinerja luar biasa yang selama ini diperlihatkan perseroan. Kerja keras, soliditas, dan komitmen kuat untuk terus bertransformasi lewat inovasi, menjadi senjata utama bank bjb dalam meraih keberhasilannya sejauh ini.

“bank bjb selalu menjadikan kepuasan nasabah sebagai orientasi utama dalam menjalankan usahanya. Tak mengherankan bila kemudian kami selalu konsisten bertransformasi dengan menghadirkan berbagai inovasi demi menghadirkan kemudahan dan kepuasan dalam pelayanan. Semangat ini didorong pula oleh tuntutan zaman yang semakin bergerak cepat, di mana perusahaan harus cakap beradaptasi dan cergas dalam membaca situasi demi menjaga gerak pertumbuhan yang berkesinambungan,” kata Yuddy.

Penghargaan Infobank Awards ini diberikan lantaran bank bjb dinilai mampu secara konsisten memperlihatkan performa usaha yang gemilang lewat pertumbuhan secara kontinyu. Selain itu bank bjb juga dinilai memiliki kecakapan sangat baik dalam merespons perkembangan zaman khususnya di era Revolusi Industri 4.0 di mana transformasi digital bagi industri perbankan adalah sebuah keniscayaan.

Dalam praktiknya, bank bjb memang getol melakukan pembenahan di sektor infrastruktur perbankan digital. Berbagai pembaruan produk dan layanan dihadirkan kepada para nasabah setia yang selama ini telah menjadi mitra dalam bertumbuh dan berkembang bersama. Sebut saja aplikasi bjb DIGI, yang kini telah dibekali berbagai fitur lengkap untuk memenuhi segala rupa kebutuhan transaksi selama 24 jam nonstop. Baru-baru ini, bank bjb juga telah meluncurkan uang elektronik bjb DigiCash yang dapat digunakan khalayak luas. Sebelumnya, bank bjb juga menjadi salah satu perbankan yang proaktif mengadopsi teknologi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Digitalisasi dan elektronifikasi layanan ini juga dikembangkan bank bjb dalam program kolaborasi bersama pemerintah daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan daerah antara lain digitalisasi layanan publik, digitalisasi Pemerintahan Daerah dan mendukung program Smart City. Beberapa program kolaborasi dengan Pemerintah Daerah yang telah berjalan antara Iain layanan Pembayaran PBB-P2 dan pajak lainnya (E-Tax), E-Channel Samsat (E-Samsat), Tabungan Samsat (T-Samsat), Samsat Jawa Barat Ngabret/Bergerak Cepat (SAMSAT J’bret), Samsat Banten Hebat (SAMBAT), Samsat Online Nasional (SAMOLNAS), Internet Banking Corporate (IBC) dan Kartu Kredit Pemerintah (KKP).

Sederet langkah inovasi yang dihadirkan perseroan ini tidak lain merupakan upaya nyata bank bjb dalam mempertahankan eksistensinya di tengah cakrawala bisnis yang semakin kompetitif dan penuh tantangan. Didorong dengan semangat untuk memberikan pelayanan dan kontribusi terbaik, upaya transformasi tiada henti akan terus dilakukan perusahaan untuk mempermudah akselerasi usahanya di masa depan. []

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 MEDIABUMN.COM

error: Content is protected !!