PT INTI Jawab Tantangan Menteri BUMN Dengan Cetak Kinerja Positif

by

PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) / PT INTI akhirnya berhasil keluar dari rapor merah dimana sebelumnya BUMN ini selalu menorehkan kinerja yang negatif.

Menurut Direktur Utama PT INTI, Darman Mappangara, terjadi kenaikan yang baik dari penjualan serta nilai kontrak. Dimana pada tahun lalu PT INTI hanya meraih kontrak Rp700 Miliar tetapi pada tahun ini naik signifikan menjadi Rp2 Triliun.

“Untuk sales dimana sebelumnya kami hanya meraih Rp80 Miliar tetapi tahun ini juga naik signifikan menjadi Rp1.5 Triliun,” ujarnya.

Baca Juga : Telkom Berpredikat Sebagai The Most Trusted Company

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pendapatan tersebut dikontribusikan melalui tiga unit bisnis perseroan. Dari sektor pertahanan dan bisnis digital yang paling besar kontribusinya yaitu mencapai 60-70%, kemudian disusul Broadband dan unit energy.

Perusahaan seperti PT INTI, imbuhnya, perolehan laba bersih yang baik sebesar 3% dari penjualan. Artinya apabila perusahaan mendapatkan penjualan Rp1 Triliun maka seharusnya keuntungan sebesar Rp30 miliar. Untuk mencapai hal tersebut, diakui Darman sangat sulit.

“Meskipun keuntungan baru mencapai Rp1 – Rp2 Miliar tetapi sudah positif, mengingat rapor kami selalu merah. Tahun lalu saja kami rugi Rp313 miliar. Maka tidak heran banyak orang menolak menjadi Direktur Utama di PT INTI,” jelasnya.

Baca Juga : Telkom Tantang Karyawan, Ciptakan Produk Inovatif

Seperti diketahui bahwa sebelumnya Darman menjadi nama yang diusulkan oleh Menteri BUMN, Rini Soemarno untuk duduk menjadi Direktur Utama PT INTI. Karena menyukai tantangan, pada akhirnya Darman menerima tawaran berat tersebut.

“Tantangannya adalah tidak boleh rugi dan membuat kinerja sehat dan mencetak laba. Namun tantangan yang paling terberat memimpin PT INTI adalah mengembalikan trust manajemen,” tutupnya. []ct

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *